Edukasi Kesehatan Seksual Berbasis Permainan Puzzle pada Anak Berkebutuhan Khusus di SLBN Branjangan Kabupaten Jember
Abstract
Kekerasan seksual seringkali dialami oleh setiap orang termasuk anak berkebutuhan khusus. Pada tahun 2020 dan 2021, jumlah anak berkebutuhan khusus yang dilaporkan sebagai korban kekerasan seksual dua kali lebih banyak dibandingkan korban kekerasan fisik dan tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan korban kekerasan emosional Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kesehatan seksual, meningkatkan pengetahuan dan membuat program keberlanjutan tentang edukasi seputar kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual pada anak berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi berupa penyuluhan dan disertai dengan pre test dan post test. Sasaran dalam pengabdian ini adalah anak tunarungu di SLBN Branjangan Jember. Hasil pre-test dan post test menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang kesehatan seksual sebesar 13.7619. Selain itu telah diberikan media edukasi tentang kesehatan seksual berupa poster untuk disematkan di area sekolah untuk memudahkan akses informasi dan pembentukan jadwal edukasi untuk keberlanjutan kegiatan edukasi selanjutnya. Kebutuhan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual dianggap perlu karena anak dengan kebutuhan khusus rentan terhadap kejahatan seksual.
Kata kunci : anak disabilitas, tunarungu, kesehatan seksual, puzzle
References
Allen, B., Timmer, S. G., & Urquiza, A. J. (2016). Child Abuse & Neglect Parent – Child Interaction Therapy for sexual concerns of maltreated children : A preliminary investigation. Child Abuse & Neglect, 56, 80–88. https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2016.04.008
Ariantini, N. S., Kurniati, D. P. Y., & Duarsa, D. P. (2019). Needs for Reproductive Health Education for Deaf Students in Singaraja District, Bali Province. Indonesian Journal of Health Research, 2(2), 75–83. https://doi.org/10.32805/ijhr.2019.2.2.51
Kelrey, F. (2020). Pengaruh Pendididkan Kesehatan Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Anak Disabilitas Intelektual. Moluccas Health Journal, 2(2), 16–21. https://doi.org/10.54639/mhj.v2i2.458
Layyinah, A., Rahmawati, D., Febriana, A. N., Armadana, G. A., & Sartinah, E. P. (2023). Pengertian anak berkebutuhan khusus dan klasifikasi anak berkebutuhan khusus. Endangsartinah@unesa.Ac.Id Program S1 Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya, April.
Puspito, H., Nugraheni, S. A., & Purnaweni, H. (2019). Faktor Penghambat Pemenuhan Hak Kesehatan Reproduksi Penyandang Disabilitas (Studi Pada Remaja Smp Di Slb Negeri Bantul Yogyakarta). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 175–189.
Rugoho, T., Maphosa, F., Programme, L., & Disability, L. C. (2014). Challenges faced by women with disabilities in accessing sexual and reproductive health in Zimbabwe : The case of Chitungwiza town Research objectives. 1–8.
SIMFONI-PPA. (2024). Ringkasan Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak.
Thompson, V. R., Stancliffe, R. J., Broom, A., & Wilson, N. J. (2014). Barriers to sexual health provision for people with intellectual disability: A disability service provider and clinician perspective. Journal of Intellectual and Developmental Disability, 39(2), 137–146. https://doi.org/10.3109/13668250.2014.898742
UNICEF. (2023). Memberdayakan Setiap Anak: Merangkul Keanekaragaman dan Inklusi untuk Semua: Analisis Lanskap tentang Anak Penyandang Disabilitas di Indonesia.
UPTD PPA Kabupaten Jember. (2023). Laporan Data Kekerasan pada Perempuan dan Anak Tahun 2023.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






















