SISTEM LAPISAN SOSIAL DAN SISTEM KEAGAMAAN MEGALITIK-HINDU KUNO DI LIMA WILAYAH KECAMATAN DI KABUPATEN KEBUMEN

Teguh Hindarto, Chusni Ansori

Abstract

The existence of a number of ancient Megalithic and Hindu artifacts in five districts in Kebumen Regency is still lacking in assessment, especially from a sociological perspective. Its existence is dominated by a number of narratives that are mythological rather than historical and sociological. The research method used in this study is qualitative with an exploratory and descriptive approach. This study was analyzed using Structural Functional Theory. The research results show that the ancient Kebumen area is home to several layers of older people who lived in the Megalithic era marked by the presence of a number of terraces and andesite stone structures. The next layer of society is the ancient Hindu era of Shiva worshipers, which is marked by the presence of a number of Lingga and Yoni and Ganesha. Although minus documentary data regarding the existence of people who left behind the legacy of ancient Megalithic and Hinduism, but through the analysis of material social facts the existence of artifacts and analysis of religious symbols, a number of initial conclusions were formed which became the basis for subsequent sociological research. Based on available data it can be concluded that various ancient socio-religious layers have contributed to shaping the socio-cultural life of the Kebumen community today.

Keywords: Megalithic; Hinduism; Shivaism; Social Layer; Religious Systems; Social Facts; Social Stratification; Gemeinschaft; Geselschaft.

 

Abstrak

Keberadaan sejumlah sebaran artefak Megalitik dan Hindu kuno di lima kecamatan di Kabupeten Kebumen masih minim pengkajian khususnya dari perspektif sosiologis. Keberadaannya lebih didominasi oleh sejumlah narasi yang bersifat mitologis tinimbang historis dan sosiologis.. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan eksplorasi dan deskriptif. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Fungsional Struktural. Hasil riset menujukkan bahwa wilayah Kebumen kuno merupakan tempat tinggal beberapa lapisan masyarakat lebih tua yang hidup di era Megalitik yang ditandai dengan keberadaan sejumlah punden berundak dan struktur batu andesit. Lapisan masyarakat berikutnya adalah masyarakat era Hindu kuno pemuja Siwa yang ditandai dengan keberadaan sejumlah Lingga dan Yoni serta Ganesha. Sekalipun minus data dokumenter mengenai keberadaan masyarakat yang meninggalkan warisan Megalitik dan Hindu kuno, namun melalui analisis fakta sosial material keberadaan artefak dan analisis simbol-simbol keagamaan, didapatkan sejumlah kesimpulan awal yang menjadi landasan bagi penelitian sosiologis berikutnya. Berdasarkan data yang ada dapat disimpulkan bahwa berbagai lapisan sosial keagamaan kuno telah berkontribusi membentuk kehidupan sosial budaya masyarakat Kebumen masa kini.   

Kata kunci : Megalitik, Hinduisme, Siwaisme, Lapisan Sosial, Sistem Keagamaan, Fakta Sosial, Stratifikasi Sosial, Paguyuban, Patembayan.

Full Text:

PDF

References

Adrisijanti, Prof. DR. Inajati, 2014, Majapahit:Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota, Yogyakarta: Kepel Press.

Aris Munandar, Agus.2008. Ibukota Majapahit: Masa Kejayaan dan Pencapaian, Jakarta: Komunitas Bambu.

Arifin, M.T., 2019, Kebumen, Sema’an Panorama Kanvas: Bungai Rampai Kajian Sosiobudaya, Surakarta: Prajasuci Komunitas Mangkubumen

Balai Arkeologi D.I. Yogyakarta, 2014, Katalog Koleksi Arca Batu Balai Pelestarian Cagar Budaya, Yogyakarta.

Balai Arkeologi D.I. Yogyakarta, 2016, Laporan Kegiatan Peninjauan Temuan Baru Struktur Candi di Dusun Kalipuru Desa Pujotirto, Kecamatan Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, Yogyakarta.

Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, 1918, Inventaris der Hindoe-Oudheden 1915, Rapporten Van Den Oudheidkundingen Dienst van Nederlandsch Indie, Weltevreden: Albrecht & Co - s'Gravenhage: M. Nijhoff.

Durkheim, Emile, 2005, Sejarah Agama: The Elementary Forms of the Religious Life, Yogyakarta: IRCISOD.

Eren, H.R. Van Heek, 1958, The Bronze Iron Age of Indonesia, ‘s Gravenhage Martinus Nijhoff,

Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, 1938, Oudheidkundig Verslag 1937, Batavia: Kon. Drukkerij De Unie

Flood, Gavin, 2003, The Blackwell Companion to Hinduism, Blackwell Publishing.

Herusatoto, Budiono,2008, Banyumas: Sejarah, Budaya, Bahasa dan Watak, Yogyakarta: LkiS.

Juynboll, Dr. H. H. Javaansche Oudheden: Catalogus Van 's Rijks Ethnographisch Museum, Leiden: Boekhandel en Drukkerij, 1909

Klostermaier, Klaus K., 2014, Hinduism: A Short History, Oneworld Publications.

Kolopaking, Tirto Wenang, 2005, Sejarah Silsilah Wiraseba Banyumas: Ki Ageng Mangir, Kolopaking, Arung Binang, Jakarta: Trah Kolopaking

Krom, N.J., 1920, Inleiding Tot De Hindoe-Javaansche Kunst, Leiden: s'Gravenhage - Martinus Nijhoff,

Linton, Ralph. 1936. The Study of Man: An Introduction, New York: Appleton-Century-Croft, Inc

Maulana, Ratnaesih, 1997, Ikonografi Indonesia, Jakarta: Fakultas Sastra UI

Putra, I G AG. 1998, Wrhaspati Tattwa, Surabaya: Paramita

Turner, Jonathan H., 2014, Theoritical Sociology: A Concise Introdukction to Twelve Sociological Theories, Los Angeles: SAGE

Titib, I Made, 2003, Theologi dan Simbol-lsimbol dalam Agama Hindu, Surabaya: Paramita

Paulus, B. 1917, Encyclopaedia van Nederlandsch Indie, eerste Deel A-C, Leiden: ‘s Gravenhage- Martinus Nijhoff

Poloma, Margaret M.,2010, Sosiologi Kontemporer, Jakarta: Raja Grafindo Pustaka

Prasetyo, Bagas, 2016, Eksotisme Megalitik Nusantara, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press,

Prijadi, Sugeng, 2004, Sejarah dan Kebudayaan Kebumen, Yogyakarta: Jendela

Rahardjo Suprtikno, 2011, Peradaban Jawa: Dari Mataram Kuno Sampai Majapahit Akhir, Jakarta: Komunitas Bambu

Soekanto, 2013, Prof. DR. Soerjono dan Dra. Budi Sulistyowati, MA.,

Sosiologi: Suatu Pengantar, Jakarta: PT. Raja Grafindo Press

Soekmono, 2017, Candi: Fungsi dan Pengertiannya, Yogyakarta: Penerbit Ombak

Suwardono, 2019, Sejarah Indonesia Masa Hindu Budha, Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Van der Meulen, W.J. 1988. Indonesia di Ambang Sejarah. Yogyakarta: Kanisius.

Pradipta, Martin dan Herwindo, Rahadian Prajudi, 2017, Ciri Megalitik Pada Arsitektur Candi di Pulau Jawa (Dari Masa Klasik Tua, Klasik Tengah dan Klasik Muda), Jurnal RISA (Riset Arsitektur), Vol 01, No. 03.

Prijadi, Sugeng, 2008, Sejarah Kota Purwokerto, Jurnal Penelitian Humaniora, Vol. 9, No. 1

____________, 2002, Babad Pasir: Banyumas dan Sunda, Jurnal Penelitian Humaniora, Vol. 9, No. 2

Sulistyo, Ary, 2008, Situs-Situs Megalitik Di Daerah Tenggara Gunung Slamet Purbalingga Jawa Tengah: Kajian Lingkungan Fisik dan Karakter Situs, Skripsi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.