Cultural Lag Dalam Program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online Dengan Sistem Zonasi Tahun 2018 Di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Sukoharjo

Antonius Rahardityo Adiputra, Ravik Karsidi, Bagus Haryono

Abstract

Cultural lag merupakan salah satu peristiwa disintegrasi dari reaksi masyarakat terhadap bentuk perubahan sosial. Program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online dengan sistem zonasi ini memberikan dampak cultural lag bagi peserta didik di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan cultural lag yang terjadi dalam program PPDB online dengan sistem zonasi tahun 2018 di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Sukoharjo. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus pada peserta didik baru di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Sukoharjo. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam secara langsung kepada informan. Sumber data sekunder diambil dari buku, jurnal maupun dokumen-dokumen resmi lainnya dari informan. Pemilihan informan dipilih dengan cara purposive non-probability sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara mendalam dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Teori yang digunakan adalah teori Ogburn tentang kecenderungan dari kebiasaan-kebiasaan sosial dan pola-pola organisasi yang tertinggal di belakang perubahan kebudayaan materiil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 2017 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online dengan sistem zonasi. Hal yang ingin dicapai pemerintah adalah ingin melakukan reformasi sekolah secara menyeluruh. Sistem zonasi dalam program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online ini menjadi salah satu strategi yang digunakan pemerintah untuk mencapai pemerataan pendidikan secara cepat dan berkualitas. Meskipun saat ini model pendidikan dan pembelajaran sudah masuk di era globalisasi, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa minimnya penguasaan digital dan sosialisasi yang kurang maksimal menyebabkan terjadinya cultural lag pada kalangan peserta didik baru di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Sukoharjo yaitu terhambatnya proses pendaftaran dan banyaknya kesalahan dalam pemilihan sekolah. Hal tersebut mengakibatkan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi yang dilakukan secara online di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Sukoharjo tidak maksimal.

Keywords

Cultural Lag, Peserta Didik, Zonasi

References

Juknis PPDB SMA Negeri dan SMK Negeri Jateng Tahun Pelajaran 2018/2019. Munirah, 2015. Sistem Pendidikan di

Indonesia : Antara Keinginan dan Realita. Jurnal Auladuna, V olume 2, Nomor 2.

Ogburn, William F. 1950. Social Change, With Respect to Culture and Original Nature. New York : Viking

Ogburn, William F and Mayer F Nimmkoff. 1964. Sociology. Boston: A Pfeffer And Simmons International University Edittion, Toughton Miffilin Company

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Rosdiana, Weni dan Hermin Aprilia Lestari. 2017. Implementasi Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Di SMA Negeri 4 Kota Madiun Tahun 2017. Jurnal Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Universitas Negeri Surabaya.

Soetarno, 2004. Sumber Daya Pendidikan Dengan Pendekatan Sistem. Makalah Pendidikan. Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Supardan, Dadang. 2009. Pengantar Ilmu Sosial : Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Jakarta : Bumi Aksara.

Sztompka, Piotr. 2004. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada Media Group.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS.

Website resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia https://www.kemdikbud.go.id/

Refbacks

  • There are currently no refbacks.