Evaluasi Sitotoksisitas Ekstrak Kulit Buah Salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) terhadap Fibroblas NIH-3T3 Menggunakan Uji MTT: Potensi Aplikasi dalam Penyembuhan Luka Periodontal

Aprilia Yuanita Anwaristi, Septriyani Kaswindiarti, Rina Astuti, Ikmal Hafizi, Nida Faradisa Fauziyah, Nur Ariska Nugrahani, Amelia Elizabeth Pranoto, Gusti Dhika Zafira

Abstract

Salak pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) adalah buah yang berasal dari Indonesia. Kulit buahnya mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan alami yang membantu penyembuhan luka periodontal. Keamanan biologis ekstrak kulit salak pondoh perlu dievaluasi sebelum dikembangkan sebagai kandidat bahan terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sitotoksik ekstrak kulit salak pondoh terhadap viabilitas sel fibroblas NIH-3T3 menggunakan metode MTT assay. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental laboratory dengan post test only control group design. Pengujian dengan pembacaan optical density (OD) menggunakan ELISA reader. Kelompok penelitian terdiri atas kontrol sel, kontrol media, dan kelompok perlakuan ekstrak kulit salak pondoh dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, 25%, 35%, dan 40%. Nilai optical density diukur menggunakan ELISA reader, kemudian dikonversi menjadi persentase viabilitas sel. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan post-hoc Dunn, serta dilakukan perhitungan IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan viabilitas sel yang signifikan antar kelompok perlakuan (p<0,05). Konsentrasi 35% dan 40% menunjukkan viabilitas sel lebih dari 70%, sehingga memenuhi kriteria non-sitotoksik berdasarkan ISO 10993-5, sedangkan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10% menunjukkan viabilitas sel rendah. Nilai IC₅₀ ekstrak kulit salak pondoh diperoleh pada konsentrasi 22,8%. Ekstrak kulit salak pondoh berpotensi tidak toksik terhadap sel fibroblas NIH-3T3 pada konsentrasi 35% dan 40%, tetapi diperlukan validasi lebih lanjut untuk mengonfirmasi kemungkinan interferensi warna atau residu ekstrak pada pembacaan MTT assay.

Keywords

Kulit salak pondoh; MTT Assay; NIH-3T3; Sel fibroblas; Sitotoksisitas

References

Al-Mujahidah, L., Kadarullah, O., Romdhoni, M. F., dan Bahar, Y. (2024). Fenomena Hormesis Nigella sativa pada Mukositis Oral. Jurnal Implementa Husada, 5(4), 266-271.

Amalia, O. M. (2017). Uji toksisitas ekstrak etanol 96% daun benalu mangga (Dendrophthoe pentandra) dari berbagai daerah di Indonesia terhadap sel vero. (Desertasi). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Andayani, D., & Nugrahani, R. (2018). Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Katang-Katang (Ipomoea pescaprae. L) dari Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 3(2), 76. https://doi.org/10.20961/jpscr.v3i2.21924

Anugrah, S. M., Rianti, D., dan Agustantina, T. H. (2019). Uji sitotoksisitas ekstrak sambiloto (Andrographis paniculate Ness) pada sel fibroblas dengan MTT. Jurnal Material Kedokteran Gigi, 8(2), 46-52. https://doi.org/10.32793/jmkg.v8i2.422

Anwaristi, A. Y., dan Arifin, D. F. (2023). Pengaruh Ozonated Olive Oil terhadap Jumlah Osteoblas pada Gingiva Tikus Wistar Jantan yang Mengalami Periodontitis. Health & Medical Sciences, 1(1), 11-11.

