Pengembangan Modul Elektronik Fisika Berbasis Web dengan Pendekatan Computational Thinking pada Materi Momentum dan Impuls Kelas X SMA

Atina Rahmawati, Ahmad Fauzi, Elvin Yusliana Ekawati

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: menjelaskan prosedur pengembangan, kelayakan, serta karakteristik modul elektronik berbasis web dengan pendekatan computational thinking pada materi momentum dan impuls kelas X SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah RnD (Research and Development) dengan model pengembangan Borg and Gall yang dimodifikasi hingga tahap ketujuh, yaitu revisi produk utama. Sumber data penelitian diperoleh dari dua ahli, tiga reviewer, tiga peer reviewer, dan 84 siswa. Data kualitatif diambil melalui wawancara dan angket terbuka kemudian dianalisis dengan model Miles and Huberman. Data kuantitatif diambil melalui angket tertutup kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini: (1) prosedur pengembangan modul dilakukan dengan penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan awal produk, uji coba lapangan awal, revisi produk awal, uji coba lapangan utama, dan revisi produk uji coba lapangan utama; (2) kelayakan dari validasi ahli, penilaian reviewer dan peer reviewer, dan uji coba lapangan menunjukkan modul elektronik yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat baik; (3) karakteristik modul elektronik yang dikembangkan yaitu menggunakan alur pembelajaran computational thinking yang dilengkapi dengan ilustrasi gambar dan video, refleksi, virtual lab, serta latihan soal dengan umpan balik otomatis.

Keywords

computational thinking; modul elektronik; momentum dan impuls; pengembangan; web

References

Bebras. Tanpa tahun. Sejarah bebras indonesia. http://bebras.or.id/v3/sejarah-bebras-indonesia/. Diakses 21 Januari 2021 Pukul 22.40 WIB.

Borg, W.R., Gall, M.D. (1989). Educational research: an introduction. New York: Pitman Publishing Inc.

CSTA. (2011). Computational thinking teacher resources. National Science Foundation.

Dyne, MV., Braun, J. (2014). Effectiveness of a computational thinking (CS0) course on student analytical skills. SIGCSE ’14. Association for Computing Machinery, New York, NY, USA, 133-138.

Haines, S., dkk. (2019). The effects of computational thinking professional development on STEM teachers’ perceptions and pedagogical practices. Athens Journal of Science. 6(2): 97-122.

Ince, Elif. (2018). An Overview of problem solving studies in physics education. Journal of Education and Learning. 7(4): 191-200.

Lasry, N., dkk. (2009). Are most people too dumb for physics?. Journal The Physics Teacher. 47(10): 418-422.

Mesan, Tracy., dkk. (2020). Development and validation of unplugged activity of computational thinking in science module to integrate computational thinking in primary science education. Science Education International. 31(2): 142-149.

Ornek, F., dkk. (2007). What makes physics difficult?. Inernational Journal of Environment and Science Education. 18(3): 165-172.

Schwab, Klaus. (2016). The fourth industrial revolution: what it means, how to respond. https://www.weforum.org/agenda/2016/01/the-fourth-industrial-revolution-what-it-means-and-how-to-respond/. Diakses 13 Januari 2020 pukul 16.43 WIB.

Solihudin JH, T. (2018). Pengembangan e-modul berbasis web untuk meningkatkan penccapatian kompetensi pengetahuan fisika pada materi listrik statis dan dinamis SMA. Jurnal Wahana Pendidikan Fisika. 3(2): 51-61.

Sobel, M. (2009). Physics for The non-scientist: a middle way. Journal The Physics Teacher. 47(6): 346-349.

Suroyoso., Nurrohman, S. (2014). Pengembangan modul elektronik berbasis web sebagai media pembelajaran fisika. Jurnal Kependidikan. 44(1): 73-82.

The United Nations Development Programme. (2018). Development 4.0: opportunities and challenges for accelerating progress towards the sustainable development goals in asia and the pacific. https://www.undp.org › sustainable-development. Diakses 13 Januari 2020 pukul 14.32 WIB.

Wing, J. M. (2006). Computational thinking. Journal Cominication of ACM 49(3): 33-35.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.