Pathways to Recognition: Analyzing Customary Land Rights Registration in Kertha Jaya Pendem Village, Bali
Abstract
Keywords
References
Agraria, M., & Penerbangan, L. (1960). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2o18 Tentang Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Di Seluruh Wilayah Republik Indonesia
Akbar, I., Arba, & Djumardin. (2022). Pengakuan dan peguatan hak ulayat masyarakat adat di kecamatan lambitu kabupaten bima. 10(1), 526–534. https://doi.org/10.37081/ed.v10i1
Arizona, Y. (2012). Satu Dekade Legislasi Masyarakat Adat : Trend legislasi nasional tentang keberadaan dan hak‐hak masyarakat adat atas sumber daya alam di Indonesia (1999‐2009). Kertas Kerja Epistema No.07/2010, Jakarta: Epistema Institute.
Arizona, Y. (2024). Penantian Tanah Ulayat dan Kehadiran Permen ATR / BPN No . 14 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Administrasi Pertanahan dan Pendaftaran Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat Perkumpulan HuMa Indonesia 2024 Penantian Tanah Ulayat dan Kehadiran Permen ATR / B. 14.
Arta, I. K. K., Arya, I. G., & Sena, W. (2022). Dinamika Pengaturan Tanah Druwe Desa di Bali. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora. 6(1), 43–50. https://doi.org/10.23887/jppsh.v6i1.46428
Aulia, F. N. (2025). Pendaftaran Tanah Ulayat: Pengakuan dan Perlindungan Pemerintah bagi Masyarakat Hukum Adat di Indonesia. Hukumproperti.Com. https://hukumproperti.com/pendaftaran-tanah-ulayat/
Creswell, J. W. (2015). Qualitative Research and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Pustaka Pelajar.
Creswell, J. W. (2024). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed-Methods Approaches. Pustaka Pelajar.
Damaitu, D. R. and E. R. (2025). Metode Penelitian Hukum Adar. Laksbang Akdemika.
Hamid, A. R., & Suryana, A. (2024). Dinamika Konversi Hak Atas Tanah Ulayat ( Studi Kasus Tanah Ulayat di Bali ) Dynamics of Conversion of Customary Land Rights ( Case Study of Customary Land in Bali ). Kolaboratif Sains, 7(12), 4739–4750. https://doi.org/10.56338/jks.v7i12.6527
Harsono, B. (2020). Hukum Agraria Indonesia. 185-186.
Hasan, N. A. I., Wijayanti, Y., & Ratih, D. (2023). Peranan tokoh adat dalam pelestarian dan pemanfaatan potensi budaya pada masyarakat kampung adat kuta tambaksari kabupaten ciamis. Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 4(2), 463–475. http://dx.doi.org/10.25157/j-kip.v4i2.8998
Indonesia, U. D. N., Indonesia, R., & Esa, Y. M. (1945). NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945.
Ismi, H. (2004). Pengakuan dan Perlindungan Hukum Hak Masyarakat Adat Atas Tanah Ulayat dalam Upaya Pembaharuan Hukum Nasional. 135–146.
Jayantiari, I. G. A. M. R., & Wijaya, I. K. K. A. (2017). Tinjauan Yuridis Pengaturan Tanah Druwe Desa di Bali(Aspek Hukum Perlindungan Masyarakat Adat Atas Tanah. 1(1), 33–39.
Kangagung, V. P., Windia, W. P., & Udayana, H. U. (2021). Pensertipikatan Tanah Desa Adat di Bali Melalui Program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Acta Comitas : Jurnal Hukum Kenotariatan. 06(02), 353–366. https://doi.org/10.24843/AC.2021.v06.i02.p11
Mulyono, S. P. (2014). Kebijakan sinoptik penerapan hukum adat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Yustisia Jurnal Hukum, 3(2), 68-76. https://doi.org/10.20961/yustisia.v3i2.11096
ND, M. F., & Achmad, Y. (2021). Dualisme Penelitian Hukum: Normatif & Empiris. Pustaka Pelajar.
Ni’matul Huda, (2015). Desa Dalam Bingkai Peraturan Perundang-Undang di Indonesia (Pertama). Setara Press.
Nusantara, A. M. A. (2024). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang No. 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Administrasi Pertanahan dan Pendaftaran Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat. 14.
