Urgensi pemerataan fasilitas olahraga di daerah terpencil: Tantangan dan solusi strategis

Ahmad Mursydin, Syahril Syahril, Farid Muhammad, Gunawan Gunawan, Rangga Irawan, Amelia Amelia, Indri Dwi Meilan

Abstract

Ketidakmerataan distribusi fasilitas olahraga antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil merupakan permasalahan mendasar dalam pembangunan olahraga Indonesia. Daerah terpencil masih menghadapi krisis multidimensi: infrastruktur dasar yang tidak memadai, keterbatasan akses terhadap pelatih profesional, minimnya perhatian pemerintah, serta dukungan finansial yang sangat terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur sistematis untuk menganalisis urgensi pemerataan fasilitas olahraga di daerah terpencil, sekaligus mengidentifikasi tantangan utama dan mengusulkan solusi strategis. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketimpangan infrastruktur olahraga berdampak signifikan terhadap kesenjangan prestasi atlet dan partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik. Diperlukan tiga pilar strategis utama: (1) perbaikan alokasi anggaran dan kebijakan pendanaan yang transparan; (2) model pembangunan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal; serta (3) pemanfaatan teknologi dan kearifan lokal dalam manajemen fasilitas yang berkelanjutan. Pemerataan fasilitas olahraga bukan sekadar persoalan infrastruktur fisik, melainkan sebuah persoalan keadilan sosial yang berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan daya saing nasional di dunia olahraga.

Keywords

Daerah terpencil; Ketimpangan infrastruktur olahraga; Pembangunan olahraga berkelanjutan

References

A, F. (2020). Standarisasi infrastruktur olahraga dan korelasinya dengan peningkatan prestasi nasional. Webinar Standarisasi Infrastruktur Olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, mediaindonesia.com.

Handayani, S., & Rahayu, T. (2017). Pengaruh model latihan terhadap keterampilan dasar atlet remaja. Jurnal Pendidikan Olahraga, 6(2), 123–132.

Hidayat, R., & Suherman, A. (2015). Evaluasi implementasi program identifikasi bakat siswa Indonesia dalam kerangka Long-Term Athlete Development. Indonesian Journal of Research in Physical Education, Sport, and Health, 1(1), 45–58.

Irfan, M., & Prabowo, D. (2025). Evaluasi sarana dan prasarana olahraga dalam meningkatkan prestasi atlet pelajar di daerah 3T. Jurnal Prestasi Olahraga, Universitas Negeri Surabaya, 8(1), 22–35.

Manalu, E., dkk. (2024). Sistem pembinaan atlet berbasis akar rumput: Tinjauan historis dan kontemporer. Riyadho: Jurnal Pendidikan Olahraga, 8(2), 101–115.

Mutohir, T. C. (2022). Laporan Nasional Sport Development Index 2022: Olahraga, daya saing, dan kebijakan berbasis data. Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

Prasetya, M. R. (2021). Survei manajemen fasilitas olahraga di daerah terpencil Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmiah PENJAS, 7(1), 77–89.

Santoso, A. T., & Nurdiansyah, H. (2023). Optimalisasi manajemen sarana dan prasarana olahraga di kawasan perbatasan. SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga, 4(3), 307–316.

Wibawa, B. S., & Cahyadi, F. (2024). Survei fasilitas olahraga sekolah di wilayah terpencil Indonesia Timur. Jurnal PORKES, 7(1), 559–572.

Yani, N. M., & Lestari, P. (2023). Pengaruh ketersediaan sarana dan prasarana olahraga terhadap partisipasi masyarakat di daerah terpencil. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 32001–32006.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.