Rancangan Penyuluhan Pertanian Inovasi Tumpang Sari Jagung pada Usahatani Cabai di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat
Abstract
Pemanfaatan lahan yang belum optimal dan kemandirian petani pada sistem monokultur masih menjadi permasalahan dalam usahatani cabai. Tumpang sari jagung menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, diversifikasi hasil, dan mengurangi risiko usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah, menetapkan tujuan dan sasaran penyuluhan, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rencana penyuluhan pertanian, serta mengetahui jumlah petani yang menerapkan tumpang sari jagung pada usahatani cabai di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian evaluatif. Penelitian dilaksanakan pada Maret sampai Mei 2026 dengan melibatkan 40 petani yang dipilih secara purposive. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi lapangan, diskusi, dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari penyuluhan program, data statistik pertanian, laporan instansi, dan literatur terkait. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase tingkat penerimaan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana penyuluhan pertanian memperoleh rata-rata penerimaan sebesar 85,98% dan termasuk kategori sangat efektif. Komponen bahan, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya dinilai sesuai dengan kebutuhan petani. Setelah kegiatan penyuluhan, sebanyak 15 petani atau 37,5% sasaran menerapkan tumpang sari jagung pada usahatani cabai. Pendampingan lapangan, lahan percontohan, dan dukungan sarana produksi perlu diperkuat agar penerapan inovasi meningkat secara berkelanjutan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anang, RH (2022). Desain media penyuluhan pertanian dalam upaya meningkatkan aktivitas penyuluhan pertanian berbasis teknologi komunikasi di Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin Rahidin. Jurnal Penelitian Agrisamudra, 9(1), 34–43. Diambil dari https://ejurnalunsam.id/index.php/jagris/article/view/7131
Irdiana, E., Nurliza, & Kurniati, D. (2024). Optimalisasi komunikasi penyuluh pertanian dalam aktivitas penyuluhan. Jurnal Penyuluhan, 20(01), 96–114.
Pello, WY, & Djunina, H. (2024). Pengaruh metode dan media penyuluhan pertanian terhadap adopsi budidaya padi sawah. Jurnal Penyuluhan, 20(02), 272–283.
Pirngadi, RS, Utami, JP, Siregar, AF, & Manik, JR (2023). Analisis faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani cabai merah di Kecamatan Beringin. Jurnal Pertanian Agros, 25(1), 486–492.
Prasetyo, T., Subagiono, & Hasnelly. (2024). Produktivitas tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dalam pola tumpangsari cabai dan jenis legum triman. Jurnal Sains Agro, 9(2), 117–126.
Sevirasari, N., Sulistyaningsih, E., Kurniasih, B., Suryanti, Wibowo, A., & Joko, T. (2025). Evaluasi kompetisi model tumpang gilir cabai rawit dengan jagung dan aplikasi konsorsium agens hayati. Vegetalika, 14(1), 21–36.
Wandari, DA, Hasanah, U., & Windani, I. (2024). Analisis komparatif usahatani tumpangsari jagung dan cabai rawit dengan monokultur jagung di Desa Wonosari Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. Surya Agritama, 13(1), 87–102.
Refbacks
- There are currently no refbacks.





