Model Pengabdian Berkelanjutan oleh Program Studi Ortopedi dan Traumatologi: Sinergi Edukasi, Pelayanan Kesehatan, dan Aksi Lapangan Komunitas
Abstract
Gangguan muskuloskeletal seperti low back pain (LBP) dan rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyebab kecacatan yang tinggi di masyarakat, namun masih banyak individu yang belum memperoleh edukasi atau pemeriksaan ortopedi yang memadai. Program Studi Ortopedi dan Traumatologi mengembangkan model pengabdian masyarakat berkelanjutan yang mengintegrasikan edukasi kesehatan, pelayanan medis gratis, dan layanan lapangan berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan selama Januari hingga Juni 2025, mencakup penyuluhan kesehatan, pemeriksaan ortopedi gratis, dan intervensi rutin setiap hari Jumat pada komunitas karate. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test, kuesioner kepuasan, dan pencatatanjenis keluhan. Sebanyak 158 peserta mengikuti penyuluhan, 92 peserta menjalani pemeriksaan gratis, dan 104 anggota komunitas karate menerima layanan medis lapangan. Terdapat peningkatan skor pengetahuan sebesar >20 poin rata-rata, dan keluhan terbanyak meliputi LBP, nyeri lutut, serta cedera olahraga. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan muskuloskeletal, memperluas akses layanan ortopedi awal, dan memperkuat hubungan institusi pendidikan kedokteran dengan masyarakat. Model ini layak direplikasi sebagai strategi pengabdian berbasis komunitas yang berkelanjutan dalam bidang ortopedi.
Kata kunci : pengabdian masyarakat, ortopedi,, layanan kesehatan lapangan
Refbacks
- There are currently no refbacks.






















