PEMANFAATAN ARANG AKTIF BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) SEBAGAI ADSORBEN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MINYAK GORENG BEKAS DENGAN VARIASI KONSENTRASI AKTIVATOR DAN WAKTU KONTAK

Khamilatun Fadilah, Budi Utami

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui : (1) konsentrasi optimum aktivator pada arang aktif biji alpukat ditinjau dari penurunan angka asam dan bilangan peroksida pada minyak goreng bekas, (2) waktu kontak optimum pada arang aktif biji alpukat ditinjau dari penurunan angka asam dan bilangan peroksida pada minyak goreng bekas.
Penelitian ini menggunakan metide eksperimen di Laboratorium. Menggunakan arang aktif biji alpukat sebagai adsorben untuk meningkatkan kualitas minyak goreng bekas. Aktivator yang digunakan dalam penelitian ini adalah HCl 5% dan HCl 7.5%. Variasi konsentrasi aktivator dalam penelitian ini adalah HCl 5% dan HCl 7.5%, sedangkan variasi waktu kontak pada penelitian ini adalah 15 menit, 30 menit, 45 menit, 60 menit, 75 menit, dan 90 menit. Penentuan penurunan kadar angka asam dilakukan dengan titrasi asidi-alkalimetri, sedangkan penentuan penurunan kadar bilangan peroksida dilakukan dengan titrasi iodometri.
Hasil penelitian diperoleh bahwa : (1) konsentrasi aktivator paling optimal adalah HCl 5%, (2) waktu kontak paling optimal yakni selama 45 menit.

Keywords

Biji alpukat, arang aktif, waktu kontak, angka asam, bilangan peroksida

Full Text:

PDF

References

Sutarmi dan H. Rozaline. (2005). Taklukkan Penyakit Dengan VCO. Jakarta : Penebar Swadaya.

Rukmini, A. (2007). Regenerasi minyak goreng bekas dengan arang sekam menekan kerusakan organ tubuh. In Seminar Nasional Teknologi (Vol. 24, pp. 1-9).

Ketaren, S. 1986. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta: UI Press.

BSN (Badan Standardisasi Nasional). (2013). SNI 01-3741-2013 Tentang Mutu Minyak Goreng. Jakarta : Badan Standardisasi Nasional.

Yustinah, Y., & Hartini, H. (2011). Adsorbsi minyak goreng bekas menggunakan arang aktif dari sabut kelapa. In Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan”.

Erdawati. (2008). Kapasitas Adsorpsi Kitosan dan Nanomagnetik Kitosan Terhadap Ion Ni(Ii). Makalah. Dalam : Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-Ii 2008. Universitas Lampung, 17-18 November 2008.pp. 248-256.

Chandra, A., H. M. Inggrid dan Verawati. (2013). Pengaruh pH dan Jenis Pelarut Pada Perolehan dan Karakterisasi Pati dari Biji Alpukat. Bandung : Universitas Katholik Parahyangan.

Dahlan, M. H., Siregar, H. P., & Yusra, M. (2013). Penggunaan karbon aktif dari biji kelor dapat memurnikan minyak jelantah. Jurnal Teknik Kimia, 19(3).

Triani, L. (2006). Desorpsi Tembaga (II) dari Ckorella sp yang Terimobilisasi pada Silika Gel (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang).

Sinaga, R. S., Purwonugroho, D., & Darjito, D. (2015). Adsorpsi Seng (II) oleh Biomassa Azolla microphylla Diesterifikasi dengan Asam Sitrat: Kajian Desorpsi Menggunakan Larutan HCl. Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya, 1(1), pp-629

Refbacks

  • There are currently no refbacks.