Merancang Pembelajaran Tanpa Dukungan Inklusi: Pengalaman Guru Sekolah Dasar Negeri Non Inklusi dalam Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus
Abstract
Keberadaan siswa berkebutuhan khusus di sekolah reguler menghadirkan tantangan bagi guru, terutama pada sekolah yang belum berstatus sebagai sekolah penyelenggara pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman guru dalam merancang pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus di sekolah dasar negeri non inklusi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur dan studi dokumen. Partisipan penelitian terdiri atas empat guru kelas dari dua sekolah dasar negeri non inklusi di Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali. Data dianalisis melalui reduksi data, pengkodean, kategorisasi, identifikasi tema, dan interpretasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu pemahaman guru tentang pendidikan inklusif, adaptasi tujuan pembelajaran, modifikasi materi dan aktivitas pembelajaran, fleksibilitas asesmen dan dukungan pembelajaran, serta keterbatasan dukungan inklusif. Guru mengembangkan berbagai strategi adaptif melalui penyesuaian target belajar, modifikasi tugas, tutor sebaya, dan asesmen yang fleksibel. Namun demikian, ketiadaan Guru Pembimbing Khusus, terbatasnya pelatihan, dan minimnya dukungan institusional masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan dukungan sistemik untuk meningkatkan kualitas layanan pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus di sekolah non inklusi.
Keywords
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.


