Identifikasi Potensi Interaksi Obat pada Peresepan Obat Pasien Hipertensi dengan Diabetes Mellitus

Karomatul Hidayah, Wisnu Kundarto, Yeni Farida

Abstract


Diabetes Mellitus sering kali menyertai hipertensi dan atau sebaliknya. Hal ini dapat berdampak pada pengobatan. Terapi pengobatan pada pasien tersebut sering menggunakan kombinasi obat sehingga berpotensi terjadi resiko interaksi obat yang menguntungkan atau merugikan pasien. Penelitian bertujuan mengevaluasi potensi kejadian interaksi obat pada pasien hipertensi dengan DM di instalasi rawat inap RSUD Moewardi periode Januari-April 2017 berdasarkan studi literatur. Penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimental bersifat deskriptif dengan cara mengambil data rekam medis secara retrospektif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel 2013, untuk data distribusi karakteristik pasien meliputi jenis kelamin, usia dan penggunaan obat antihipertensi dan obat antidiabetik. Kajian interaksi obat pada pasien hipertensi dengan diabetes mellitus dilakukan penelusuran data dari berdasarkan Medscape dan Stockley Drug Interaction. Hasil evaluasi pada 64 pasien menunjukkan terdapat 20 peresepan yang berpotensi terjadi interaksi obat. Dari 20 peresepan diketahui 57 berpotensi interaksi obat. Berdasarkan pola mekanisme yang paling banyak terjadi interaksi obat adalah 33 kasus (58%) interaksi farmakodinamik sinergisme dengan sifat interaksi moderat.

Full Text:

PDF
rticle

References


Aru W.S, 2009, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid II, edisi V, Jakarta: Interna Publishing. Astuning, A.P, 2015, Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien dengan Hipertensi Komplikasi di RSUD. Dr. Moewardi Tahun 2014, Skripsi, Surakarta :UMS Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2003, Riset Kesehatan Dasar 2013, Kementrian Kesehatan RI, Jakarta, p.88-90

Baxter K, 2008, Drug Interaction A Source Book of Adserve Interaction, Their Mechanism, Clinical Importance and Management (8rd ed.)., University of Nottingham Medical School., England.

Chandranata, L., 2004, Belajar Mudah Farmakologi, Penerbit Buku Kedokteran ECG, Jakarta, Hal. 76-91.

Chobanian,A.V, Bakris,G.L, Black,H.R, Green,L.A, Izzo, J.L. 2003. Sevent Report of The Joint National Commite on Prevention, Detection, Evaluation adnf Treatment of High Blood Pressure JNC 7, American Heart Association.

Creager MA, Luscher T.F, Cosentino F, dan Beckman J.A, 2003, Diabetes and vascular disease: pathophysiology, clinical consequences, and medical therapy, Circulation ; 108:1527-1529.

Curtis L.T ,Charles A.R dan William L.I, 2009, Chapter 8 : Diabetes Mellitus dalam Dipiro, J.T., Dipiro, C.V., Schwinghammer, T.L., Wells, B.G, Pharmacotherapy 7th Edition, US : The McGrow Hill Companies.

Darnindro, N dan A, Muthalib, 2008, Tatalaksana Hipertensi Pada Pasien dengan Sindrom Nefrotik, Majalah Kedokteran Indonesia. 58(2).

Departemen Kesehatan RI, 2006, Pharmaceutical Care untuk Penyakit

Hipertensi, Jakarta : Departemen Kesehatan RI.

Depkes RI, 2009, Sistem Kesehatan Nasional, http://www.depkes.go.id.

Depkes RI., 2005, Kumpulan Peraturan Perundangundangan., Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.

Direktorat Bina Farmasi komunitas dan Klinik, 2005, Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Diabetes Mellitus, Jakarta : Depkes RI.

Falah, E.F., 2016, Evaluasi Ketepatan Obat Antidiabetik dan Antihipertensi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Komplikasi Nefropati di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Januari – Juli 2014, Skripsi, Surakarta : UMS Press.

Grossman E, dan Messerli FH, 2008, Hypertension and diabetes, Luke’s-Roosevelt Hospital and Columbia University ; 45:82-83.

Guyton Hall, 2009. Buku Ajar Fisiologi. Penerbit Buku Kedokteran, EGC. Jakarta.

