MOTIVASI TINDAKAN SALMAN FARIS DALAM MEMBANGUN DISKURSUS KARISMA TUAN GURU DI DALAM NOVEL TUAN GURU

F. Fauzan

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membongkar motivasi tindakan Salman Faris dalam membangun diskursus karisma Tuan Guru di dalam novel Tuan Guru. Data yang digunakan dalam penelitian adalah semua ekspresi bahasa maupun ungkapan-ungkapan yang merupakan diskursus karisma Tuan Guru yang terdapat dalam novel Tuan Guru serta data yang didapatkan melalui hasil wawancara dengan para informan yang dianggap paling representatif. Data yang ada dianalisis dengan teori diskursus oleh Foucault yang digunakan secara eklektik dengan teori simulacra Baudrillard. Hasil analisis menunjukkan bahwa Salman Faris membangun diskursus karisma Tuan Guru atas dasar pengamatan dan interaksi sosial dengan masyarakat Lombok di tengah lingkungan Tuan Guru maupun di luar, sehingga Salman Faris berhasil membongkar motivasi tindakan Tuan Guru di tengah masyarakat Lombok yang memiliki tujuan untuk menjadi penguasa. Tuan Guru merupakan tokoh agama yang paling berpengaruh di Lombok.

 

Kata kunci: Salman Faris, diskursus karisma tuan guru, novel tuan guru

Full Text:

PDF

References

Akbar, et al. (2013). “Kajian Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan dalam Novel “Tuan Guru” Karya Salman Faris” dalam Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. ISSN: 1693-623X Vol 1, No 1, Hal 54-68.

Fayyadl, M.A. (2012). Derrida. Yogyakarta: LKiS.

Alimi, M.Y. (tanpa tahun). Dekonstruksi Seksualitas Poskolonial, dari Wacana Bangsa hingga Wacana Agama. Yogyakarta: LKSI.

Aziz, M.I. (2001). Esai-Esai Jean Budrillard: Galaksi Simulacra. Yogyakarta: LKSI.

Barker, C. (2013), Cultural studis. Teori dan praktik. Yogyakarta: Kreasi wacana.

__________. (2014). Kamus Kajian Budaya. Yogyakarta: PT Kanisius.

Baudrillard, J. (2015). Lupakan Postmodernisme. Bantul. Kreasi Wacana.

Cavallaro, D. (2001). Critical and Cultural Theory. London: The Athlone Press.

Fahrurrozi. (2010). “Tuan Guru Antara Identitas Normatif Dengan Realitas Sosial Pada Masyarakat Lombok” dalam Jurnal Penelitian Keislaman, Vol 7, No 1, Hal 221-250, Desember 2010.

Fashri, F. (2007). Penyingkapan Kuasa Simbol. Yogyakarta: Juxtapose.

Foucault. (1997). Sejarah Seksual Seks dan Kekuasaan. Jakarta: PT. Grmedia Pustaka Utama.

Hall, Stuart et al (ed.). (2011). Budaya, Media, Bahasa: TeksUtamaPencanang Cultural Studies 1972-1979. Terj. Yogyakarta: Jalasutra.

Hardiyatna, P.S. (1997). Michael Foucault: Disiplin Tubuh-Bengkel Individu Modern. Yogyakarta: LKSI.

Lubis, A.Y. (2014). Postmodernisme, Teori dan metode. Jakarta: PT Raja Hrafindo Persada: Rajawali Pers.

__________. (2014). Teori dan Metodelogi Ilmu Pengetahuan Sosial Budaya Kontemporer. Jakarta: PT Raja Hrafindo Persada: Rajawali pers.

Moesa, A.M. (2007). Nasionalisme Kiai: Konstruksi Sosial Berbasis Agama. Yogyakarta: LKSI.

Salamah, U. (2015). Perspektif Teori Postmodern Terhadap Problema Sosial Politik Kontemporer. Malang. Media Nusa Creative.

Sardiman, A.M. (2014). Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar: Jakarta: Rajawali Pers.

Suryawan, I.N. (2010). Geneologi Kekerasan dan Pergolakan Subaltern: Bara Di Bali Utara. Jakarta: Predana.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.