Potensi pengembangan hunian vertikal di Kawasan Stasiun Solo Jebres
Abstract
Rapid urban growth in Surakarta, combined with high population density and limited residential land availability, has increased the need for alternative development strategies through vertical housing development. Transit-oriented areas represent strategic locations for vertical housing due to their accessibility and proximity to urban activity centers. This study aims to analyze the potential for vertical housing development in the Solo Jebres Station area, one of the main transportation nodes in Surakarta. A deductive quantitative approach was employed using spatial overlay analysis. The variables include land suitability, earthquake hazard conditions, accessibility, population density, proximity to government centers, and land-use diversity. The results indicate that the area has high potential for vertical housing development, supported by suitable land conditions, non-earthquake-prone areas, good accessibility, and various urban infrastructure. Supporting infrastructure includes transportation networks, pedestrian paths, open spaces, commercial areas, public facilities, and drainage, solid waste, and clean water networks. Areas with the highest potential for vertical housing development are located in Kepatihan Wetan, western Purwodiningratan, Tegalharjo, and northern Jebres sub-districts. These findings provide an important basis for sustainable transit-oriented regional development planning in Surakarta.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
[1]Mataufani NA, Rahayu P, Rini EF. Kenampakan Fisik Kota dan Daerah Peri Urban Surakarta. Desa-Kota 2020;2:130. https://doi.org/10.20961/desa-kota.v2i2.41509.130-142.
[2]Badan Pusat Statistik. Statistik Perumahan dan Permukiman 2022. Jakarta: 2023.
[3]Widodo W, Sunarti S. Pola Perkembangan Perumahan di Kota Surakarta. JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA 2019;15:288. https://doi.org/10.14710/pwk.v15i4.21984.
[4]Yuniarta A, Astuti W, Yudana G. Hubungan Antara Kondisi Rumah Susun dengan Kepuasan Tinggal Penghuni di Kota Surakarta. Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur Dan Lingkungan Binaan 2015;13.
[5]Pemerintah Kota Surakarta. Peraturan Daerah (Perda) Kota Surakarta Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surakarta Tahun 2011 – 2031. Pemerintah Kota Surakarta 2012.
[6]Nurdiani D, Astuti W, Rini EF. Kesesuaian Sistem Transportasi Umum di Kota Surakarta terhadap Konsep Transportation For Livable City. Desa-Kota 2019;1:71. https://doi.org/10.20961/desa-kota.v1i1.11898.71-83.
[7]Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Analisis Aspek Fisik Dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang 2007.
[8]Lestari F, Adianto J. Urgensi dan Strategi Penyediaan Hunian Terjangkau di Kawasan Transit di Indonesia. Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota 2023;19. https://doi.org/10.14710/pwk.v19i2.28215.
[9]Undang-undang (UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang 2007.
[10]Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 5 Tahun 2023 tentang Persyaratan Teknis Jalan dan Perencanaan Teknis Jalan 2023.
[11]Tanudjaja O, Srinaga F, Mensana A. Integrasi Hunian dalam TOD untuk Mengatasi Permasalahan Transit Kawasan Pasar Lama, Tangerang. ATRIUM: Jurnal Arsitektur 2018;4:43–58.
[12]Setiawan A, Ikaputra. Tipologi Pengembangan Kawasan berbasis Transit di Kawasan Stasiun Maguwo, Yogyakarta. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 2020;5:255–64. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i2.402.
[13]Indradjati PN. Konsep dan Prinsip Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit/Transit Oriented Development. Buletin Penataan Ruang, Edisi 2019;5.
[14]Calthorpe A. Transit-oriented development design guidelines (Resolution no. R-280480). San Diego: Planning Department. City of San Diego 1992.
[15]Bachtiar F. Identifikasi Keterhubungan Rumah Susun dan Transportasi Publik untuk Menunjang Pengembangan Kawasan Prioritas di Batam. Arsitekta : Jurnal Arsitektur Dan Kota Berkelanjutan 2021;3:83–93. https://doi.org/10.47970/arsitekta.v3i02.247.
[16]Direktorat Jendral Bina Marga. Pedoman Penyusunan Dokumen Desain Awal (Basic Design) Jalan Bebas Hambatan 2024.
[17]Bachtiar F, Saraswati A, Guswandi G, Utomo FC, Amelia S. Tipologi Pengembangan Lingkungan Hunian Vertikal Di Kawasan Perkotaan. Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi, vol. 1, 2019, p. 110–4.
[18]Badan Standardisasi Nasional. SNI 7509:2011: Tata Cara Perencanaan Teknik Jaringan Distribusi dan Unit Pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum. Standar Nasional Indonesia n.d.
[19]Kementerian Kesehatan. Permenkes No 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum 2010.
[20]Zhao K, Jin B, Fan H, Song W, Zhou S, Jiang Y. High-Performance Overlay Analysis of Massive Geographic Polygons That Considers Shape Complexity in a Cloud Environment. ISPRS Int J Geoinf 2019;8:290. https://doi.org/10.3390/ijgi8070290.
[21]Pemerintah Kota Surakarta. Peraturan Wali Kota Surakarta Nomor 33 Tahun 2023 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Surakarta tahun 2023 – 2043. Pemerintah Kota Surakarta 2023.Refbacks
- There are currently no refbacks.

.png)
1.png)
.jpg)