Harahap U.H, 2000 ,Tinjauan biokimia, Mekanisme dan Tapak Kerja Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor dalam Terapi Hipertensi. Medika;26(5):314-23.

Hongdiyanto A, Yamlean P.V.Y, dan Supriati H.S, 2013, Evaluasi Kerasionalan Pengobatan Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Pasien Rawat Inap di RSUP Prof. dr. R. D Kandao Manado, Pharmacon , page 77-86.

JNC 8 Hypertension Guidelines: An In-Depth Guide [published online January 21,2014]. The American Journal of Managed Care. 2014. http://www.ajmc.com.

JNC VII, 2003, The seventh report of the Joint National Committee on prevention, detection, evaluation, and treatment of high blood pressure, Hypertension 42: 1206-52, http://hyper.ahajournals.org/cgi/content/full/42/6/1206.

Kalpan, N.M. dan Weber, M.A., 2010, Hypertension Essentials, 2nd edition, Kones and Bartlett Publisher, America, pp. 2.

Kalra S, Kalra B dan Agrawal N, 2010, Combination Therapy in Hypertension : An Update, Diabetology & Metabolic Syndrome, 2;44.

Karyadi, E. 2002. Hidup Bersama Penyakit Hipertensi, Asam Urat, Jantung

Koroner. Jakarta : Intisari Mediatama.

Kumar E.k, Ramesh A dan Kasiviswanath R, 2005, Hypoglicemic and

Antihyperglicemic Effect of Gmelina Asiatica Linn in Normal and in Alloxan Induced Diabetic Rats, Departement of Pharmaceitical Sciences.

Mallat S.g, Itani H.S dan Tanios B.Y, 2013, Current Perspective on Combination therapy in the management of hypertension, Integrated Blood Pressure Control, page 69- 78.

Mayasari E, M, 2015, Analisis Potensi Interaksi Antidiabetik Injeksi Insulin pada Peresepan Pasien Rawat Jalan Peserta Askes Rumah Sakit Dokter Soedarso Pontianak Periode April – Juni 2013, Skripsi, Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Medscape, 2018, Drug Interaction Checker, (online)(http://www.reference.medscape.com/drug-interactionchecker), diakses tanggal 10 April 2018.

Nurlaelah I. Alwiyah M. dan Ingrid F, 2015, Kajian Interaksi Obat Pada Pengobatan Diabetes Mellitus (DM) dengan Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Undata Periode Maret-Juni Tahun 2014, GALENIKA Journal of Pharmacy,Vol. 1 (1) :35-41.

Paduka D dan Bebakar W.M.W, Management of type 2 diabetes mellitus 4th Edition, Malaysia : Clinical Practice Guidelines.

Rizqi L, 2015, Identifikasi Potensi Interaksi Obat Pada Peresepan Pasien DM Tipe 2 dengan Penyakit Penyerta Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr Moewardi pada Tahun 2014-2015, Tugas Akhir, Surakarta : UNS.

Rodbard, HW., Blonde, L., Braithwaite, S.S., Brett, E.M., Cobin R.H., Handelsman, Y., Hellman, R., Jellinger, P.S., Jovanivic, L.G., Levy, P., Mechanik., Zangeneh, F. 2007. Endocrin Practice. AACE Diabetes Melitus clinical practice guidliness task force vol 13.

Sabbah,Z.A, Mansoor, A. dan Kaul,U, 2013, Angiotensin Receptor BlockerAdvantages of The New Sartans. J Assoc Physicians India.

Saseen, J. J., dan B. L. Carter, 2005, Hypertension dalam Dipiro, J. T., R. L. Talbert., G. C. Yee., G. R. Matzke., B. G. Wells., and L. M. Posey (Eds).

Pharmacotherapy: A Pathophysiiologic Approach, 6th Edition, Appleton and Lauge, USA.

Suparsari, J., 2006, Farmakologi Medis, edisi ke-5, Penerbit erlangga, Jakarta, hal. 34-37.

Suyono S, 2006, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III Edisi IV, Hal. 1852-1856, Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia.

World Health Organization, 2015, A Global Brief On Hypertension: Sillent Killer, Global Public Health Crisis, WHO Press, Switzerland, pp. 10-20.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.