OPTIMALISASI PEMANFAATAN MATA AIR SEMIRI, SEMENJING, SIJARAK DAN SIKEMPONG UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BERSIH PDAM TIRTA LAWU KABUPATEN KARANGANYAR

Suparno S, MTh. Sri Budiastuti, Prabang Setyono

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus pada elemen sistem penyediaan air minum yang berkaitan dengan kawasan tangkapan air. Elemen tersebut berupa pipa transmisi eksisting, reservoir dan bangunan air lainnya yang secara langsung sangat dipengaruhi oleh kondisi daerah tangkapan air di lingkungan sumber mata air Semiri, Semenjing, Sijarak, dan Sikempong. Di masa mendatang, seiring dengan pertumbuhan penduduk di Kabupaten Karanganyar, berkorelasi dengan pertambahan kebutuhan air, mendorong peneliti untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan sistem eksisting transmisi perkotaan mampu dioperasikan untuk mensuplai air minum dari mata air sampai ke reservoir distribusi, serta bagaimana keadaan lingkungan daerah tangkapan air agar dipastikan masih sesuai fungsi untuk menghasilkan debit air konstan di beberapa mata air yang dimanfaatkan PDAM. Tujuan penelitian ini pada akhirnya untuk mendapatkan solusi alternatif bagaimana mengoptimalkan pemanfaatan mata air, menemukan kebocoran, mengetahui karakter aliran air dan besaran konsumsi air di wilayah perkotaan (Karanganyar, Tasikmadu dan Jaten). Metode penelitian dilakukan dengan beberapa langkah kerja yaitu pengecekan terhadap data-data yang telah diperoleh, terdiri dari data topografi, data jaringan, data inflow, data debit, data tekanan air, data kontinuitas aliran, data kualitas air, serta karakteristik pemakaian air. Langkah berikutnya adalah melakukan analisis sistem eksisting menggunakan program EPANET 2.0 apakah dapat dioptimalkan fungsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumber mata air yang masih dapat dimanfaatkan PDAM adalah sebesar 19,52 liter/detik, (baru termanfaatkan 180,48 liter/detik dari total potensi 200 liter/detik). Berdasarkan pengukuran, debit yang masuk ke dalam pipa transmisi dari sumber mata air adalah sebesar 178,24 liter/detik. Sedangkan debit yang keluar dari pipa transmisi (sebelum reservoir) adalah sebesar 170,28  liter/detik, sehingga kebocoran pada pipa transmisi adalah sebesar 7,96 liter/detik. Jumlah pemakaian air maksimal pelanggan PDAM tahun 2012 di wilayah penelitian sebesar 206,88  liter/detik dan masih di bawah kapasitas produksi PDAM sebesar 251,96 liter/detik. Hal ini menunjukkan terjadinya kehilangan air pada wilayah pelayanan sebesar 53,48 liter/detik. Hasil simulasi dengan menggunakan program komputer EPANET 2.0, sistem transmisi yang mengalirkan air dari mata air sampai dengan reservoir mampu dioptimalkan sampai dengan debit 225 liter/detik atau lebih besar dari total potensi mata air PDAM.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.