Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle Blended Learning Terhadap Berpikir Kritis Siswa SMK

Jannah Pristya Nandya Putri, Basori Basori, Cucuk Wawan Budiyanto

Abstract

Dunia pendidikan sangat penting untuk mengembangkan sumber daya manusia dengan pemahaman tentang cara menggunakan teknologi, kemampuan menciptakan inovasi baru, dan kapasitas pemikiran kritis untuk memecahkan masalah. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki menurut Partnership for 21st Century Learning adalah berpikir kritis. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sedangkan desain yang digunakan yaitu quasi experimental design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan critical thinking siswa pada mata pelajaran Informatika menggunakan model Learning Cycle Blended Learning. Nilai n gain di kelas eksperimen adalah 0,58 dengan kategori sedang, serta pada kelas kontrol nilai n gain 0,37 dengan kategori sedang. Apabila dibandingkan melalui n gain score, maka penggunaan model pembelajaran Learning Cycle Blended Leanrning lebih efektif digunakan. Maka terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan model pembelajaran Learning Cycle Blended Learning berbantuan dengan moodle. Pembelajaran dapat berorientasi kepada siswa karena siswa dapat menjawab pertanyaan pertanyaan yang diberikan oleh guru. Siswa lebih bersikap aktif dan kreatif dalam diskusi maupun mandiri sesuai dengan indikator indikator berpikir kritis.

Full Text:

