Aktivitas Imunomodulator Ekstrak Petroleum Eter Umbi Bengkoang (Pachyrhizus erosus) pada Mencit Balb/c yang Diinduksi Vaksin Hepatitis B

Tanti Azizah Sujono, Arief Nurrochmad, Endang Lukitaningsih, Agung Endro Nugroho

Abstract

Ekstrak non polar umbi bengkoang (Pachyrhizus erosus) mengandung senyawa fitosterol berupa β-sitosterol yang diduga mempunyai efek imunomodulator in vivo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak petroleum eter (EPE) bengkoang terhadap parameter respon imun non spesifik dan spesifik pada mencit Balb/c yang diinduksi vaksin hepatitis B. Hewan uji mencit secara acak dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif, kelompok II diberi perlakuan obat standard levamisol 2,5 mg/kgBB, kelompok III dan IV berturut-turut diberi EPE bengkoang dosis 100 dan 200 mg/kgBB. Perlakuan diberikan secara peroral selama 18 hari. Efek imunomodulator EPE bengkoang dievaluasi berdasarkan aktivitas fagositosis makrofag, proliferasi limfosit, produksi antibodi atau imunoglobulin G (IgG), serta produksi sitokin tumor necrosis factor-α (TNF-α) dan interleukin-10 (IL-10). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EPE bengkoang mampu meningkatkan kapasitas dan indeks fagositosis makrofag serta proliferasi limfosit secara signifikan (p<0,05). Semakin tinggi dosis EPE bengkoang, produksi IgG semakin turun (p<0,05), sementara produksi TNF-α meningkat dan IL-10 turun namun perubahannya tidak signifikan (p>0,05). EPE bengkoang mempunyai efek imunomodulator dengan meningkatkan respon imun non spesifik sedangkan respon imun spesifik (humoral) turun tergantung dosis.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.