Anwaristi, A. Y., Cahyani, C., Faizah, A., Fauziyah, N. F., Arifin, D. F., Hidayanti, N., & Lestari, C. (2024). The effect of ozonated olive oil on the number of neutrophil cells in the gingiva of male Wistar rats experiencing periodontitis (in vivo). Odonto: Dental Journal, 11(1), 21-29. https://doi.org/10.30659/odj.11.1.21-29

Arhami, A., Djohan, L. T., & Rajagukguk, H. (2024). The Effect of Giving Salak (Salacca zalacca) Bark Extract on Liver Function and Histopathological Features of the Liver of Male Wistar White Rats Obesity Model. International Journal of Public Health Excellence (IJPHE), 3(2), 607–616. https://doi.org/10.55299/ijphe.v3i2.766.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Calabrese, E. J. (2018). Hormesis: path and progression to significance. International journal of molecular sciences, 19(10), 2871. https://doi.org/10.3390/ijms19102871

Cevanti, T. A., Soesilo, D., Pangabdian, F., Wijaya, Y. H., Puspita, S., dan Hollanda, G. H. (2023). Sitotoksisitas komposit serat selulosa sabut kelapa sebagai kandidat novelty basis pada material kedokteran gigi: studi eksperimental. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students, 7(2), 198. https://doi.org/10.24198/pjdrs.v7i2.46092

Dewi, P. S. (2018). Efektifitas ekstrak lidah buaya terhadap jumlah sel fibroblast pada proses penyembuhan luka incisi marmut. Intisari Sains Medis, 9(3).

Dewi, S. R., Argo, B. D., dan Ulya, N. (2018). Kandungan flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak Pleurotus ostreatus. Rona Teknik Pertanian, 11(1), 1-10. https://doi.org/10.17969/rtp.v11i1.9571

Dona, R., Sulistyani, N., dan Nurani, L. H. (2016). Uji sitotoksisitas dan antiproliferatif ekstrak etanol daun leunca (Solanum nigrum, L.) terhadap sel raji. Pharmaciana, 6(2), 181-190.

Fitriani, F., Soetojo, A., Subiwahjudi, A., dan Yuanita, T. (2019). Sitotoksisitas ekstrak kulit kakao (Theobroma cacao) terhadap kultur sel fibroblas BHK-21. Conservative Dentistry Journal, 9(1), 54-65.

Girsang, E., Ginting, C. N., Lister, I. N. E., Zahiroh, F. H., Kusuma, H. S. W., & Widowati, W. (2025). Antioxidant and Anti-inflammatory Activities of Salacca zalacca (Gaertn.) Peel Extract on Pb-induced Fibroblast Cells. Journal of Nature and Science of Medicine, 8(3), 212–218. https://doi.org/10.4103/jnsm.jnsm_207_23

Hadiyantini, F., Sukmawati, D., dan Gantini, T. (2022). Partisipasi Masyarakat dalam Program Gerakan Tanam dan Pelihara 50 Juta Pohon terhadap Tingkat Penjualan Bibit Tanaman Hutan di Provinsi Jawa Barat (Suatu Kasus pada Pengada/Pengedar Bibit Tanaman Hutan di Provinsi Jawa Barat). Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian, 10(2), 200. https://doi.org/10.35138/paspalum.v10i2.449

Harsini, H., dan Febri, A. (2017). Pengaruh variansi konsentrasi ekstrak kulit batang jambu mete terhadap sitotoksisitas sel fibroblas. Majalah Kedokteran Gigi Indonesia, 2(1), 6–12.

Hasibuan, F. N., Yuniwarti, E. Y. W., dan Suedy, S. W. A. (2015). Effect of Psidium guajava Linn. leaves and Anacardium occidentale Linn. leaves on wound healing to Mus musculus Linn. skin. Majalah Obat Tradisional, 20(1), 24–27.

Hermanto, E., Sari, R. P., Ariestania, V., Sari, M. E., Kamadjaja, D. B., Narmada, I. B., Pranoto, A.E., dan Farida, N. (2024). Enhanced Osteoblasts and Collagen Production Using a Blood Cockle (Anadara granosa) and Lemuru Fish Oil (Sardinella longiceps) Granule Combination for Tooth Socket Healing. Journal of International Dental and Medical Research, 17(1), 58-63.

