Studi Literatur Efektivitas Panjang Tungkai dan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Pencapaian Kecepatan Lari 100 Meter
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai terhadap pencapaian kecepatan lari 100 meter. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis, dengan mengacu pada pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Dari total 35 artikel yang diidentifikasi melalui pencarian di basis data Google Scholar dan Sinta, 10 artikel relevan dipilih untuk analisis lebih lanjut berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) diterapkan untuk merumuskan pertanyaan penelitian, dengan fokus pada atlet sebagai populasi, intervensi berupa latihan daya ledak otot dan teknik panjang tungkai, dan luaran yang diukur adalah kecepatan lari 100 meter. Hasil analisis menunjukkan bahwa panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecepatan lari, dengan koefisien korelasi bervariasi antara 0,69 dan 0,94.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
A. Widya, M. J. (2004). Belajar berlatih gerak-gerak dasar atletik dalam bermain. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Dikdik Zafar Sidik. (2010). Mengajar dan melatih atletik. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.
Giriwijoyo, S. (2005). Manusia dan olahraga. Bandung: Penerbit Institut Teknologi Bandung.
Humaid, H. (2004). Jurnal Ilmu Kepelatihan.
Iradnus, K. D., & Nurrochmah, S. (2021). Kemampuan gerak dasar kids atletik pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Blimbing Kota Malang. Sport Science and Health, 3(6), 399–403. https://doi.org/10.17977/um062v3i62021p399-403
Ismaryati. (2006). Tes dan pengukuran olahraga. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
McGarry, T. J., Nimmo, A., Skiba, J. F., Ahlstrom, R. H., Smith, C. R., Koumjian, J. H., & Arbree, N. S. (2002). Classification system for partial edentulism. Journal of Prosthodontics: Official Journal of the American College of Prosthodontists, 11(3), 181–193. https://doi.org/10.1053/jopr.2002.126094
Mugiyo Hartono, A., & Akhiruyanto, K. F. (2017). Pengembangan akselerometer running monitor berbasis Android untuk mengetahui. Sainteknol, 15(2), 193–208. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/sainteknol/article/view/12405
Muhajir, M. (2007). Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Jakarta: Yudhistira Ghalia Indonesia.
Muliadi, M. K., Kadir, A. D., & Islam. (2017). Penerapan pendekatan permainan hijau-hitam untuk meningkatkan hasil belajar lari cepat (sprint) siswa kelas V SD 12 Manurunge Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone. Seminar Nasional LP2M UNM, 2(1). https://doi.org/10.26858/jkp.v1i2.5286
Nossek, J. (1982). General theory of training. Logos: Pan African Press.
Pradana, A. A. (2013). Kontribusi tinggi badan, berat badan, dan panjang tungkai terhadap kecepatan lari cepat (sprint) 100 meter putra (studi pada mahasiswa IKOR angkatan 2010 Universitas Negeri Surabaya). Jurnal Kesehatan Olahraga, 1(1), 1–5.
Sajoto, M. (1988). Pembinaan kondisi fisik dalam olahraga. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:173239552
Sajoto, M. (1998). Penelitian kondisi fisik dalam olahraga. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sugianto. (1991). Materi pokok perkembangan dan belajar gerak. Jakarta: Depdikbud.
Sukendro, S., & Yuliawan, E. (2019). Dasar-dasar atletik. Jakarta: Salim Media Indonesia.
Syafrudin. (2013). Ilmu kepelatihan olahraga. Padang: UNP Fakultas Ilmu Keolahragaan.
Syafrudin, A. (1992). Pengurusan perijinan (licensing handeling). Bandung: Pusat Pendidikan dan Pelatihan St. Aloysius.
Widiastuti, W., & Pd, M. (2015). Tes dan pengukuran olahraga. Jakarta: PT Bumi Timur Jaya.
Widiastuti, W., & Pratiwi, E. (2017). Meningkatkan hasil belajar gerak dasar lari jarak pendek melalui pendekatan bermain. Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 8(1), 49–56. https://doi.org/10.21009/gjik.081.04
Refbacks
- There are currently no refbacks.







