Eksistensi Awig-Awig dalam Menjaga Harmonisasi Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali

Sumarjo Sumarjo

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan eksistensi awig-awig sebagai sumber hukum yang mampu menjaga, mengatur dan mengharmoniskan kehidupan masyarakat Desa adat Tenganan Pegringsingan Bali di tengah pusaran arus globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa awig-awig sebagai bentuk lokal wisdom yang diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Semua bentuk tata aturan kehidupan bersumber dari awig-awig. Eksistensi awig-awig mampu bersanding dengan pa radigma modernisasi. Tradisi perang pandan adalah wujud bagaimana awig-awig mengatur pola kehidupan berdasarkan pakem. Perkembangan pariwisata yang kian masif, pada prakteknya, merespons masyarakat untuk ikut bagian memanfaatkan momen ini sebagai peluang untuk melanggengkan kebudayaan melalui tradisi menenun kain gringsing. Seiring perkembangannya, walaupun terdapat pergeseran makna dari ritual perang pandan dan kain gringsing, namun, semua bentuk pola aktivitas bermuara pada eksistensi awig-awig dalam menjaga keseimbangan sehingga tercipta harmonisasi hubungan masyarakat baik secara vertikal dan horizontal.

 

Kata kunci; Awig-Awig, Eksistensi, Harmonisasi, Lokal Wisdom, Modernisasi

Keywords


wig-Awig, Eksistensi, Harmonisasi, Lokal Wisdom, Modernisasi

rticle

References


Aryandari, Citra. 2010. “Gringsing” Jalinan Estetika-Mitos Ritus Perang Pandan. Jurnal Resital, Vol. 11 No. 2

Dewi, Anggraeni Purnama. 2016. Komodifikasi Tari Barong di Pulau Bali Seni Berdasarkan Karakter Pariwisata. Jurnal Panggung Vol. 26 No.3

Giddens, Anthony. 2005. Konsekuensi-Konsekuensi Modernitas. Yogyakarta: Kreasi Wacana

Lodra, I Nyoman. 2016. Komodifikasi Makna Tenun Gringsing sebagai “Soft Power” Menghadapi Budaya Global. Jurnal kajian Bali Vol.06 No.01

Moleong, L. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Posdakarya

Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi (Dari Sosiologi Klasik sampai Perkembangan Terakhir Postmodern).Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Santoso, dkk. 2012. Desa Adat Tenganan Pengringsiangan dalam Pengelolaan Hutan di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali. Jurnal Resital Vol. 11 No.2

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Penerbit Alfabeta

Suwardani, Ni Putu. 2015. Pewarisan Nilai-Nilai Kearifan Lokal untuk Memproteksi Masyarakat Bali dari Dampak Negatif Globalisasi. Jurnal Kajian Bali Vol. 05, No. 02

Utama, I Gusti Bagus Rai. 2016. Keunikan Budaya dan Keindahan Alam sebagai Citra Destinasi Bali menurut Wisatawan Australia Lanjut Usia. Jurnal Kajian Bali Vol. 06 No. 01

Windia, Wayan P. 2010. Bali Mawacara Kesatuan Awig-Awig, Hukum dan Pemerintahan di Bali. Denpasar: Udayana University Press

Sumber Media Online

http://travel.kompas.com/read/2016/11/08/063800827/menjumpai.sisi.lain.bali.di.desa. adat.tenganan (diakses pada 23 Oktober 2017)

https://www.youtube.com/watch?v=bcmhED7Jm6I (diakses pada 23 Oktober 2017)

http://regional.liputan6.com/read/2992498/perang-pandan-tradisi-tahunan-menghormati-dewa-indra (diakses pada 23 Oktober 2017)

Keesing, Roger M. Teori-teori tentang Budaya tersedia di http://journal.ui.ac.id/index/jai/article/download/3313/2600 (diakses pada 23 Oktober 2017)




DOI: https://doi.org/10.20961/habitus.v2i1.20222

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Google Scholar