Hervina, H., Syahriel, D., dan Prawira, I. G. N. G. S. (2021). Infiltrasi Neutrofil Pada Penyembuhan Luka Insisi Gingiva Tikus Wistar Setelah Pemberian Vitamin D. JBN (Jurnal Bedah Nasional), 5(2), 39. https://doi.org/10.24843/jbn.2021.v05.i02.p02

Ibrahim, A., Sandhika, W., dan Budipramana, V. S. (2020). Uji efektifitas ekstrak etanol daun Annona muricata terhadap sel kanker payudara MCF-7. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 6(1), 64-72.

Joshua, J., dan Sinuraya, R. K. (2018). Keanekaragaman Aktivitas Farmakologi Tanaman Salak (Salacca zalacca). Farmaka, 16(1), 99-107.

Kalangit, R. B. (2024). Metode uji sitotoksisitas biomaterial dengan bentuk scaffold padatan dan berpori spons. Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu, 6(1), 53–56.

Ma'arif, B., Rosa, N., Dianti, M. R., Firdausy, A. F., Laswati, H., dan Agil, M. (2020). Uji Sitotoksistas Ekstrak Etanol 96% Daun Semanggi (Marsilea crenata Presl.) pada Sel hFOB 1.19 dengan Metode Microtetrazolium (MTT) Assay. FARMASIS: Jurnal Sains Farmasi, 1(1), 26-32.

Murdiyanto, D., Widjijono, W., dan Nuryono, N. (2015). Pengaruh Jenis Dan Lama Perendaman Non Dental Glass Fiber Reinforced Composite Terhadap Sitotoksisitas Sel Fibroblas. B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, 2(1), 36-43.

Mustofa, S., Ismunandar, H., dan Trijayanthi, W. (2022). Cara-cara mempercepat penyembuhan luka. Medical Profession Journal of Lampung, 12(4), 659–666.

Muti’ah, R., Bhagawan, W. S., & Amalia, O. M. (2017). Toxicity Test of Ehanol Extract 96% Malayan Mistletoe Leaf (Dendrophthoe pentandra) from Various Regions in Indonesia Against Vero Cells. Proceedings of the International Conference on Green Technology, 8(1), 358–362.

Nurdiani, E., Masriani, M., Rasmawan, R., Muharini, R., dan Sartika, R. P. (2023). Sitotoksisitas dan Selektivitas Fraksi Kayu Batang Simpur Air (Dillenia suffruticosa (Griff.) Martelli) Terhadap Sel Kanker Payudara. Al-Kauniyah: Jurnal Biologi, 17(1), 190–200. https://doi.org/10.15408/kauniyah.v17i1.31299

Oktaviani, N. N. A. (2016). Uji sitotoksisitas ekstrak etanolik daun sambiloto (Andrographis paniculata (burm. F.) Nees) terhadap sel raji (kajian secara in vitro). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Panjaitan, L. B. C., Ramadhany, E. P., dan Rahaswanti, L. W. A. (2023). Pengaruh aplikasi gel ekstrak kayu manis 3% (Cinnamomum zeylanicum) terhadap jumlah sel fibroblas pada proses penyembuhan luka gingiva pada tikus wistar (Rattus norvegicus). Bali Dental Journal, 7(2), 121–126.

Pippi, R. (2017). Post-surgical clinical monitoring of soft tissue wound healing in periodontal and implant surgery. International Journal of Medical Sciences, 14(8), 721.

Putri, C. N., Rahardhian, M. R. R., & Ramonah, D. (2022). Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Kadar Total Fenol dan Total Flavonoid Esktrak Etanol Daun Insulin (Smallanthus sonchifolius) serta Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus. JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 7(1), 15. https://doi.org/10.20961/jpscr.v7i1.43465

Rahayu, Y.C., Triwahyuni, I.E., Kusumawardani, B. and Sari, D.Y., 2022. The cytotoxic and proliferative activity of cocoa pod husk extract (Theobroma cacao L.) on periodontal ligament fibroblasts. ODONTO Dental Journal, 9(1), pp.46-52

Rahmawati, I. (2014). Perbedaan efek perawatan luka menggunakan gerusan daun petai cina (Leucaena glauca Benth) dan povidon iodine 10% dalam mempercepat penyembuhan luka bersih pada marmut (cavia porcellus). Jurnal Wiyata, 1(2), 227–234.

