Me(N)- and Ber- In Indonesian

I Dewa Putu Wijana

Abstract

Abstract:  This paper aims at describing the role differences shown by ber- and me (N)- verbs in the use of Indonesian. By using data created intuitively and reflectively as an Indonesian native speaker, regardless their shared potentials in constructing intransitive verbs, the two types of verb have neat differences in relation to grammatical, semantic, and derivational functions. All ber- verbs are intransitives, and most me(N)- verbs are transitive. Semantically ber- verbs are used to express stative, possessive, reflexive, and unintentional meanings, while me(N)- verbs are done to express intentional, nonreflexive, processive,  causative, and repetitive meanings. In relation to the derivational functions, ber- verbs can derived pe- and per-an nouns, and me(N)- verbs are exploited to derive pe(N)- and pe(N)-an nouns.

Abstrak: Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan-perbedaan peran yang ditunjukkan oleh awalan me(N)- dan ber- dalam penggunaan bahasa Indonesia. Dengan menggunakan data yang diciptakan secara intuitif dan reflektif sebagai penutur asli bahasa Indonesia, tanpa memperhatikan kemungkinannya untuk sama-sama dapat membentuk kata kerja intransitif, kedua kata kerja ini memiliki perbedaan yang rapi berkaitan dengan fungsi gramatikal, semantik, derivasionalnya. Semua kata kerja ber- bersifat intransitive, dan hampir semua kata kerja me(N)- transitif. Secara semantik ber- digunakan untuk membentuk verba statif, posesif, refleksif, dan ketidaksengajaan. Sementara me(N)- ditujukan untuk mengungkapkan kesengajaan, nonrefleksif, prosesif, kausatif, dan repetitive. Dalam kaitannya dengan ber- menurunkan nomina berafiks pe-, per-an, dan verba me(N)- menurunkan nomina berafiks pe(N)- dan pe(N)-an.

Keywords

verb; transitive; intransitive; derivation

Full Text:

PDF

References

Allan, Keith. (1986). Linguistic Meaning. Volume 1. London: Routledge Kegan Paul.

Alwi, Hasan, Soenjono Dardjowidjojo, Hans Lapoliwa, Anton M. Moeliono. (2010). Tata Bahasa Baku Bahas Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Bauer, Laurie. (1988). Introducing Linguistic Morphology. Edinburgh University press.

Dardjowidjojo, Soenjono.(1986). “Pemanfaatan Celah Morfologis dalam Pengembangan Bahasa”. Pusparagam Linguistik & pengajaran Bahasa. Bambang Kaswanti Purwo (Ed.). Jakarta: Arrcan. Pp. 3-25.

Kridalaksana, Harimurti.(1993). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Lyons, John. (1969). Introduction to Theoretical Linguistics. London: Cambridge University Press.

Muliastuti, Liliana. (2019). Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing: Jakarta: Obor.

Ekowardono, B. Karno. (2019). Morfologi Bahasa Indonesia. Semarang: Cipta Pratama Nusantara.

Keraf, Gorys. (1991). Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Widya Sarana.

Ramlan, M. (1987). Morfologi. Yogyakarta: UB Karyono.

Sudaryanto, R. Suhardi, Syamsul Hadi & Yuliasih.(1991). Diatesis dalam Bahasa Jawa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Verhaar, J.W.M. (1996). Asas-asas Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Wijana, I Dewa Putu. (2008). Bahasa Indonesia untuk Penulisan Ilmiah. Yogyakarta: Pustaka Araska.

Wijana, I Dewa Putu.(2021). Lexeme in Javanese; A Semantic Approach. Working Paper Presented in The 13th National Seminar of Mother Tongue. 19th February 2021. Denpasar: Udayana University.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.