Formulasi dan Pengujian Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Hand Sanitizer Berbahan Aktif Kitooligosakarida

Diah Ayu Wardhani, Ari Susilowati, Artini Pangastuti

Abstract

Kitooligosakarida merupakan derivat dari kitosan yang memiliki sifat antimikroba dan dijadikan bahan aktif dalam cairan hand sanitizer. Hand sanitizer bebas alkohol dapat menghindari terjadinya toleransi bakteri terhadap bahan kimia seperti alkohol dan mengurangi efek buruk alkohol bagi kulit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik sediaan hand sanitizer kitooligosakarida dan efektivitasnya dalam membunuh mikroba. Serbuk kitooligosakarida ditambahkan dalam formulasi hand sanitizer dengan variasi berat 1 g (formula 1), 1,5 g (formula 2), dan 2 g (formula 3) menggunakan basis NaCMC, propilenglikol, essens, dan metil paraben. Evaluasi stabilitas fisik hand sanitizer berdasarkan warna, tekstur, aroma, pH, homogenitas, dan daya sebar. Uji daya hambat hand sanitizer diuji melalui metode disc diffusion dilanjutkan dengan perbandingan daya hambat melalui pengukuran diameter zona penghambatan dan uji one-way ANOVA. Uji penurunan angka koloni mikroba dengan metode swabbing dan dilanjutkan perbandingan rerata penurunan koloni mikroba melalui uji T berpasangan. Hasil evaluasi stabilitas fisik hand sanitizer memenuhi kriteria gel yang baik. Hasil uji formula 1 memiliki kriteria angka diameter zona hambat yang lemah pada S. aureus (14,33 cm) dan daya hambat sedang pada E. coli (17,33 cm), Formula 2 memiliki angka diameter zona hambat kuat sebesar 21,33 cm pada S. aureus dan 20,33 cm pada E. coli. Formula 3 menghasilkan zona hambat kuat, yaitu 20,67 cm pada S. aureus dan 22,33 cm pada E. coli. Hasil penurunan angka koloni mikroba sediaan hand sanitizer paling besar yaitu formula 3 sebesar 80,22%. Hand sanitizer kitooligosakarida menunjukkan kemampuan penurunan angka koloni mikroba dan dapat digunakan sebagai formulasi alternatif hand sanitizer.

Keywords

Hand sanitizer; kitooligosakarida; kitosan

Full Text:

PDF

References

Agustina, S., Swantara, I. M., dan Suartha, I. (2015). Isolasi Kitin, Karakterisasi, dan Sintesis Kitosan dari Kulit Udang. Jurnal Kimia, 9(2), 271–278.

Badan Standarisasi Nasional. (2017). SNI 2588:2017 Sabun Cair Pembersih Tangan. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional.

Bakkali, M., dan Hmid, K. (2016). Characterization of Bacterial Strains and their Resistance Status in Hospital Environment. Journal of Tropical Diseases, 4(180), 2.

Chamidah, A., Widiyanti, C. ., dan Fabiyani, N. (2019). Pemanfaatan Kitosan Larut Air sebagai Hand sanitizer Antiseptik. Jurnal Perikanan, 21(1), 9–16.

Damayanti, W., Rochima, E., dan Hasan, Z. (2016). Aplikasi Kitosan Sebagai Antibakteri Pada Filet Patin Selama Penyimpanan Suhu Rendah. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 19(3), 321–328.

Faturrahman, M.A., dan Rahmawati, R.K. (2019). Deteksi Keberadaan Bakteri Staphylococcus di Udara dalam Ruangan Pasar Tradisional Kota Pontianak. Jurnal Protobiont, 8(2).

Hardani, P. T., Perwito, D., dan Mayzika, N. A. (2021). Review Artikel : Isolasi Kitin dan Kitosan dari Berbagai Sumber Bahan Alam. Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset Dan Pengabdian. Surabaya, Universias PGRI Adi Buana.

Hikmat, D.J., Filmaharani, Yaya, Halid, N.H.A., dan Pusmarani, J. (2022). Formulasi Gel Hand sanitizer dari Ekstrak Metanol Kulit Semangka (Citrullus lanatus). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 8(1), 11-23.

Inder, D., dan Kumar, P. (2020). Isopropyl Alcohol (70%)-Based Hand sanitizer -Induced Contact Dermatitis : A Case Report Amid COVID-19. Indian Journal Case Reports, 6(7), 403–405. https://doi.org/10.32677/IJCR.2020.v06.i07.017

Khairunisa, U. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengangguran Terbuka di Kota-Kota Provinsi Jawa Tengah (Periode 2010-2015), Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Li, X., Feng, X., Yang, S., Fu, G., Wang, T., dan Su, Z. (2010). Chitosan Kills Escherichia coli Through Damage to be of Cell Membrane Mechanism. Carbohydrate Polymers, 79(3), 493–499. https://doi.org/10.1016/j.carbpol.2009.07.011

Magani, A.K., Tallei, T.E., dan Kolondam, B.J. (2020). Uji Antibakteri Nanopartikel Kitosan terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Bios Logos, 10(1), 7-12.

