PENGARUH SUHU PIROLISIS TERHADAP RENDEMEN ASAP CAIR LIMBAH KAKAO DALAM MENENTUKAN LAJU REAKSI

Mohammad Wijaya, Muhammad Wiharto, Rachmawaty Rachmawaty

Abstract

Perkebunan kakao yang ada di Kabupaten Luwu Timur, memiliki karakteristik tanah dan jenis pohon . Buah kakao menghasilkan biji kakao dan limbah kakao yang dibuang, berserakan dan berwana hitam pada waktu yang lama akan mengalami proses pembusukan, padahal memiliki potensi yang cukup besar. Hasil pengolahan kakao menghasilkan limbah kakao. dengan penggunaan teknologi pirolisis. Analisis kandungan lignin kulit buah kakao sebesar 50,78%, disusul kandungan selulosa sebesar 27,47% dam terakhir 21,05%. Analisis kandungan lignin daun kakao sebesar 49m78%, disusul kandungan selulosa sebesar 59,40% dam terakhir kandungan hemiselulosa 21,05%. Rendemen asap cair daun kakao Kabupaten Luwu Timur pada suhu pirolisis 114° C : 11,03% dan pada suhu pirolisis 214° C : 5,51%, selanjutnya pada suhu pirolisis 314°C : 8,62% dan suhu pirolisis 414° C : 5,17% , akhirnya suhu pirolisis 514° C : 3,45%, Rendemen asap cair daun kakao Kabupaten Luwu Timur pada suhu pirolisis 114° C : 7.08% dan pada suhu pirolisis 214° C : 11.05%, selanjutnya pada suhu pirolisis 314°C : 12.09% dan suhu pirolisis 414° C : 10.54% , akhirnya suhu pirolisis 514° C : 4.32%,. Berdasarkan data suhu pirolisis dan rendemen asap cair dapat ditentukan laju reaksi. Kadar asam asetat untuk asap cair kulit buah kakao pada suhu pirolisis 114 C sebesar 2.86%, kemudian mengalami penurunan sebesar 0,97 pada suhu pirolisis 214 C, disusul pada suhu 314 C sebesar 6,30%, mengalami penurunan lagi sebesar 3,98% dan suhu terakhir 514 C sebesar 2,29%. Hasil pemisahan senyawa kimia bio aktif dari asap cair kulit buah kakao digunakan untuk memperoleh produk komposisi kimia.. Berdasarkan data suhu pirolisis dan rendemen asap cair dapat ditentukan laju reaksi

Keywords

Kulit Buah kakao, pirolisis, rendemen, dan laju reaksi

Full Text:

PDF

References

Chen Q, Endo T, Wang Q. 2016. Characterization of Microcrystaline Cellulose after Pre treatment with Low Concentration of Ionic Liquid H2O for a Pyrolysis Process. J. Biores, 11(1), 159-173.

Guo M, and Bi J. 2015. Pyrolysis Characteristics of Corn Stalk with Solid Heat Carrier. J. Biores. 10(3), 3839-3851

Kartal SN, Imamura Y, Tsuchiya F, Ohsato K. 2004. Preliminary Evaluation of Fungicidal and Termiticidal Activity of Filtrates from Biomassa Sharry Fuel Production. J Biores Technol 95 : 41-47.

Li, YM , Elson M , Zhang D, Sicher RC, Li H, Meinhardt LW, Baligar V 2013. Physiological Traits and Metabolites of Cacao Seedlings Influenced by Potassium in Growth Medium American J. Plant Sciences , 4, 1074-1080

Lv.G.J, Wu.S.B, and Lou. R. 2010. Characteristic of Corn Stalk Hemicelluloce Pyrolysis in a Tubular Reactor. J.Biores. 5(4), 2051-2062.

Mbajiuka, Chinedu, Hediora, AC, Quwuakor CE, Nwokoji L, 2015. Fermentation of Pods Cacao (Theobroma Cocoa L), Using Palm Wine Yeast for Production of Alcohol and Biomass .American J. of Microbiological. Res. 3(2), 80-84.

Pattiya A, Titiloye J, and Bridgwater A. 2007. Fast pyrolysis of Agricultural Residues from Cassava Plantation for Bio Oil Production. As. J. Energy Env. 08(02). 496-502.

Rojith G, and Bright Singh I.S. 2011. Lignin Recovery, Biochar Production and Decolourisation of Coir Pith Black Liqour.

Syam.H.2006. Rancang bangun model system pengembangan agroindustri berbasis kakao melalui pola jejaring usaha.Disertasi Bogor.Institut Pertanian Bogor.

Wang, D, Li D, Dongcan Lv and Liu Y. 2014. Reduction pf the Variety pf Phenolic Compound in Bio Oil via the Catalytic Pyrolysis. J.Biores 8(3), 4014-4021.

Wijaya.M, Noor, E, Irawadi, TT dan Pari.G.2008. Perubahan suhu pirolisis

Wijaya, Pengaruh Suhu Pirolisis ...........

“Ekspansi Riset Kimia Dan Pendidikan Kimia

Untuk Pembangunan Berkelanjutan”

terhadap Struktur Kimia Asap Cair dari serbuk gergaji kayu pinus. J.Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan. Institut Pertanian Bogor. 1(2).73-77

Wijaya.M. Wiharto M, dan Anwar. 2017. Kandungan Selulosa Limbah Kakao dan Analisis Kandungan Kimia Asap Cair Kulit Buah kakao dengan Metode GC MS , 3(3) ; 191-197. JKPK UNS

Ziegenhals, K., Speer, K. and Jira, W. 2009. Polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) in chocolate in the Germany market. Journal für Verbraucherschutz und Lebensmittelsicherheit 4: 128-135.

Zhu D, Gao. M, Pan H, Pan Y, Liu Y, Li S, Ge H, and Fang N. 2014. Fabrication and mehanical Properties of SiC/SiC-Si Composites by Liquid Si Infiltration using Pyrolysed Rice Husks and SIC Powder as Precursors. 9(2) 2572-258

Refbacks

  • There are currently no refbacks.