PDF

References

Y. Andrian and R. Rusman, “Implementasi pembelajaran abad 21 dalam kurikulum 2013,” J. Penelit. Ilmu Pendidik., vol. 12, no. 1, pp. 14–23, 2019, doi: 10.21831/jpipfip.v12i1.20116. [2] A. T. Hasibuan and A. Prastowo, “Konsep Pendidikan Abad 21: Kepemimpinan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sd/Mi,” MAGISTRA Media Pengemb. Ilmu Pendidik. Dasar dan Keislam., vol. 10, no. 1, pp. 26–50, 2019, doi: 10.31942/mgs.v10i1.2714. [3] Partnership for 21st Century learning, “Our mission is to realize the power and promise of 21st century learning for every student in early learning, in school, and beyond school across the country and around the globe,” battelleforkids, 2017. http://www.battelleforkids.org/networks/p21 [4] Kemendikbud, “Pendidikan Karakter Dorong Tumbuhnya Kompetensi Siswa Abad 21,” Kemendikbud Jakarta, 2019. [5] N. F. Hadi and Khojir, “Analysis of the Relationship between ‘ merdeka belajar’ and the Progressivism Philosophy,” Almufi J. Meas. Assessment, Eval. Educ., vol. 1, no. 2, pp. 106–114, 2021, [Online]. Available: http://almufi.com/index.php/AJMAEE/article/view/101 [6] R. H. Mardhiyah, S. N. F. Aldriani, F. Chitta, and M. R. Zulfikar, “Pentingnya Keterampilan Belajar di Abad 21 sebagai Tuntutan dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia,” J. Lect., vol. 12, no. 1, pp. 29–40, 2021, [Online]. Available: http://www.abdiinsani.unram.ac.id/index.php/jurnal/article/view/376%0Ahttps://kns.cnki.net/kcms/detail/11.1991.n.20210906.1730.014.html%0Ahttps://embiss.com/index.php/embiss/article/view/68 [7] T. Doleck, P. Bazelais, D. J. Lemay, A. Saxena, and R. B. Basnet, “Algorithmic thinking, cooperativity, creativity, critical thinking, and problem solving: exploring the relationship between computational thinking skills and academic performance,” J. Comput. Educ., vol. 4, no. 4, pp. 355–369, 2017, doi: 10.1007/s40692-017-0090-9. [8] E. Y. Al Husnul, F. Sesunan, and U. Rosidin, “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 7E Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sma,” Gravity J. Ilm. Penelit. dan Pembelajaran Fis., vol. 5, no. 2, pp. 50–57, 2019, doi: 10.30870/gravity.v5i2.5192. [9] R. P. Kusumastuti, A. Rusilowati, and S. E. Nugroho, “Pengaruh Keterampilan Berpikir Krtis Terhadap Literasi Sains Siswa,” UPEJ Unnes Phys. Educ. J., vol. 8, no. 3, pp. 254–261, 2019. [10] Kemendikbud, “Mendikbud: Literasi Lebih Dari Sekadar Membaca Buku,” Kemendikbud Jakarta, 2019. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/08/mendikbud-literasi-lebih-dari-sekadar-membaca-buku (accessed Jul. 16, 2022). [11] OEDC, “Indonesia What 15-year-old students in Indonesia know and can do Figure 1 . Snapshot of performance in reading , mathematics and science,” OEDC, vol. 1, no. 3, pp. 1–10, 2019, [Online]. Available: https://www.oecd.org/pisa/publications/PISA2018_CN_IDN.pdf [12] L. Tahmidaten and W. Krismanto, “Permasalahan Budaya Membaca di Indonesia (Studi Pustaka Tentang Problematika & Solusinya),” Sch. J. Pendidik. dan Kebud., vol. 10, no. 1, pp. 22–33, 2020, doi: 10.24246/j.js.2020.v10.i1.p22-33. [13] H. Serin, “A Comparison of Teacher-Centered and Student-Centered Approaches in Educational Settings,” Int. J. Soc. Sci. Educ. Stud., vol. 5, no. 1, 2018, doi: 10.23918/ijsses.v5i1p164. [14] Z. Cyly Arrum Dalu and M. Rohman, “Pengembangan E-Learning Sebagai Media Pembelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital bagi Siswa SMK,” Jupiter (Jurnal Pendidik. Tek. Elektro), vol. 04, no. 1, pp. 25–33, 2019. [15] M. R. Arviansyah and A. Shagena, “1803-Article_Text-5370-1-10-20220705,” Ef. Dan Peran Dari Guru Dalam Kurikulum Merdeka Belajar, vol. 17, no. 1, pp. 40–50, 2022. [16] Afandi, Sajidan, M. Akhyar, and N. Suryani, “Development Frameworks of the Indonesian Partnership 21st-Century Skills Standards for Prospective Science Teachers: A Delphi Study,” J. Pendidik. IPA Indones., vol. 8, no. 1, pp. 89–100, 2019, doi: 10.15294/jpii.v8i1.11647. [17] & H. Ibnu Rusydi, Ahmad., Kosim., “Pengaruh Model Learning Cycle 7E Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik,” J. Pijar MIPA, vol. 13, no. 2, pp. 124–131, 2018, doi: 10.29303/ jpm.v13i2.7451. [18] M. Sagita and Khairunnisa, “Pemanfaatan E-Learning Bagi Para Pendidikan Di Era Digital 4.0,” J. Sos. Hum., vol. 2, no. 2, pp. 1–7, 2019. [19] M. Sari, “Analisis Model-model Blended Learning di Lembaga Pendidikan,” Nat. Sci. J. Pendidik. IPA dan Pendidik. IPA, vol. 5, no. 2, p. 836, 2019. [20] A. W. Yudha, M. Mustaji, and A. N. Fatirul, “Pengaruh Model Blended Learning Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Smk,” JIPI (Jurnal Ilm. Penelit. dan Pembelajaran Inform., vol. 7, no. 1, pp. 147–154, 2022, doi: 10.29100/jipi.v7i1.2517. [21] Usmadi, “Pengujian Persyaratan Analisis (Uji Homogenitas Dan Uji Normalitas),” Inov. Pendidik., vol. 7, no. 1, pp. 50–62, 2020, doi: 10.31869/ip.v7i1.2281. [22] R. R. Hake, “Analyzing Change/Gain Scores,” USA Dept Phys. Indiana Univ., 1999.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.