URGENSI JUDICIAL SCRUTINY TERHADAP PENAHANAN PRA-PERSIDANGAN DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA INDONESIA
Abstract
Pretrial detention is a coercive measure that is frequently applied in the criminal justice process, yet its implementation often raises issues concerning the protection of human rights. The authority to detain, which rests with investigators and public prosecutors without sufficient judicial oversight, creates a potential for abuse of power and excessive detention. This research explores the problems surrounding pretrial detention in Indonesia and examines the urgency of judicial scrutiny as a mechanism of judicial supervision in line with the principle of due process of law. The study uses a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. The findings show that the practice of detention in Indonesia still reflects the crime control model, while the current pretrial mechanism remains ineffective because it operates only after the detention has been carried out. Judicial scrutiny from the early stage of investigation, either through the establishment of a Preliminary Examining Judge or by strengthening the pretrial institution, is essential to protect the rights of suspects and to promote a fair and accountable justice system.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
References Buku Akbari, Anugerah R. 2022. Studi Evaluasi terhadap Keberlakuan Hukum Acara Pidana Indonesia. Jakarta: Institute for Criminal Justice Reform (ICJR). Eddyono, Supriyadi W., and Erasmus Napitupulu. 2014. Praperadilan di Indonesia: Teori, Sejarah, dan Praktiknya. Jakarta: Institute for Criminal Justice Reform (ICJR). Eddyono, Supriyadi W., and Erasmus Napitupulu. 2014. Prospek Hakim Pemeriksa Pendahuluan dalam Pengawasan Penahanan Dalam Rancangan KUHAP. Jakarta: Institute for Criminal Justice Reform (ICJR). Harahap, M. Y. 2021. Praperadilan dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika. Hutauruk, Samuel. 2021. Urgensi Hakim Pemeriksa Pendahuluan dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia. Malang: Universitas Brawijaya. ICJR. 2020. Laporan Kondisi Penahanan Pra Persidangan di Indonesia. Jakarta: Institute for Criminal Justice Reform (ICJR). Kementerian Hukum dan HAM. 2021. Statistik Pemasyarakatan Tahun 2021. Jakarta: Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Lovina, and Sustira Dirga. 2022. Judicial Scrutiny Melalui Hakim Pemeriksa Pendahuluan dalam RKUHAP. Jakarta: Institute for Criminal Justice Reform (ICJR). Lubis, Todung M. 2019. Hukum, Kekuasaan, dan Keadilan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Mulyadi, Lilik. 2017. Hukum Acara Pidana: Teori dan Praktik. Bandung: Alumni. Rahmawati, Maidina, and Girlie L. Ginting. 2022. Reformasi Penahanan dan Penghindaran Penahanan bagi Pengguna dan Pecandu Narkotika dalam RKUHAP. Jakarta: Institute for Criminal Justice Reform (ICJR). Artikel Jurnal Al Farizi, Dizal. 2016. “Konsep Penahanan dalam Sistem Hukum Indonesia,” Lentera Hukum 3 (1): 32-34 Aulia, Dini et.al. “Penerapan Pasal 31 KUHAP Tentang Penagguhan Penahanan di Indonesia (Studi Kasus Penagguhan Penahanan Terhadap Nikita Mirzani). Journal of Science and Social Research , no.4 (Februari 2023): 138 Bani, Bariel B., and I Gusti Ayu S. Maharani. 2023. “Urgensi Upaya Paksa untuk Membantu Penyidikan dalam Sistem Peradilan Pidana.” Jurnal Kertha Semaya 12 (3): 2146. DA, Ady T. 2025. “RUU KUHAP Perlu Benahi 4 Kelemahan Praperadilan.” Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/ruu-kuhap-perlu-benahi-4-kelemahan-praperadilan-lt6848fcf825128/. Fachrunisa, Syifa. 2021. “Penyadapan sebagai Bentuk Upaya Paksa dalam Hukum Acara Pidana di Indonesia.” Jurnal Studi Hukum Pidana 1, no. 1 (Januari-Juni): 48. Frans, Mardian P. 2024. “Plea Bargaining System, Deferred Prosecution Agreement, dan Judicial Scrutiny sebagai Upaya Mengatasi Over Kapasitas Lembaga Pemasyarakatan.” Perspektif Hukum 24, no. 2 (Oktober): 161-162. Motulo, Phileo H. 2020. “Upaya Paksa dalam Proses Peradilan Pidana.” Lex Administratum VIII, no. 4 (Okt-Des), 149. Nasution, A. n.d. “Problematika Syarat Subjektif Penahanan dalam KUHAP.” Jurnal Hukum dan Peradilan 9 (2): 213-228. https://doi.org/10.25216/jhp.9.2.2020.213-228. Saputra, Satria Nenda Eka dan Muridah Isnawati, “Overcrowding Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Dalam System Pemidanaan di Inonesia,” Pagaruyuang Law Journal 6, No.1 (Juli 2022): 65-66 Setiawan, R. n.d. “Dampak Sosial Penahanan Pra-Persidangan di Indonesia.” Jurnal HAM 11 (2): 155-170. https://doi.org/10.30641/ham.2020.11.155-170. Peraturan Perundang-Undangan International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) atau Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik. Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang Tentang Acara Pidana, Februari 2025. Rancangan Undang-Undang tentang Hukum Acara Pidana Maret tahun 2025. Rancangan Undang-Undang tentang Hukum Acara Pidana Desember tahun 2012. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Sumber Berita DA, Ady T. n.d. “Begini Alasan Pemerintah Dihapusnya Hakim Pemeriksa Pendahuluan dari Draf RUU KUHAP.” hukumonline.com. Accessed September 13, 2025. https://www.hukumonline.com/berita/a/begini-alasan-pemerintah-dihapusnya-hakim-pemeriksa-pendahuluan-dari-draf-ruu-kuhap-lt6863391b6ad6b/?page=1. DA, Ady T. n.d. “Ketua Kamar Pidana MA Usul RUU KUHAP Perkuat Mekanisme Praperadilan.” hukumonline.com. Accessed September 14, 2025. https://www.hukumonline.com/berita/a/ketua-kamar-pidana-ma-usul-ruu-kuhap-perkuat-mekanisme-praperadilan-lt686de717e722d/?page=2. Ginting, Tri Vosa. “Rangkuman Isi KUHP: Mayoritas Tindak Pidana Diancam 7 Tahun Penjara” accessed September 25, 2025 https://kumparan.com/kumparannews/rangkuman-isi-kuhp-mayoritas-tindak-pidana-diancam-7-tahun-penjara-1zPHJZ3aJug. DA, Ady T. n.d. “Prof Harkristuti Tegaskan Pentingnya Pengaturan Judicial Scrutiny dalam RUU KUHAP.” http://hukumonline.com. Accessed August 1, 2025. https://www.hukumonline.com/berita/a/prof-harkristuti-tegaskan-pentingnya-pengaturan-judicial-scrutiny-dalam-ruu-kuhap-lt683d250b2b3f6/?page=1. Reza, Aulia A. 2024. “Kritik atas Penahanan dalam Peradilan Pidana.” Hukumonline, September 17, 2024. https://www.hukumonline.com/berita/a/kritik-atas-penahanan-dalam-peradilan-pidana-lt66ea4c6607d99?page=all. Ridwansyah, Ardhi. n.d. “Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Polisi, RUU KUHAP Harus Hapuskan Tahanan di Kantor Kepolisian.” KBR. Accessed August 10, 2025. https://kbr.id/articles/indeks/kasus-dugaan-pemerkosaan-oleh-polisi-ruu-kuhap-harus-hapuskan-tahanan-di-kantor-kepolisian-l. Utami, Kristi D. 2023. “Empat Polisi Jadi Tersangka dalam Kasus Tewasnya Tahanan di Banyumas.” Kompas.id, July 17, 2023. https://www.kompas.id/artikel/empat-polisi-jadi-tersangka-dalam-kasus-tewasnya-tahanan-di-banyumas.
Refbacks
- There are currently no refbacks.







