SOSIALISASI EDUKASI BAHAYA PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 JATISRONO
Abstract
Pergaulan bebas pada remaja merupakan fenomena sosial yang berpotensi menimbulkan dampak multidimensional, meliputi aspek kesehatan, psikologis, sosial, dan keberlanjutan pendidikan. Keterbatasan pendekatan edukasi yang bersifat partisipatif menyebabkan upaya pencegahan sering kali belum menyentuh aspek internalisasi nilai dan pembentukan sikap kritis remaja. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program Sosialisasi Edukasi Bahaya Pergaulan Bebas serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Jatisrono melalui metode sosialisasi tatap muka dengan pendekatan yang melibatkan Duta Genre Wonogiri. Evaluasi program menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif, dokumentasi kegiatan, dan analisis respons siswa dalam sesi diskusi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai risiko pergaulan bebas, terbentuknya ruang dialog yang lebih terbuka, serta berkembangnya sikap asertif dalam menghadapi tekanan teman sebaya. Program ini berkontribusi pada penguatan karakter dan ketahanan diri remaja. Ke depan, diperlukan integrasi program dengan kurikulum pendidikan karakter serta evaluasi yang lebih terstruktur untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas jangka panjang.
Full Text:
PDFReferences
Antoni, H. (2024). Dampak pergaulan bebas kalangan remaja dalam perspektif hukum dan kriminologi. 2(1), 614–627. Yulaikha, A. A., Alfiyah, P. F., Setiawan, M. W., Tutuko, N., Saimon, A. Bin, Putri, A. S., Choirunnisa, A., & Kediri, I. (2024). Edukasi dan Pencegahan Pergaulan Bebas bagi Remaja Desa melalui Program LANCER sebagai Sarana Penguatan Nilai Sosial Positif di Desa Kedak. 2(3), 611–616.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
