TIMUR YANG MISTIS DAN BARAT YANG LOGIS: REPRESENTASI PASCAKOLONIAL DALAM CERPEN "SUSUK KEKEBALAN" (2010) KARYA HAN GAGAS

Ahmad Mustolih, Hary Sulistyo

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai cerpen Susuk Kekebalan karya Han Gagas dengan teori Orientalisme Edward W. Said. Cerpen tersebut bercerita mengenai kondisi representasi konflik politik 1965. Dalam konfilk itu, relasi superioritas dan inferioritas tersebut merupakan representasi antara dikotomi oposisi biner antara Barat dan Timur. Selain itu, dalam kacamata Barat, Timur sering kali dianalogikan sebagai pihak yang lemah, mistis, antah berantah, dan tidak logis, sedangkan Barat adalah oposisi biner yang sebaliknya. Penelitian ini melihat aspek  superioritas dan inferioritas, yang mistis dan logis, dan melihat korelasinya dengan kondisi historis khususnya dengan aspek kesejarahan di era kolonial. Timur direpresentasikan dalam diri Warok Wulunggeni dan Warok Wirodigdo, yang mistis dan mudah di adu domba. Representasi Barat dalam diri Bapak bersenapan yang cerdas, superior, dan representasi dari kekuasaan. Hasil penelitian ini adalah bahwa meskipun Timur dalam kacamata Barat berada dalam posisi lemah dalam hierarki kekuasaan, di sisi lain nilai-nilai Timur seperti setia kawan, jiwa ksatria, dan kemistisan dengan memasang susuk, membuat Timur memiliki nilai dekonstruktif terhadap sudut pandang Barat

Keywords

Susuk kekebalan, superioritas dan inferioritas, oposisi biner Barat dan Timur

Full Text:

PDF

References

Budianta, M. (2017). “Culture, power, and identity: The case of Ang Hien Hoo, Malang” WACANA, Jurnal Ilmu Pengetahuan Budaya, Vol. 18, No. 2 (2017), hlm. 485-510

Faruk. (2012). Metodologi penelitian sastra: sebuah penjelajahan awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Gagas, H. (2010). Susuk kekebalan. Republika. Diakses pada tanggal 14 September 2018. https://lakonhidup.com/2010/03/28/susuk-kekebalan/

Gagas, H. (2014). Catatan orang gila. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Gandhi, L. 1998. Postcolonial Theory: A Critical Introduction. Edinburgh: Edinburgh University Press

Kommer, H. (1903). Cerita Nyi Paina. Batavia: A. Veit & Co

Maimunah, (2014). “Perlawanan Alam terhadap Kolonialisme da;am Cerpen Pohon Jenawi Karya Budi Darma”. LITERA; Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, Vol. 13,No. 2, Oktober 2014, hlm. 326-337

Meer, A van Der and Eickhoff, M. (2017). “Indonesian Chinese in the Netherlands and the legacies of violence in colonial and postcolonial Indonesia”. WACANA, Jurnal Pengetahuan Budaya, Vol. 18, No. 1, 2017, hlm. 38-64

Muhamad, A.B.R. (2017). “Suara-Suara Dari Pedalaman; Bias dan Dilema Identitas Nasionalisme dalam Novel Burung-Burung Manyar Sebuah Upaya Pencapaian Esensialisme Strategis” LINGUA, Vol. XIII, No.1, 2017, hlm. 34-50, http://journal.unnes.ac.id/mju/index.php/lingua

Morton, S. (2008). Gayatri C. Spivak: Etika, Subalternitas, & Kritik Penalaran Pascakolonial. (terjemahan: Wiwin Indriarti). Yogyakarta: Paraton

Lo, J dan Gilberth, H. (1998). “Postcolonial Theory: Possibilites and Limitations” makalah pada An International Research Workshop University of Sydney, hlm. 1-8

Remmelink, Willem. (2002). Perang Cina dan Runtuhnya Negara Jawa 1725-1734 (The Chinese War and the Collapse of the Javanese State 1725-1743). Yogyakarta: Jendela

Said, E.W. (2001). Orientalisme. (penerjemah: Asep Hikmat). Bandung Mizan

Salam. A. (2018). Novel Indonesia setelah 1998: dari satra traumatik ke sastra heroik.. Academia Edu. June 10, 2018 www.academia.edu/8688782/Dari_Sastra_Traumatik_ke_Sastra_Heroik

Sastrowardoyo, S. (1983). Sastra Hindia Belanda dan kita. Jakarta: PN Balai Pustaka

Satrya, H.D. (2018). Strategi Kiki Sulistyo dalam arena sastra Indonesia. Haluan Sastra Budaya. Vol 2 No 1. hlm. 41-59

Steenbrink, Karel. (2014). “The reformasi of Ayu Utami: Attacking the monopoly of the great religions” WACANA; Jurnal Ilmu Pengetahuan Budaya, Vol. 15. No. 2 (2014), hlm. 351-366

Sulistyo, H. (2018) Representasi konflik politik 1965: hegemoni dan dominasi negara dalam cerpen susuk kekebalan karya Han Gagas. Poetika: Jurnal Ilmu Sastra. Vol VI No. 1 Juli 2018, hlm. 26-43

Sumardjo, J. (2004). Sastra melayu rendah masa awal. Yogyakarta: Galang Press.

Susanto, D. (2011). Pengantar teori sastra. Yogyakarta: CAPS

Refbacks

  • There are currently no refbacks.