Perubahan dan Keberlanjutan Kesenian Cetik dalam Dinamika Budaya Lampung

Muhammad Yoga Supeno, Daniel de Fretes, Erlika Firanda

Abstract

Kesenian cetik menghadapi tantangan keberlanjutan yang kompleks akibat pergeseran nilai sosial-budaya dan arus globalisasi. Artikel ini mengkaji perubahan dan keberlanjutan kesenian cetik sebagai alat musik khas masyarakat Lampung dalam konteks sosial budaya yang berkembang. Terdapat perbedaan nama instrumen ini yaitu antara cetik dan gamolan pekhing yang kerap menimbulkan perdebatan di masyarakat. Riset etnografi dilakukan di Bandar Lampung dengan melibatkan budayawan, akademisi, praktisi, dan pengrajin instrumen tradisional. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran fungsi cetik dari alat komunikasi menjadi simbol identitas dan media pendidikan. Temuan kunci mengungkap munculnya konflik otoritas budaya terkait perdebatan terminologi antara "cetik" dan "gamolan pekhing" serta rendahnya keterlibatan generasi muda meskipun kesenian cetik telah terintegrasi dalam kurikulum formal. Perubahan yang terjadi seputar kesenian cetik bersifat adaptif yakni dalam inovasi bentuk, sistem penalaan, serta estetika visual agar tetap relevan di era globalisasi. Pelestarian cetik memerlukan harmonisasi antara jalur formal dan jalur informal guna membangun ruang apresiasi yang berkelanjutan.

Kata kunci: cetik; gamolan pekhing; dinamika budaya; Lampung

Full Text:

PDF

References

Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif & Desain Riset (3rd ed.). Pustaka Pelajar.

de Fretes, D. (2020). Kreativitas & Kebangsaan: Seni Menuju Paruh Abad XXI-36 Prosiding Seminar Dies Natalis ke-36 ISI Yogyakarta. In M. Susanto, M. K. A. Rozaq, & Z. Maryani (Eds.), Identitas Kebangsaan dalam Pusaran Musik Global: Studi Preferensi Musik Remaja di Yogyakarta (National Identity in the Global Music Vortex: Study of Music Preferences in Yogyakarta) (pp. 391–401). Badan Penerbit ISI Yogyakarta. http://digilib.isi.ac.id/6325/

Fachrissal, F., Sudikan, S. Y., & Wahyuni, E. (2021). Estetika Musik Sampe’ Dayak Kenyah. CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics), 7(2). https://doi.org/10.30872/calls.v7i2.7055

Hidayatullah, R. (2022). Gamolan Pekhing: Telaah Filsafat pada Kesenian Masyarakat Lampung. Journal of Music Science, Technology, and Industry, 5(1), 115–130.

Hutapea, C. J. K. T., Hartono, T. R. P., & Supiarza, H. (2023). Gamolan Pekhing Lampung Barat. SWARA, 3(3), 39–52.

Kartomi, M. (2012). Musical Journeys in Sumatra. University of Illinois Press.


Merriam, A. P. (1964). The Anthropology of Music. Northwestern University Press.

Nadina, M. (2024). Peran Tokoh Adat Lampung Sai Batin dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Sosial Adat Perkawinan Pada Masyarakat (Studi di Kelurahan Pasar Liwa Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat). UIN Raden Intan Lampung.

Oktavia, V. (2023). Syapril Yamin, Menjaga Alunan Musik Gamolan Pekhing. Kompas.

Patterson, O. (2004). Culture and Continuity: Causal Structures in Socio-Cultural. Matters of Culture: Cultural Sociology in Practice, 71.

Spradley, J. P., & Elizabeth, M. Z. (2007). Metode Etnografi.

Sukmadinata, N. S. (2017). Metode Penelitian Pendidikan. In Remaja Rosda Karya. PT Remaja Rosdakarya.

Supeno, M. Y., & Nugraha, A. (2021). Aspek Sains dan Budaya Instrumen Cetik dalam Tinjauan Etno Organologi Akustik. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(2). https://doi.org/10.32884/ideas.v7i2.362

Susilawati. (2024). Gamolan Pekhing, Musik Tradisional Lampung. RRI.Co.Id. https://rri.co.id/daerah/1219098/gamolan-pekhing-musik-tradisional-lampung

Wati, K. E. Y., Mawan, I. G., & Aryanto, A. S. (2023). Pembelajaran Instrumen Musik Tradisional Talo Balak di SMP Negeri 1 Kotagajah Lampung. PENSI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni, 3(2), 139–148.

Yamin, S. (2023). Gamolan Pekhing: Alat Musik Tradisional Lampung. Aura Publisher.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.