TIKARA : Kolaborasi Batik dengan Penodaan Karat sebagai Karya Inovatif dan Berkearifan Lokal

Yosua Novalesi, Adila Miftahul Jannah, Gabriella Cahyaningtyas, Faiz Fauzan, Allfi Chusnia Adiena, Tiwi Bina Affanti

Abstract

Pemanfaatan karat logam secara fungsional masih belum banyak ditemukan di beberapa aspek mengingat karat itu sendiri adalah hasil dari pelapukan. Karat merupakan hasil oksidasi antara logam dan air atau asam. Karat memiliki rumus kimia Fe2O3 dengan karakteristik fisik berwarna kuning kecoklatan agak kemerahan yang dapat menodai kain. Batik merupakan warisan kearifan lokal yang dicanangkan oleh UNESCO bagi Indonesia. Ini merupakan hal yang berharga untuk bisa dilestarikan dan dikempangkan. Kelestarian batik saat ini menjadi salah satu permasalahan mengingat kurangnya minat generasi muda untuk melestarikan batik. Tim TIKARA melakukan  produksi dengan memanfaatkan teyeng karat untuk dikolaborasikan dengan batik. Respon masyarakat sangat bagus dan melihat produk ini adalah produk yang sangat inovatif dan memiliki nilai novelty yang tinggi. Pengaplikasian lebih lanjut dari kain ini antara lain sebagai produk busana, aksesoris maupun interior yang dapat disesuaikan kebutuhannya. Beberapa prestasi sudah diraih oleh TIKARA. Adanya prestasi yang diraih dapat dilihat kedepannya, TIKARA memiliki prospek penjualan yang baik dengan ilmu bisnis yang terus dikembangkan kedepannya.

 

Full Text:

PDF

References

Cahyono, W. E. 2007. Pengaruh Hujan Asam pada Biotik dan Abiotik. Berita Dirgantara, 8(3): 48-51.

Rajendran, S. 2012. Biotechnology for Rust Free Iron Metal Surface. APCBEE Procedia, 3: 245-249.

Doellah, H. S. 2003. Batik: The Impact of Time and Environment. Solo: Danar Hadi.

Emma. 2016. The Beauty Glossary: I is for Iron Oxides. Diakses pada 28 Agutus 2019 pukul 11.31 WIB dari https://www.skinstore.com/blog/skincare/beauty-glossary-iron-oxides/

Refbacks

  • There are currently no refbacks.