PENGARUH ELEKTROOSMOSIS PADA TANAH TANON DITINJAU DARI PARAMETER KONSOLIDASI TANAH DENGAN PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU

Nur Sahid Kusriyanto, Niken Silmi Surjandari, Raden Harya Dananjaya

Abstract

Perbedaan penurunan muka tanah dapat mengakibatkan struktur kontruksi menjadi tidak stabil atau rusak. Permasalahan yang diakibatkan penurunan tanah seperti terlihat di daerah Tanon, Sragen, antara lain pada musim hujan bersifat lembek dan daya dukung menjadi rendah, retak-retak pada dinding rumah, jalan bergelombang serta penurunan badan jalan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh elektroosmosis pada tanah lempung tanon ditinjau dari parameter Indeks kemampatan (Cc), koefesien konsolidasi (Cv), mengetahui pengaruh variasi beda potensial dan mengetahui waktu optimum kinerja elektroosmosis. Metode elektroosmosis merupakan metode drainase menggunakan listrik arus searah yang bertujuan mengurangi kandungan air dalam tanah. Pada pengujian ini menggunakan model fisik berbentuk box kaca berukuran 40 x 30 x 15 cm dan lempengan tembaga sebagai penghantar arus listrik. Sampel model dialiri listrik searah (DC) dengan beda potensial 0; 4,5; 9 dan 12 volt serta dilakukan penerapan tanpa preloading dan dengan preloading. Bahan tambah yang digunakan adalah abu ampas tebu sebanyak 10% dari berat sampel tanah. Hasil dari analisis menunjukan tanpa elektroosmosis nilai Cc sebesar 0,262 dan Cv sebesar 0,035. Sedangkan dengan metode elektroosmosis Nilai Cc pada tegangan 4,5 volt; 9 volt dan 12 volt berturut-turut 0,209; 0,203; 0,198 dan Nilai Cv pada tegangan 4,5 volt; 9 volt dan 12 volt berturut-turut 0,0486; 0,050; 0,0505. Pada metode elektroosmosis dengan penambahan abu ampas tebu dapat digunakan untuk perbaikan tanah lempung .

Refbacks

  • There are currently no refbacks.