PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF LOKAL BERBASIS SDGS MELALUI INOVASI BRIKET SEKAM PADI RAMAH LINGKUNGAN

Rifatul Nur Azizah, Arkautar Yogaraksa, Bagus Tri Oxtavianto Wibowo, Ilham Lathif Habibie, Zunnur Hersya Saputra, Mutiara Salsabila, Aldinar Ridha Fauzarani, Noviana Arrgi Widya Hapsari, Syabrina Failashulfa Azzahra, Salsabella Rahmanda Fadian, Nihlah Izzati Nashatra Alya, Pathrice Shea Farrel An Naafi, Gading Musa Mahendra

Abstract

Limbah sekam padi merupakan residu pertanian yang jumlahnya melimpah namun belum dikelola secara optimal, sehingga sering menimbulkan permasalahan lingkungan seperti pembakaran terbuka dan penumpukan limbah. Di sisi lain, sekam padi memiliki potensi sebagai sumber energi biomassa yang dapat dikonversi menjadi briket ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan ekonomi kreatif lokal melalui inovasi pembuatan briket sekam padi dengan keterlibatan aktif masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif berbasis kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan model partisipatif. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi potensi dan permasalahan, pelatihan pembuatan briket, praktik langsung bersama masyarakat, serta evaluasi hasil kegiatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, diskusi kelompok, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mampu memahami dan mempraktikkan proses pembuatan briket sekam padi dengan baik. Briket yang dihasilkan memiliki karakteristik pembakaran yang cukup stabil dan berpotensi sebagai bahan bakar alternatif rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini mendorong partisipasi masyarakat dan membuka peluang pengembangan usaha ekonomi kreatif berbasis limbah pertanian. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif pada aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi serta berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan di tingkat desa.

Full Text:

PDF

References

Apriani, E. (2010). Analisis dampak pembakaran terbuka limbah pertanian terhadap kualitas udara di wilayah pedesaan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 8(2), 101–108. Geissdoerfer, M., Savaget, P., Bocken, N. M. P., & Hultink, E. J. (2017). The circular economy – A new sustainability paradigm? Journal of Cleaner Production, 143, 757–768. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2016.12.048 Howkins, J. (2001). The creative economy: How people make money from ideas. Penguin Books. Indrawati, D., & Setiawan, A. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan teknologi tepat guna berbasis limbah pertanian. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(1), 45–52. Naparin, A., & Helmi, M. (2018). Karakteristik briket sekam padi sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Jurnal Teknik Lingkungan, 24(2), 85–92. Qistina, I., Sukandar, D., & Trilaksono. (2016). Kajian kualitas briket biomassa dari sekam padi dan campurannya. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 26(3), 283–290. Retnowati, E., Fathoni, A., & Chen, K. (2018). Pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal di pedesaan. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 19(2), 123–135. Rianawati. (2015). Pengelolaan limbah pertanian berkelanjutan di daerah sentra padi. Jurnal Agribisnis Indonesia, 3(1), 55–63. Rianawati, & Naparin. (2023). Pelatihan pembuatan briket campuran sekam dan jerami padi sebagai upaya pengurangan limbah pertanian. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(1), 39–45. Rianawati, Naparin, & Helmi, M. (2020). Karakteristik fisik dan kimia briket arang sekam padi sebagai energi alternatif. Jurnal Teknik Kimia, 14(2), 75–83. Rianawati, Naparin, Helmi, M., & Rahmawati, D. (2021). Analisis mutu dan performa pembakaran briket sekam padi skala rumah tangga. Jurnal Energi Terbarukan, 10(1), 15–23. Ritonga, M., & Tanjung, A. (2019). Potensi briket sekam padi sebagai sumber energi biomassa ramah lingkungan. Jurnal Rekayasa Material dan Energi, 2(1), 1–9. Suryana, & Widiadnya, I. B. (2016). Implementasi ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah pertanian di pedesaan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 14(2), 89–97. United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. United Nations.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.