Rasionalitas Penggunanaan Obat Pada.Pasien GERD Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Anutapura Palu

Recky Patala, Joni Tandi, Nurul Ulzmi, Fahruddin Fahruddin

Abstract

Gastroesophageal Refluks Disease (GERD) merupakan suatu keadaan patologis dimana cairan lambung dengan berbagai kandungannya mengalami refluks ke dalam esophagus. Penyakit ini terjadi akibat lower esophageal sphincter yang berada diantara esophagus dan lambung tidak berfungsi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat yang meliputi tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis. Subyek pada penelitian ini adalah pasien GERD yang memenuhi kriteria inklusi dan ditentukan berdasarkan rumus Slovin. metode penelitian yang digunakan observasional dengan pendekatan cross sectional dengan teknik purposive sampling dimana penelitian ini mendeksripsikan dan mengkaji rasionalitas penggunaan obat pada pasien GERD di RSU Anutapura Palu periode Oktober 2019-Januari 2020. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan obat pada.pasien GERD di  Instalasi Rawat Inap RSU Anutapura Palu sudah rasional dengan persentase penggunaan obat berdasarkan tepat indikasi sebesar 96,97 %, tepat obat 96, 97 % dan tepat dosis sebesar 100%. 

Keywords

Rasionalitas; GERD; Penggunaan obat; Rekam Medik; Rumah Sakit Umum Anutapura

Full Text:

PDF

References

Aguilera, L.C., Carlos, M.D.A.D P., & Agustin, A. N. (2016). Practical Consideration In The Management OF Proton-pump Inhibitors. Journal REV ESP ENFERM DIG, 108(2), 145-153.

Farida, Y., Putri, V. W., Hanafi, M., & Herdianti, N. S. (2020). Profil Pasien dan Penggunaan Antibiotik pada Kasus Community-Acquired Pneumonia Rawat Inap di Rumah Sakit Akademik Wilayah Sukoharjo. JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 5(2), 151-164.

Farida, Y., Trisna, A., & Nur, D. (2017). Study of Antibiotik Use on Pneumonia Patient in

Surakarta Referral Hospital. Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research,

(1), 44-52.

Friyanto, D., & Lestari, S. (2019). Analisis Penggunaan Obat Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Pada Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang. Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi, 4(1), 240-247.

Heidelbaugh, J. J., Rew, K.T., & Harrison, R. V. (2013). Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). In UMHS GERD Guideline.

Informatorium Obat Nasional Indonesia (PIONAS) (2015), Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia: Jakarta.

Informasi Spesialite Obat Indonesia (ISO) Volume 49. 2015. Jakarta: PT. ISFI.

Karina, R., Fajar A.Y., & Ratna, D. I. A. (2015). Karakteristik Penderita Gatroesophageal Refluks Disease (GERD) Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Dan Keluhan Utama di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Al Islam Bandung Tahun 2015. Prosiding Pendidikan Dokter, 2(2), 224-230.

Kemenkes RI. (2011). Modul Penggunaan Obat Rasional. Kemenkes RI, 1, 3–8.

Korneliani, K. & Dida, M. (2012). Obesitas dan Stress Dengan Keajadian Hipertensi. Jurnal kesehatan masyarakat, 7(2), 117-121.

MacFarlane, B. (2018). Management of gastroesophageal reflux disease in adults: a pharmacistrsquo;s perspective. Integrated Pharmacy Research and Practice, 7, 41–52.

Marchetti,N. & Livia C. (2009). Pharmacist Guidelines For The Management Of GERD in Adult Opportunities For Practic Change Under B.C.'1s Protocol For Medication Management. Pharmacy Practice disease Gastroenterology Research and Practice, 50(16), 119–126.

Merita, Wilpi I.S & Irawati S. (2016). Hubungan Tingkat Stress Dan Pola Konsumsi Dengan Kejadian Gastritis Di Puskesmas Pakuan Baru Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim, 5(1), 51-58.

Muhi, A. F., & Utami, N. (2016). Hubungan Konsumsi OAINS Terhadap Gastritis. Majority, 5(5), 18-21.

Ndraha, S., Oktavius, D., Sumampouw, J. L., Juli, N. N., & Marcel, R. (2016). Artikel Penelitian Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Terapi GERD Factors Associated with The Success of GERD Therapy. Journal Kedokteran Meditek, 22(60), 7–13.

Nuryati. (2017). Farmakologi. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 151-152.

Nurrokhmawati, Y., Teti M., & Ratna. A. A. (2012). Efektivitas Pemberian Antibiotik Disertai Lansoprazol Pada Refluks Laring Faring Dengan Infeksi Helicobacter pyolori. MBK, 44(4), 224-232.

PIONAS, 2014. Informatorium Obat Nasional Indonesia (IONI). Jakarta, Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Pratiwi, A. A., & Rano, K.S. (2014). Analisis Peresepan Obat Anak Usia 2-5 Tahun di Kota Bandung Tahun 2012. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 3(1), 18-23.

Putra, H., Jurnalis, Y. D., & Sayoeti, Y. (2019). Tatalaksana Medikamentosa pada Penyakit Saluran Cerna. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(2), 407–418.

Puspita, F. C., Putri, L. A., Rahardja, C., Utari, A. P., dan Syam, A. F. (2017). Prevalence of Gastroesophageal Reflux Disease and Its Risk Factors In Rural Area. The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy, 18(1), 9-14.

Saputera, M. D., & Budianto, W. (2017).. Diagnosis dan tatalaksana gastroesophageal reflux disease (GERD) di pusat pelayanan kesehatan primer. Journal Continuing Medical Education, 44(5), 329–332.

Sudoyo, W., Setiyohadi, B., Alwi, I., Simadibrata, K.., & Setiati, S. (2009). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I (V). Jakarta: Interna Publishing.

Syam, A. F., Hapsari, P. F. C., & Makmun, D. (2016). The Prevalence and Risk Factor of GERD Among Indonesian Medical Doctors. The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy, 20(2), 35-40.

Syam A. F., Aulia, C., Renaldi, K., Simadibrata, M., Abdullah, M., & Tedjasaputra, T. R., (2013). Revisi Konsensus Nasional Penatalaksanaan Penyakit Refluks Gastroesofageal (Gastroesophageal Reflux Disease/ GERD) Di Indonesia.

Tarigan, R.C., & Pratomo, B. (2019). Analisis Faktor Risiko Gastroesofageal Refluks di RSUD Saiful Anwar Malang. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 6(2), 78-81.

Tjay, T. H., & Kirana, R. (2013). Obat-Obat Penting. Edisi Ke-V. Jakarta: PT. Gramedia.

Tong. L.Z., Feng J., Xing. W.H. & Li W. (2018). Derule of Gastroesophageal Refluks in Provoking High Blood Pressure Episodes in Patients With Hypertention. Journal Clin Gastroentero, 52(8), 685-891.

WHO., 2010. The World Health Report 2010. http://www.who.int./whr/2010/en/index.html Akses 13 Desember 2019.