Parimartha, I. G. (2011). Integrasi Bangsa Dan Harmonisasi Sosial: Sistem Pemerintahan Desa Di Bali. 1–9.
Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat Bali. (2019).
Permadi, I. (2016). Perlindungan Hukum Terhadap Pembeli Tanah Bersertifikat Ganda Dengan Cara Itikad Baik Demi Kepastian Hukum. Yustisia Jurnal Hukum. 5(2), 448–467. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/yustisia.v5i2.8762
Pradhani, S. I. (2018). Traditional Rights of Indigenous People in Indonesia : Legal Recognition and Court Interpretation Sartika Intaning Pradhani A . Background National Agrarian Reform Committee said that 1 % of the richest people in Indonesia controlled 50 , 3 % of national. 1(2), 177–205. https://doi.org/10.22437/jlj.1.2.177-205
Puspadewi, A. A. A. I., Utama, I. M. A., & Wirawan, I. K. (2021). Penunjukan Desa Pakraman Sebagai Subyek Hak Pemilikan Bersama (Komunal) Atas Tanah Berdasarkan Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang /Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 276/KEP-19.2/X/2017. 167–186.
Putri, K., Pradhani, S., & Noor, H. (2020). The Existence of Adat Law Community in Public-Private Partnership. Yustisia Jurnal Hukum. 9(3), 306–332. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.20961/yustisia.v9i3.25492
Putri, N. D., & Devayuda, I. M. R. (2026). Evolving Recognition: The Changing Landscape of Indigenous Land Rights in Indonesia (Case Study of Customary Village in Kertha Jaya Pendem Jembrana, Bali). 1–34.
Republik Indonesia (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta: Sekretariat Negara
Republik Indonesia (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Lembaran Negara Tahun 1950 - 1997.
Salamat, Y. (2016). Pengaturan Mengenai Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat ( Studi Kasus Pengakuan Terhadap Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat Dayak di Kalimantan Tengah) (Case Study of Recognition of the Dayak Adat Law Community Land). Jurnal Legislasi Indonesia. 13 (4). 411–420. https://doi.org/10.54629/jli.v13i4.88
Sastrawan, I. P. D., Guntur, I. G. N., & Andari, D. W. T. (2018). Urgensi Penguatan Hak Atas Tanah Druwe Desa di Bali. Tunas Agraria, 1(1). https://doi.org/10.31292/jta.v1i1.6
Rai, I. K. S. A., Mujiburohman, D. A., & Mujiati, M. (2022). Implementasi Kebijakan Pendaftaran Tanah Hak Komunal Desa Adat di Alapsari, Buleleng, Bali. Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area, 10(1), 19–29. https://doi.org/10.31289/publika.v10i1.6746
Sulastriyono. (2014). Filosofi pengakuan dan penghormatan negara terhadap masyarakat hukum adat di Indonesia. Yustisia Jurnal Hukum. 3(3), 97–108. https://dx.doi.org/10.20961/yustisia.v3i3.29556
Suwitra, I. M., Astara, I. W. W., Kasta, I. K., Wijaya, A., & Arthanaya, I. W. (2021). Strengthening Balinese Customary Laws through Awig-Awig Writing in Pekutatan Negara Traditional Village. 3. https://doi.org/10.4108/eai.25-11-2020.2306661
Tamanaha, B. Z. (2007). Understanding legal pluralism: Past to present, local to global. Sydney Law Review, 30(3), 375–411.
Umami, A. M., & S, N. P. (2025). Perkembangan Pengaturan Tanah Adat di Indonesia. 371–375.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, I. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. (1).
UU NO. 5 TAHUN 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. (1950). Lembaran Negara Tahun 1950—1997.
Wiguna, M. O. C. (2019). Problematika Pengaturan Pendaftaran Tanah Adat di Bali. 487–498.
Wijaya, M. H., & Sutrisni, K. (2018). How can the existence of costumary laws protect the water preservation in the Cau Belayu (Tabanan) traditional village?. Yustisia Jurnal Hukum, 7(3). 600-613. https://dx.doi.org/10.20961/yustisia.v7i3.21560
Windia, W. P. (2023). Mengenal Hukum Adat Bali. Pustaka Ekspresi.
Refbacks
- There are currently no refbacks.










