ANALISIS SPASIAL KERAWANAN BANJIR DAN KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI SURAKARTA
Abstract
Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak pada ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kota Surakarta rawan terhadap banjir karena berada pada elevasi rendah dan beberapa aliran sub-DAS, serta peningkatan lahan terbangun akibat urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat kerawanan banjir di Surakarta, (2) mengetahui kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat terhadap bencana banjir, dan (3) memberikan rekomendasi penanggulangan banjir yang sesuai di Surakarta. Metode yang digunakan untuk analisis kerawanan banjir adalah Composite Mapping Analysis (CMA) untuk menghitung bobot parameter kerawanan banjir meliputi curah hujan, tutupan lahan, kemiringan lereng, elevasi, jenis tanah, dan jarak dari sungai, serta wawancara yang berpedoman Panduan Penilaian Destana BNPB untuk analisis kesiapsiagaan. Hasil menunjukkan kerawanan banjir Surakarta tergolong kategori “Sedang”, yaitu seluas 37,6362 km² (80,5%). Sedangkan kerawanan banjir “Rendah” seluas 6,9472 km2 (14, 85%) dan kerawanan banjir “Tinggi” seluas 2,1749 km2 (4,65%). Parameter penyebab banjir Surakarta dengan bobot tertinggi berdasarkan perhitungan CMA adalah jenis tanah (17,75). Kelurahan Pucangsawit memiliki luas kerawanan banjir “Tinggi” terbesar (0,496 km²). Kesiapsiagaan bencana banjir menunjukkan adanya inisiatif, manfaat, dan kerja sama dengan berbagai pihak, namun belum berkelanjutan karena keterbatasan anggaran. Rekomendasi penanggulangan bencana banjir meliputi perbaikan infrastruktur, eco-drainase, edukasi, pengembangan sistem peringatan dini, dan peningkatan peran aktif lembaga serta masyarakat setempat.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
