Kearifan Lokal Padi Ratun Sebagai Upaya Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Di Desa Wonosari Kecamatan Gondangrejo

Komariah Komariah, Dwi Priyo Ariyanto, Sumani Sumani, Yuli Yanti, Andriyana Setyawati, Rahajeng Putu Widiani Priswita

Abstract

Berbagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas padi dan pencapaian target produksi telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Saat ini salah satu teknologi budidaya padi yang berpotensi untuk dikembangkan adalah budidaya padi ratun. Di Sumatera Barat teknologi padi ratun yang banyak dipraktikkan adalah budidaya padi salibu. Budidaya padi salibu merupakan teknologi budidaya yang telah dimodifikasi disesuaikan dengan daerah Sumatera. Budidaya padi ratun memiliki beberapa keuntungan seperti lebih hemat tenaga, biaya dan benih, tanpa pengolahan tanah, tanam sekali panen dua-tiga kali. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan penyuluhan, FGD dan pendampingan di Desa Wonosari Gondangrejo, Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan budidaya padi ratun dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti ketersediaan air yang makin terbatas jika 3 faktor seperti modifikasi teknologi budidaya padi ratun secara jelas, mengoptimalkan kinerja penyuluh pertanian dan kelompok tani, pembentukan kawasan budidaya padi ratun.

Full Text:

PDF

References

BPS. 2019. Gondangrejo Dalam Angka. BPS, Karanganyar.

Erdiman. 2012. Teknologi Salibu Meningkatkan Produktivitas Lahan dan Pendapatan Petani (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat). Padang.

Erdiman, Nieldanina, & Misran. 2013. Inovasi Teknologi Salibu Meningkatkan Produktivitas Lahan, Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat. Padang.

Faruq G, Taha RM, Prodhan ZH. 2014. Rice Ratoon Crop: A Sustainable Rice Production System For Tropical Hill Agriculture. Sustainability, Vol. 6, No. 9, p. 5785–5800.

Kementan. 2015. Panduan Teknologi Budidaya Padi Salibu. BPTP Kementerian Pertanian, Jakarta.

Pasaribu PO. 2016. Tesis : Sifat Fisiologi dan Agronomi Padi Ratun dengan Sistem Salibu Pada Budidaya System Of Rice Intensification (SRI). IPB. Bogor.

Susilawati, dan Purwoko BS. 2012. Pengujian Varietas dan Dosis Pupuk untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Ratun-Padi di Sawah Pasang Surut. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Vol. 15, no.1, Hlm: 47-54.

Wahyuni S, Zulvera, Tanjung H B, Arif E. 2019. Hubungan Karakteristik Inovasi dan Kearifan Lokal terhadap Keberlanjutan Penerapan Teknologi Padi Salibu di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. J. Penyuluhan, Vol. 15, No. 1 Hlm: 134-143.

Nainggolan, K., I. M. Harahap dan Erdiman. 2013. Teknologi Melipatgandakan Produksi Padi Nasional. Grasindo, Jakarta.

Nakano, H., I. Hattori, K. Sato, S. Morita. 2009. Effects of double harvesting on estimated total digestible nutrient yield of forage rice. Field Crops Res. 114: 386-395.

Harrel, D.L., A.B. Jason, B. Sterling. 2009. Evaluation of main-crop stubble height on ratoon rice growth and development. Field Crops Res. 114:396-403.

Noor, E.S. 2006. Pengaruh sistem ratunisasi dan pemupukan nitrogen terhadap hasil beberapa varietas padi di lahan sawah irigasi. J. Agrivigor. 5:207-222.

Makarim, A.K., E. Suhartatik. 2006. Morfologi dan Fisiologi Tanaman Padi. hal. 295-329. Dalam Padi: Inovasi Teknologi dan Ketahanan Pangan. Buku II. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Ai-zhong L., Z. Dong-sheng, T.U. Nai-mei, Z. Wenxin, L.Yang-xian. 2007. Relationship between distribution of photosynthesis production of flag leaf of main crop and yield of ratooning rice. J. Guangdong Agric. Sci. 23:27-34.

Islam, M.S., M. Hasannuzzaman, M. Rukonuzzaman. 2008. Ratoon rice response to different fertilizer doses in irrigated condition. J. Agric. Conspect. Sci. 73:197- 202.

Wijaya, A., R. Soehendi. 2012. Peningkatan Produksi Padi Rawa Pasang Surut melalui Penerapan Budidaya Ratun dan Perakitan Varietas yang Spesifik. Laporan Penelitian Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal, Palembang.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.