Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan melalui Warung Hidup dan Apotik Hidup di Desa Wonorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun
Abstract
Ketahanan pangan rumah tangga merupakan tantangan mendasar di pedesaan Indonesia, di mana akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan cukup, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan memperkuat ketahanan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah dengan konsep Warung Hidup dan Apotik Hidup di Desa Wonorejo. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan penyuluhan partisipatif yang melibatkan pemangku kepentingan lokal, khususnya ketua RT, melalui sesi edukasi, diskusi interaktif, serta distribusi bibit tanaman sayur dan obat, seperti cabai, terong, tomat, jahe, kunyit, dan lidah buaya. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga belum memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal dan masih sangat bergantung pada pembelian sayuran serta tanaman obat di pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah pelaksanaan program, kesadaran dan partisipasi masyarakat meningkat secara signifikan dengan banyaknya rumah tangga yang mulai aktif menanam dan merawat bibit yang telah dibagikan. Program ini memberikan kontribusi terhadap beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2 (Zero Hunger/Tanpa Kemiskinan), SDG 3 (Good Health and Well-Being/Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 12 (Responsible Consumption and Production/Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 15 (Life on Land/Ekosistem Daratan). Penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi konsep Warung Hidup dan Apotik Hidup merupakan pendekatan inovatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga, mendorong pemanfaatan obat tradisional, serta memperkuat resiliensi ekonomi masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan ilmu sosial terapan dan penelitian pembangunan pedesaan.
Full Text:
PDFReferences
Ahmad, A. (2019). Model Penyuluhan Partisipatif Terhadap Respon Adopsi Petani Di Kabupaten Sinjai. Agrominansia, 3(2), 1–13. https://doi.org/10.34003/271965
Farid, A. et al. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Petani dalam Penerapan Sistem Tanam Jajar Legowo di Desa Sukosari Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Jurnal Penyuluhan, 14(1), 27–32. https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v14i1.19226
Hidayat, K., Putri, R. S., Nikmah, N. F., Azizah, N. H., Purnama, C. C. K., Alwildah, S. I., & Faqih, A. (2024). Revitalisasi Apotek Hidup Masyarakat Desa Sumberagung Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal. Jurnal Kemitraan Masyarakat, 1(3), 24–29. https://doi.org/10.62383/jkm.v1i3.413
Pratama, A. I. et al. (2025). Apotek Hidup Sebagai Sarana Pendukung Hidup Sehat Terhadap Masyarakat Melalui Pemanfaatan Lahan Kosong di Kelurahan Manisrenggo Kota Kediri. 2(1), 316–326.
Purwanti, Yano; Ardiyanti, V; Kriswantoro, Haris; Nunihlawati, Haperidah; Kalasari, Rastuti; Nisfuriah, L. (2022). Manfaat dan Budidaya Tanaman Obat Sebagai Apotik Hidup Di Desa Sukajadi. Altifani Journal: International Journal of Community Engagement, 2(2), 117–125. Retrieved from https://jurnal.um-palembang.ac.id/altifani/article/view/4773
Rangga, K. K. et al. (2022). Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan dengan Menerapkan Konsep Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Bandar Lampung. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat Inovatif, 1(1), 29–37. https://doi.org/10.70110/jppmi.v1i1.6
Rizky, N., & Mashur, D. (2022). Pengelolaan Program Pekarangan Pangan Lestari Melalui Kelompok Wanita Tani Di Kelurahan Pematang Kapau Kecamatan Kulim Kota Pekanbaru. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(17), 317–324. Retrieved from https://doi.org/10.5281/zenodo.7076588.
Sudar, S. et al. (2023). Pemberdayaan Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat Desa Melalui Warung Hidup dan Apotek Hidup. Surya Abdimas, 7(3), 435–441. https://doi.org/10.37729/abdimas.v7i3.2938
Suryanto, I. et al. (2024). Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Di Lahan Sawah Tadah Hujan (Studi Kasus Di Desa Sendangagung, Giriwoyo, Wonogiri). Agricultural Socio-Economic Empowerment and Agribusiness Journal, 2(2), 111. https://doi.org/10.20961/agrisema.v2i2.81237
Warpur, M. et al. (2024). Penyuluhan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kampung Asei Kecil, Sentani Timur Kabupaten Jayapura. Bakti Hayati: Jurnal Pengabdian Indonesia, 3(2), 60–66. https://doi.org/10.31957/bhjpi.v3i2.4476
Yohamintin, Y. et al. (2023). Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan Rumah Sebagai Warung Hidup di Daerah Tambun Selatan. Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 279–287. https://doi.org/10.31294/jabdimas.v6i2.15681
Zulfanita, Z. et al. (2023). Gerakan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Warga Desa Bener Dengan Konsep Rumah Pangan Lestari. Jurnal Gerakan Mengabdi Untuk Negeri, 1(3), 86–91. https://doi.org/10.37729/gemari.v1i3.3880
Refbacks
- There are currently no refbacks.
