KOLOM STRUKTUR MODULAR BETON RAMAH LINGKUNGAN DENGAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN

Eko Teguh Wahyudi, Chundakus Habsya, Rima Sri Agustin

Abstract


Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan abu sekam padi pada persentase 7.5%, 10%, 12.5% sebagai substitusi parsial semen agar diperoleh berat isi segmen kolom struktur modular yang maksimal; menganalisis kolom struktur modular beton yang ramah lingkungan; serta menganalisis perbandingan kolom struktur konvensional dengan kolom struktur modular beton. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan standar uji berat isi segmen kolom mengacu pada SK SNI T-15-1991-03. Perbandingan campuran semen : pasir : kerikil yang digunakan adalah 1 : 2,673 : 2,896 dan FAS sebesar 0.55. Sampel segmen kolom struktur modular berdimensi 300 mm x 300 mm x 150 mm. Sampel diuji setelah perawatan selama 28 hari. Hasil penelitian ini adalah berat isi segmen kolom struktur modular beton sebesar 2317.75 kg/m3 diperoleh pada persentase 10 % abu sekam padi sebagai substitusi parsial semen. Penggunaan variasi abu sekam padi memiliki ciri-ciri beton ramah lingkungan sesuai aspek penilaian sumber dan siklus material pada perangkat Greenship new building versi 1.2. Penggunaan sistem prapabrikasi kolom struktur modular bernilai ekonomis karena dapat mereduksi biaya pembuatan kolom sebesar 18.21 % dibandingkan kolom struktur konvensional.

Abstract : This study aims to analyze the percentage of rice husk ash untilization 7.5%, 10%, 12.5% as a partial substitution of cement in order to obtain the weight of the contents of the maximum modular structure colom; analyze the columns of environmentally friendly concrete modular structures; as well as analyzing the ratio of columns of conventional structures with columns of concrete modular structure. This research is a quantitative research with standard weight test of column segment content refersh to SNI Sk T-15-1991-03. Comparison of cement mixture: sand: gravel used is 1 : 2,673 : 2,896 and FAS of 0.55. Sample modular structure column segments with a dimensional 300 mm x 300 mm x 150 mm.Samples tested after 28 days of treatment. The result of this study is the weight of the contents of the column of concrete modular structure segment of 2317.75 kg / m3 obtained at a percentage of 10% rice husk ash as a partial subtitusion of cement. The use of rice husk ash variations has environmentally friendly concrete characteristics according to the aspects of material resource and cycle on greenship new building device version 1.2. The use of modular structure column pre-manufacturing system is economical because it can reduce the cost of creating columns by 18.21 % compared to conventional structure columns.


Keywords


Kata kunci: Abu sekam padi, Ekonomis, Kolom struktur modular beton, Ramah lingkungan. Keywords: Column modular concrete structure, Environmentally friendly, Economical, Rice husk ash.

Full Text:

PDF
rticle

References


Ardhiansyah, I., & Azizah, R. (2020). Pengukuran Greenship New Building Ver. 1.2 pada Bangunan Baru Rumah Atsiri Indonesia (Final Assessment). Sinektika: Jurnal Arsitektur, 15(2), 79–86.

Badan Standardisasi Nasional. (2008). Cara uji berat isi, volume produksi campuran dan kadar udara beton. In SNI 1973:2008 (Issue 1).

Badan Standardisasi Nasional. (2013). Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. In SNI 2847:2013 (pp. 1–265).

Damayanti, N., Chyntia, E., Herlina, D., Agriani, R., Desriana, S., & Anshory, M. S. (2017). Muhammad Baedowy. Pengusaha Daur Ulang Sampah Yang Sukses Serta Pengaruh Usahanya Dalam Melestarikan Lingkungan. Nadia Damayanti. https://nadiadamayanti29.blogspot.com/2017/11/makalah-daur-ulang-softskill.html

Dinas Bina Marga dan Cipta Karya. (2020). Harga Satuan Pekerjaan Konstruksi, Harga Satuan Dasar Bahan Bangunan dan Upah (II, Issue 024).

Hidayat, A. (2011). Pengaruh Penambahan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan Beton K-225. JURNAL APTEK, 3(2), 161–172.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2016). Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum Nomor 28/PRT/M/2016. In Kementrian PUPR (Issue 28, pp. 1–874).

Mushlih, A. (2021). Perbandingan Waktu dan Biaya Pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Berdasarkan Metode Kontroversial dan Pracetak. Universitas Islam Indonesia.

Prakoso Nugroho, S. (2018). Analisis perbandingan biaya bekisting antara bekisting multiplek dan bekisting tegofilm untuk kolom gedung bertingkat. Universitas Islam Indonesia.

Raharja, S., As’ad, S., & Sunarmasto. (2013). Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi Sebagai Bahan Pengganti Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Dan Modulus Elastisitas Beton Kinerja Tinggi. E-Jurnal Matriks Teknik Sipil, 1(4), 503–510.

Setia, H., Habsya, C., & S, T. L. A. (2015). Pengaruh Penggunaan Pecahan Genteng Dan Penambahan Fly Ash Terhadap Kuat Tekan Segmen Kolom Modular dan Beban Aksial Komponen Kolom Sebagai Suplemen Bahan Ajar Mata Kuliah Teknologi Beton. Journal Uns, 37, 1–31.

Suprasman, & Ermiyati. (2006). Kuat Tekan Dengan Penambahan Abu Sekam Padi Sebagai Pengganti Sebagian Semen. Spektrum, 4(2), 198–205.

Tjokrodimuljo, K. (2004). Teknologi Beton (2nd ed.). Universitas Gadjah Mada.

Triastuti, & Nugroho, A. (2017). Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi terhadap Sifat Mekanik Beton Busa Ringan. Jurnal Teknik Sipil, 24(2), 139–144.

Wigbout, F. (n. d. (1992). Pedoman Tentang Bekisting (Kotak Cetak).




DOI: https://doi.org/10.20961/ijcee.v7i2.61099

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.