UPACARA MENANAM PADI DI DESA LAMBEYAN WETAN, KECAMATAN LAMBEYAN, KABUPATEN MAGETAN

Yollanda Wahyu Novella Ardini

Abstract

Menanam padi merupakan suatu kegiatan bercocok tanam yang dilakukan oleh para petani. Terdapat beberapa urutan dalam proses menanam padi. Pada saat menjelang panen, satu minggu sebelumnya masyarakat akan melakukan ritual yang disebut Methil. Methil merupakan ritual pemotongan padi yang ada dibagian tengah lahan dengan menggendong baskom yang berisi lima takir cok bakal. Lalu membawa hasil potongan padi tersebut ke rumah dan dilakukan upacara selamatan dengan tetangga lalu membungkus lima bungkusan nasi menggunakan daun jati atau daun pisang kemudian diletakkan disetiap sudut tulakan air. bungkusan tersebut boleh diambil oleh warga gunanya sebagai sedekah. Untuk melaksanakan methil mereka akan menghindari hari ringkel. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk permohonan keselamatan dan wujud rasa syukur terhadap Dewi Sri. Namun, dalam perkembangan zaman dan kebudayaan serta masuknya agam Islam menyebabkan terjadinya banyak pergeseran dalam ritual upacara ini, contohnya saja ritual ini dulunya ditujukan kepada Dewi Sri tetapi sekarang ini hanya berupa syukuran yang ditujukan kepada Tuhan YME sebagai wujud rasa syukur atas berkah yang diberikan kepada mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana suatu budaya masyarakat yang sudah menjadi tradisi turun-menurun mengalami perubahan drastis seiring berkembangnya pengetahuan dan agar kita mengetahui alasan mengapa sebuah tradisi budaya musyarakat berangsur-angsur hilang, khususnya pada budaya tradisi yang bersifat aktivitas.

Keywords

Menanam Padi, Bercocok Tanam, Labuhan, Methil, Cok Bakal

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.