Marhamah, M., Ujiani, S., dan Tuntun, M. (2019). Kemampuan Sabun Antiseptik Cair yang Mengandung Triclosan yang Terdaftar di BPOM dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli. Jurnal Kesehatan, 10(1), 17.

Megawati, Roosevelt, A., dan Akhir, L. (2015). Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Ekstrak Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebagai Obat Sariawan Menggunakan Variasi Konsentrasi Basis Carbopol. Jurnal Farmasi Sandi Karsa, 5(1), 5–10.

Nurwaini, S., dan Saputri, I. . (2018). Pengujian Sifat Fisik dan Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Hand sanitizer Ekstrak Daun Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata Prain). In Talenta Conference Series: Tropical Medicine (TM), 1(3). Medan, Talenta Publisher.

Pari, R.F., Mayangsari, D., dan Hardiningtyas, S.D. (2022). Depolimerisasi Kitosan dari Cangkang Udang dengan Enzim Papain dan Iradiasi Sinar Ultraviolet. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 25(1), 118-131.

Pidot, S. J., Gao, W., Buultjens, A. H., Monk, I. R., Guerillot, R., Carter, G. P., Lee, J. Y. H., Lam, M. M. C., Grayson, M. L., Ballard, S. A., Mahony, A. A., Grabsch, E. A., Kotsanas, D., Korman, T. M., Coombs, G. W., Robinson, J. O., Gonçalves, A., Seemann, T., Howden, B. P., Johnson P. D. R., dan Stinear, T. P. (2018). Increasing Tolerance of Hospital Enterococcus faecium to Handwash Alcohols. Science Translational Medicine, 10(452).

Rachmawati R., P. T. Ningrum, dan R. S. P. (2015). Praktik Higiene Personal dan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Tangan Penjamah Makanan (Studi pada Pedagang Kaki Lima di Jalan Kalimantan Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember). Artikel Ilmiah Mahasiswa. Jember, UNEJ Press. http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/72293

Radji, M., dan Suryadi, H. (2007). Uji Efektivitas Antimikroba Beberapa Merek Dagang Pembersih Tangan Antiseptik. Majalah Ilmu Kefarmasian, 4(1), 1–6.

Rasid, S. I., Mursyanti, E., dan Sidharta, B. R. (2021). Potensi Antibakteri Ekstrak Tanaman Suku Rubiaceae dan Aplikasinya dalam Sediaan Hand sanitizer. Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 6(2), 95–110. https://doi.org/10.24002/biota.v6i2.4165

Rohmani, S., dan Kuncoro, M. A. A. (2019). Uji Stabilitas dan Aktivitas Gel Handsanitizer Ekstrak Daun Kemangi. JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 4(01), 16–28. https://doi.org/10.20961/jpscr.v4i1.27212

Saha, T., Khadka, P., dan Das, S. C. (2021). Review Alcohol-based Hand sanitizer – composition, proper use and precautions. GERMS, 11(3), 408.

Silakhudin, A. R., dan Fatmawati, D. (2015). Affectivity of Repeatly Used Alcohol towards Inhibition of Bacteria Streptococcus mutans. Jurnal Riset Kesehatan, 4(3), 807–812.

Situmeang, S. M. ., dan Sembiring, T. (2019). Efektivitas Hand sanitizer dalam Membunuh Kuman di Tangan. Jurnal Analis Laboratorium Medis, 1(1), 6–11.

Supomo, Sukawaty, Y., dan Baysar, F. (2016). Formulasi Gel Hand sanitizer dari Kitosan dengan Basis Karboksimetil Selulosa. In Prosiding Seminar Nasional Kimia. Samarinda, Unmul Press

Susatyo, J.H. (2016). Perbedaan Pengaruh Pengolesan dan Perendaman Alkohol 70% Terhadap Penurunan Angka Hitung Kuman Pada Alat Kedokteran Gigi. Jurnal Vokasi Kesehatan, 2(2), 160–164.

Trisnawati, E., Andesti, D., dan Saleh, A. (2013). Pembuatan Kitosan dari Limbah Cangkang Kepiting Sebagai Bahan Pengawet Buah Duku Dengan Variasi Lama Pengawetan. Jurnal Teknik Kimia, 19(2), 17–26.

Yati, K., Jufri, M., Gozan, M., dan Dwita, L. P. (2018). Pengaruh Variasi Konsentrasi Hidroxy Propyl Methyl Cellulose (HPMC) terhadap Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Tembakau (Nicotiana tabaccum L.) dan Aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans. Pharmaceutical Sciences and Research, 5(3), 133–141.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.