Formulation of Nano Spray Gel Bonggol Pisang Kepok (Musa balbisiana colla) Formulasi Nano Spray Gel Bonggol Pisang Kepok (Musa balbisiana colla)

Hidayatul Khoiriyah, Riska Anita Firdaus, Yuyun Handayani, Widarika Santi Hapsari

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan bonggol pisang dalam sediaan nano spray gel. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Sediaan gel dibuat dengan menggunakan bahan gel yaitu Karbopol 940, TEA serta bahan bahan nanoemulsi Tween 80, Sorbitol serta Metil Paraben dan Propil Paraben. Ukuran sediaan nanoemulsi dibuat dengan teknik high-shear stirring dengan cara sediaan emulsi dilakukan stirring dengan kecepatan 2000 rpm selama 3 hari dan menghasilkan partikel dengan ukuran 448,6 nm. Berdasarkan nilai ini maka disimpulkan bahwa sediaan ini memenuhi kriteria ukuran nanopartikel. Uji dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan pola penyemprotan. Pada uji ini menunjukkan hasil negatif dimana sediaan nanogel tidak bisa disemprotkan sehingga disimpulkan penelitian ini belum menghasilkan sediaan spray. Perlu dilakukan optimasi sediaan selanjutnya agar menghasilkan sediaan dalam bentuk spray.

rticle

References


Anonim. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Jakarta: Direktur Jenderal Peraturan Perundang-Undangan.

Kementrin Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia; 2016. 137-139, 146-150, 191-193.

Shakeel, F., Baboota, S., Ahuja, A., Ali, J., Aqil, M., and Shafiq, S. (2008). Stability evaluation of celecoxib nanoemulsion containing tween 80. Thai Journal Pharm. Sci. 32, 49.

McClements, D.J. (2012). Nanoemulsions versus Microemulsions: Terminology, Differences,and Similarities, Soft Matter, 8: 1719-1729.

Koroleva, M.Y., and Yurtov, E.V. (2012). Nanoemulsions: the properties, methods of preparation and promising applications. Russian Chemical Reviews, 81(1): 21-43.

Haneefa, K.P.M., Easo, S., Hafsa, P.V., Mohanta, G.P., dan Nayar, C. (2013). Emulgel : An Advanced Review. Journal of Pharmaceutical Sciences and Research. 5(12): 255.

Depkes RI, (1995). Farmakope Indonesia edisi IV.Departemen Kesehatan Republik Indonesia: jakarta.

Maulina, L. and Sugihartini, N. (2015) ‘FORMULASI GEL EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS ( Garcinia mangostana L .) DENGAN VARIASI GELLING AGENT SEBAGAI SEDIAAN LUKA BAKAR FORMULATION GEL ETHANOLIC EXTRACT OF PERICARP MANGOSTEEN ( Garcinia mangostana L .) WITH VARIATION OF GELLING AGENT AS WOUND’, 5, pp. 43–52.

Haneefa, K. M. et al. (2010) ‘F ormulation and evaluation of herbal gel of P othos scandens L inn’, pp. 988–992. doi: 10.1016/S1995-7645(11)60015-1.

Sukhbir, Kaur, dkk, 2013. Developmentof modified transdermal spray formulation of psoralen extract. Scholars Researce Library. Der Pharmacia Lettre, 5 (2):85-94.

Shivare, U. . et al. (2015) ‘Formulation development and evaluation of diclofenac sodium gel using water soluble polyacrylamide polymer’, (May).

Ditjen POM. (1979). Farmakope Indonesia. Edisi ketiga. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 8, 649,659.

Zulkarnain, A. K., Ernawati, N. and Sukardani, N. I. (2013) ‘ACTIVITIES OF YAM STARCH ( PACHYRRIZUS EROSUS ( L .) URBAN ) AS SUNSCREEN IN MOUSE AND THE EFFECT OF ITS CONCENTRATION TO VISCOSITY LEVEL’, 18(January), pp. 5–11.

Wasitaatmadja, S.M. (1997). Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: Penerbit UI-Press Halaman 111-120.

Dwivedi, S. and Gupta, S. (2012) ‘Formulation and evaluation of herbal gel containing’, 2(1), pp. 54– 59.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.