Strategi Pengembangan Desa Wisata dengan Pendekatan Community Based Tourism (CBT) di Desa Wisata Sumberbulu, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Tahun 2024

Pramita Marginingsih Rahayu, Chatarina Muryani

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi pariwisata yang beragamyang berkontribusi pada pendapatan lokal dan kesejahteraan masyarakat. Perubahantren pariwisata menuju pariwisata pedesaan dan ekowisata, terutama pasca-pandemi,menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi potensi pariwisata dan strategi pengembangan Desa WisataSumberbulu di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, padatahun 2024, dengan menggunakan pendekatan Community Based Tourism (CBT).Desa Wisata Sumberbulu, yang diakui sebagai desa percontohan oleh KementerianPariwisata dan Ekonomi Kreatif, menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berbasiskearifan lokal. Penelitian ini memanfaatkan 11 komponen pariwisata dari Buhalisuntuk menilai potensi dan lima dimensi CBT dari Suansri untuk strategipengembangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasidari 147 pengunjung dan berbagai pemangku kepentingan lokal. Temuanmenunjukkan bahwa Desa Wisata Sumberbulu memiliki potensi pada keindahanalamnya, aktivitas komunitas yang unik (terutama edukasi biogas), dan partisipasimasyarakat yang kuat. Strategi yang direkomendasikan adalah pendekatan agresif,memanfaatkan kekuatan yang ada dan peluang pemasaran digital untuk meningkatkanpromosi, kualitas layanan, dan jangkauan pasar. Kata Kunci: Desa Wisata, Community Based Tourism, Potensi Wisata, StrategiPengembangan, Sumberbulu

Full Text:

PDF

References

Anwas, O. M. (2013). Pemberdayaan Masyarakat di Era Global. Bandung: Alfabeta. Antara, M. (2015). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat. Yogyakarta: Deepublish. Arum, D. (2022). Kajian Dimensi Community-based Tourism dalam Pengembangan Desa Wisata Sumberbulu. Jurnal Pariwisata, 12(1), 45-60. Asmara, R., dkk. (2024). Pariwisata Berbasis Masyarakat dalam Pengelolaan Desa Wisata : Studi Kasus Desa Bleberan. Jurnal Manajemen Destinasi Pariwisata, 8(2), 112-125. Aulia, N., dkk. (2023). Strategi Pengembangan Wisata Melalui Pendekatan Community Based Tourism di Desa Kemiri. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 15(3), 78-92. Azhari, A. (2025). Optimalisasi Pengelolaan Fasilitas Wisata Berbasis Masyarakat. Yogyakarta: Penerbit Andi. BPS Kabupaten Karanganyar. (2024). Kabupaten Karanganyar Dalam Angka 2024. Diakses dari bps.karanganyarkab.go.id Buhalis, D. (2000). Marketing the Competitive Destination of the Future. Tourism Management, 21(1), 97-116. Fadil, A. (2013). Pariwisata Berbasis Masyarakat : Konsep dan Implementasi. Jakarta: Rajawali Pers. Indriastuti, R. (2020). Analisis Potensi Desa Wisata Sumberbulu sebagai Destinasi Ekowisata di Kabupaten Karanganyar. Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Junitaningsih, T., Pramono, R., & Winduro, E. (2024). Kearifan Lokal dan Inovasi Souvenir Desa Wisata. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. Kusuma, A. (2023). Pemasaran Digital untuk Pariwisata Berkelanjutan. Jakarta: Penerbit Pariwisata. Kusuma, D. (2023). Strategi Pemasaran Digital untuk Pariwisata. Bandung: Penerbit Alfabeta. Kusumaningsih, D. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata : Studi Kasus Desa Winduaji. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 33-48. Kemenparekraf. (2021). Panduan Pengembangan Desa Wisata. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Laraswati, D. (2020). Community Based Tourism: Konsep dan Implementasi. Surabaya: Penerbit Airlangga. Maydiputri, R. (2021). Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan. Malang: Penerbit UB Press. Nugroho, I. (2020). Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta: CV. Andi Offset. Pham, T., dkk. (2021). Community-Based Tourism: Opportunities and Challenges in Thanh Ha Pottery Village, Vietnam. Tourism and Hospitality Research, 21(4), 456-470. Pitana, I. G. (2009). Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Andi. Portal Gosip Indonesia. (2021). Sandiaga Uno: Desa Wisata Jadi Prioritas Pembangunan. Diakses dari portalgosipindonesia.com Prakoso, A. (2015). Pengembangan Wisata Pedesaan Berbasis Budaya yang Berkelanjutan di Desa Srowolan Sleman. Jurnal Pariwisata Terapan, 3(2), 89-104. Sittkarn, P. (2021). Sustainable Community-Based Tourism: Impacts, Challenges, and Opportunities in Huai Nam Guen Village, Thailand. Asian Journal of Tourism Research, 6(1), 55-72. Soeswoyo, D. M., dkk. (2021). Potensi Pariwisata dan Strategi Mengembangkan Pariwisata Perdesaan yang Berdaya Saing di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 10(2), 210-225. Suansri, P. (2003). Community Based Tourism Handbook. Thailand: REST Publishing. Sunaryo, B. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata: Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Bandung: Alfabeta. Wibowo, A. (2018). Manajemen Lahan untuk Pariwisata. Jakarta: Penerbit Rajawali Pers. Tamianingsih, R., & Eprilianto, D. (2022). Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Community Based Tourism di Desa Ketapanrame. Jurnal Administrasi Publik, 18(2), 145-160. Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.