Risa, A. M., Pantiwati, Y., Mahmudati, N., Husamah, H., dan Miharja, F. J. (2018). Daun mangga (Mangifera indica L): potensi baru penyembuh luka sayat. Biota: Biologi Dan Pendidikan Biologi, 11(2), 96–106.

Riss, T. L., Moravec, R. A., Niles, A. L., Duellman, S., Benink, H. A., Worzella, T. J., dan Minor, L. (2016). Cell viability assays. Assay Guidance Manual [Internet]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK144065/?report=reader [Accessed 1st July 2016].

Rizqi, J., dan Amestiasih, T. (2020). Pengaruh Kombinasi Madu dan Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Proliferrasi pada Sel Line Fibroblast NIH3T3: Studi In Vitro. Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu, 2(1), 535–541.

Salwa, I. N., Firdaus, I. W. A. K., dan Azizah, A. (2021). Uji toksisitas ekstrak kulit batang ulin (Eusideroxylon zwageri) terhadap sel fibroblas BHK-21 secara in vitro. Dentin, 5(3).

Setiawan, A. K. R., Iswandi, I., & Marlina, D. (2022). Karakterisasi Cocrystal Glibenklamida Dengan Variasi Pelarut dan Uji Stabilitas Termal. JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 7(3), 268. https://doi.org/10.20961/jpscr.v7i3.59893

Shabir, E. S., Rahmadani, A., Meylina, L., dan Kuncoro, H. (2018). Uji fitokimia ekstrak kulit buah salak (Salacca zalacca) dan pengaruh ekstrak terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan jamur Candida albicans. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 8, 314–320.

Sulistyo, L. E., Fibryanto, E., dan Melaniwati, M. (2023). Uji Sitotoksisitas Sediaan Baru Pasta Ca(OH)2 Terhadap Sel Fibroblas (In Vitro). Cakradonya Dental Journal, 15(1), 17-22..

Taher, D. M., Solihin, D. D., Cahyaningsih, U., dan Sugita, P. (2018). Ekstrak metanol cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merry dan Perry) varietas tuni buru selatan sebagai antimalaria. Acta Veterinaria Indonesiana, 6(2), 38-47.

Vazquez-Tibau, A., dan Grube, B. D. (2021). Biocompatibility in Dentistry: A Mini Review. Mod Res Dent, 6(4), 49-54. https://doi.org/10.31031/mrd.2021.06.000643

Vitria, R. D. N., Yuanita, T., dan Pribadi, N. (2015). Uji viabilitas flavonoid ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap sel fibroblas BHK-21. Conservative Dentistry Journal, 5, 26–31.

Wahyuni, P. S., Rahardjo, A., & Novrinda, H. (2024). Determinan Status Periodontal Pada Remaja Di Indonesia: Analisis Data Riskesdas Tahun 2018. Cakradonya Dental Journal, 16(1), 7–16. https://doi.org/10.24815/cdj.v16i1.32134

Wendersteyt, N. V., Wewengkang, D. S., & Abdullah, S. S. (2021). Uji aktivitas antimikroba dari ekstrak dan fraksi Ascidian herdmania momus dari perairan Pulau Bangka Likupang terhadap pertumbuhan mikroba Staphylococcus aureus, Salmonella typhimurium, dan Candida albicans. Pharmacon, 10(1), 706–712.

Widowati, W., Dani, D., Vera, V., Wargasetia, T. L., Rahardja, F., Tih, F., Onggowidjaja, P., Tjokropranoto, R., Zahiroh, F. H., Azis, R., Priyandoko, D., Surakusumah, W., & Hadiprasetyo, D. S. (2025). Salacca zalacca extract’s antiaging effect on aging genes, protein levels, and apoptosis in UV-induced fibroblast cells. Journal of Taibah University Medical Sciences, 20(3), 349–358. https://doi.org/10.1016/j.jtumed.2025.05.005

World Health Organization. (2022). Indonesia oral health country profile. World Health Organization

Refbacks

  • There are currently no refbacks.