FRAMING ISU POLITIK IDENTITAS ANIES-CAK IMIN DALAM PILPRES 2024 PADA PEMBERITAAN KUMPARAN.COM DAN METROTV

Puji Laksono, Laila Akmalia

Abstract

Candidate pair No. 01, Anies Baswedan, is supported by the National Awakening Party (PKB), the Prosperous Justice Party (PKS), and the Nasdem Party. He served as the Governor of DKI Jakarta (2017-2022) and as the Minister of Education and Culture in the Working Cabinet (2014-2016). His running mate, Muhaimin Iskandar, also known as Gus Imin, serves as the Chairman of the National Awakening Party (2019-2024) and was the Minister of Manpower and Transmigration in the United Indonesia Cabinet II (2009-2014). The heated identity politics issue surrounding candidate pair No. 01, Anies Baswedan and Cak Imin, originated from Anies Baswedan attending the ulama ijtima, sparking accusations that the AMIN pair is using identity politics to secure the majority vote and win the 2024 presidential election. The mass media serves as a means of communication and information dissemination, capable of spreading and absorbing information on a large scale, thereby influencing social change.  The power of the mass media to shape public opinion is then utilized by certain groups. This study aims to examine how the representation of the identity politics issue surrounding Anies–Cak Imin in the 2024 presidential election is portrayed in the news coverage of Kumparan.com and MetroTV, known for their professionalism and ideological stances, using Robert N. Entman's framing analysis. This model is built on the assumption of how media discussions reflect or select the appropriate perspective to tell a news story (news frame).

 

Keywords: Anies-Cak Imin's, Framing Analysis, Identity Political Issue, Kumparan.com, Representation, , Metro TV

 

ABSTRAK

Pasangan calon Nomor urut 01 Anies Baswedan yang diusung dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta (2017-2022), Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah Kabinet Kerja (2014-2016) dan wakilnya Muhaimin Iskandar atau yang sering disapa dengan nama Gus Imin menjabat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (2019-2024), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014). Isu politik identitas yang berlangsung panas dari pasangan calon nomor urut 01 yakni Anies Baswedan dan Cak imin berawal dari Anies Baswedan yang menghadiri ijtima ulama dan muncul isu-isu Pasangan AMIN menggunakan politik identitas untuk mengambil suara terbanyak dan menang di Pilpres 2024. Media massa merupakan sarana komunikasi dan informasi yang dapat menyebar dan menyerap informasi dalam jumlah besar sehingga dapat memengaruhi perubahan sosial. Kekuatan yang dimiliki media massa untuk membentuk opini publik ini kemudian digunakan oleh beberapa kalangan.

 

Kata Kunci: Analisis Framing, Representasi, Anies-Cak Imin, Kumparan.co, MetroT, Pemberitaan, Politik Identitas

Keywords

Framing Analysis, Anies-Cak Imin's, Identity Political Issue, Representation, Kumparan.com, MetroTV, News

Full Text:

PDF

References

Anggoro, A. D. (2014). Media, politik, dan kekuasaan (Analisis framing model Robert N. Entman tentang pemberitaan hasil Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 di TV One dan Metro TV). Aristo, 2(2).

Abdurrahman, I. (2024). Daftar partai pengusung pasangan capres–cawapres di Pilpres 2024.

Bungin, B. (2014). Sosiologi komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Eriyanto. (2022). Analisis framing. Yogyakarta: LKiS.

Habibi, M. (2018). Analisis politik di Indonesia. Hanafiya: Jurnal Studi Agama-Agama, 35.

Kriyantono, R. (2012). Teknik praktis riset komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mietzner, M. (2015). Reinventing Asian populism: Democracy and political contestation in Indonesia. Cambridge: Cambridge University Press.

Morissan. (2016). Teori komunikasi individu hingga massa. Jakarta: Kencana.

Mutiarahmi, D. (2019). Analisis framing pemberitaan dukungan kepala daerah Riau terhadap Jokowi–Ma’ruf Amin di media online Bertuahpos.com periode Oktober 2018. Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi, 1(5), 372–381.

Nasrudin, J. (2019). Politik identitas dan representasi politik (Studi kasus pada Pilkada DKI periode 2018–2022). Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama, 1(1), 34–35. https://doi.org/10.15575/hanifiya.v1i1.4260

Nimmo, D. (2011). Komunikasi politik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Saradi, W. (2018). Praktik politik identitas dalam dinamika politik lokal masyarakat Gayo. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(1), 1.

Subiakto, H. (2012). Komunikasi politik, media, dan demokrasi. Jakarta: Kencana.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.