KETIDAKSADARAN BASKARA PUTRA DALAM “DEHIDRASI”: KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD

Putri Fatin Afifah

Sari

Psikoanalisis menegaskan adanya pemikiran bawah sadar. Ketidaksadaran itu ditekan untuk waktu yang lama dan penekanan ini menimbulkan kesalahan-kesalahan yang memiliki makna. Ketidaksadaran yang dialami pengarang adalah bentuk dari pengalaman-pengalamannya yang terpendam, sebelum pada akhirnya diungkapkan. Ketidaksadaran yang dialami pengarang dapat dikaji melalui bahasa pada karya-karyanya. Baskara Putra adalah salah satu musisi di Indonesia. Melalui karya-karyanya, Baskara secara tidak langsung mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya. Ketidaksadaran pengarang tersebut dikaji menggunakan kajian Psikoanalisis Sigmund Freud. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah bentuk kondensasi, pengalihan, dan simbolisasi yang muncul melalui bahasa dalam karya Baskara Putra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kondensasi, pengalihan, dan simbolisasi yang muncul melalui bahasa dalam karya Baskara Putra. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Objek material dalam penelitian ini adalah lagu “Dehidrasi” karya Baskara Putra dan objek formal dalam penelitian ini adalah ketidaksadaran pengarang. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ketidaksadaran pengarang muncul melalui metafora kebebasan, metonimi hidup, dan metafora kesombongan, serta Baskara Putra mengalami kecemasan atau kegelisahan dalam hidupnya.

Kata Kunci: kecemasan; ketidaksadaran pengarang; Psikoanalisis Sigmund Freud

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Ardiansyah, H. (2020). “Menyelami Mata Air Hindia.” PT Adi Ksatria, 58–91.

Dimyati, M. (2013). Intertekstualitas Lirik-Lirik Lagu Karya Ahmad Dhani: Sebuah Pendekatan

Semiotik Riffaterre. Skripsi (Tidak Dipublikasikan). Surakarta: Universitas Sebelas

Maret.

Freud, S. (2006). Pengantar Umum Psikoanalisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Freud, S. (2016). Pengantar Umum Psikoanalisis. Yogyakarta: Indoliterasi.

Gofar Hilman. #NGOBAM Baskara Putra.

(Diakses pada 25 Mei

pukul 01:22 WITA).

Manik, R. A. (2016). “Hasrat Nano Riantiarno dalam Cermin Cinta: Kajian Psikoanalisis

Lacanian.” Poetika, IV(2), 74–84.

Milner, M. (1992). Freud dan Interpretasi Sastra. Jakarta: Intermasa.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif (Revisi.). Bandung: PT Remaja

Rosdakarya.

Narasi Entertainment. Hindia: Gue Masih Belajar Mencari Ketenangan (FULL VERSION) Duo

Budjang. (Diakses

pada 26 Mei 2020 pukul 01:47 WITA).

Pamungkas, A. P. (2013). Aspek Sosial Politik dalam Lirik Lagu Efek Rumah Kaca Album Kamar

Gelap: Pendekatan Semiotik Riffaterre. Skripsi (Tidak Dipublikasikan). Surakarta:

Universitas Sebelas Maret.

Rian Ekky Pradipta.Baskara Hindia/>Feast, Terkenal dan Mandiri di Industri.

(Diakses pada 26 Mei

pukul 02:58 WITA).

Sahara, D. (2019). “Hasrat Eka Kurniawan dalam Novel Seperti Dendam, Rindu Harus

Dibayar Tuntas (Kajian Psikoanalisis Jacques Lacan).” Salaka, 1(2), 2–16.

Susanto, D. (2012). Pengantar Teori Sastra. Yogyakarta: Caps.

Teeuw, A. (1988). Sastra dan Ilmu Sastra Pengantar Teori Sastra. Jakarta: PT Girimukti Pasaka.

Widodo, W. A. (2017). Ketidaksadaran Pengarang dalam Novel Ayah Karya Andrea Hirata:

Tinjauan Psikologi Sastra Sigmund Freud. Skripsi (Tidak Dipublikasikan). Surakarta:

Universitas Sebelas Maret.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.