Pengaruh Penambahan Bahan Campuran Bestmittel Terhadap Kuat Tekan Beton Normal
Abstract
Beton merupakan salah satu bahan struktur dalam konstruksi yang sering digunakan. Dengan semakin banyaknya proyek-proyek besar dalam pembangunan infrastruktur di berbagai bidang, menyebabkan adanya tuntutan waktu terhadap perkembangan pelaksanaan proyek yang sering kali memaksa agar beton dapat menunjukkan kinerja optimalnya di waktu lebih cepat dari waktu yang dibutuhkan beton normal. Karenanya diperlukan suatu bahan tambah yang dapat membantu proses tersebut dengan tata cara penambahan dosis yang sudah disarankan oleh produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Bestmittel terhadap nilai kuat tekan beton dan untuk mengetahui berapa persen jumlah optimum bahan tambah Bestmittel yang ditambahkan untuk mencapai kuat tekan maksimum beton.
Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Benda uji eksperimen berupa beton normal dan beton dengan variasi pengurangan dan penambahan Bestmittel dari kadar yang disarankan oleh produk yaitu sebesar 0,1%, 0,4%, dan 0,7% dari berat semen yang digunakan. Benda uji berupa silinder beton dengan ukuran 15 × 30 cm sebanyak 36 buah dan diuji kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari dengan kuat tekan rencana sebesar 20 MPa.
Hasil penelitian didapatkan nilai kuat tekan pada umur 28 hari beton normal (0% Bestmittel) sebesar 23,09 MPa. Nilai kuat tekan beton variasi 0,1%, 0,4%, dan 0,7% secara berurutan yaitu sebesar, 29,15 MPa, 27,50 MPa, dan 33,83 MPa. Secara umum penambahan Bestmittel menyebabkan peningkatan terhadap nilai kuat tekan beton. Kecenderungan peningkatan beton mengalami penurunan pada variasi 0,4%, tetapi kembali meningkat pada variasi 0,7%.Keywords
DOI: https://doi.org/10.20961/ijcee.v11i2.62111
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal Of Civil Engineering Education

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



3.png)
6.png)


7.png)