PENGEMBANGAN INSTRUMENT TWO-TIER MULTIPLE CHOISE BERBASIS HOTS PADA MATERI IPA TERPADU ASAM BASA DAN GARAM

Arif Rahmat Hidayatullah, Sri Yamtinah, Mohammad Masyukri

Abstract

Asam Basa dan Garam merupakan materi yang memiliki karakteristik konsep abstrak dan banyak konsep yang harus dipahami oleh siswa serta kurangnya kemampuan siswa dalam mengaitkan dalam kehidupan sehari-hari instrument soal two-tier multiple choice merupakan instrument pembelajara yang efektif untuk mengukur kemampuan siswa dalam menjawab soal meningkatkan kemandirian siswa untuk belajar dan mengenal kimia dikehidupan didunia nyata dan dapat di lihat oleh kasat mata di sekelilingnya terutama pada materi Asam Basa dan Garam.Penelitian ini bertujuan mengembangkan berupa two-tier multiple choice berbasis Higher Order Thingking Skills (HOTS) pada materi Asam Basa dan Garam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan penelitian ini menggunakan instrumen penilaian two-tier multiple choice untuk mengukur miskonsepsi siswa. Hasil pengembangan diuji kepada siswa kelas VII (Tujuh) di tiga sekolah yaitu SMPN 2, SMPN 7, dan SMPN 11 Kota Bima . yang memiliki nilai rata-rata kelas tinggi, sedang,dan rendah. berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan persentase rata-rata rendah 50,5% sedang 76,5%, dan tinggi 60,5% Hal ini menunjukkan two-tier multiple choice berbasis Higher Order Thingking Skills (HOTS) yang dikembangkan layak untuk dilanjutkan ke tahap yang lebih luas dan diterapkan disekolah

Keywords

two-tier multiple choice, Higher Order Thinking Skills (HOTS), Asam,Bas dan Garam

Full Text:

PDF

References

Noeraida, “Penerapan Pembelajaran Ipa Terpadu Di Smp Menjelang Implementasi Kurikulum 2013,” Lembaran Ilmu Kependidikan, vol. 43, no. 1, pp. 25–31, 2014.

Susbiyanto and I. Wilujeng, “PENGEMBANGAN PERANGKAT IPA BERBASIS KURIKULUM 2013 UNTUK MENINGKATKAN

Hidayatullah, Pengembangan Instrumen Two .........

“Ekspansi Riset Kimia Dan Pendidikan Kimia

Untuk Pembangunan Berkelanjutan”

KETERAMPILAN PROSES, KEJUJURAN, DAN TANGGUNG JAWAB,” pp. 86–103, 2013.

M. H. Amanda, S. Haryani, and F. W. Mahatmanti, “Analisis Kemampuan Metakognisi Siswa Melalui Penggunaan Lembar Kerja Siswa Berbasis Discovery Learning,” J. Inov. Pendidik. Kim., vol. 14, no. 1, pp. 2468 – 2478–2478, 2020, [Online]. Available: Vol 14.

D. Apriana, “Problematika Guru Dari Aspek Ketersediaan Sarana Prasarana,” Pros. Semin. Nas. Pendidik., vol. 2, no. 1, pp. 291–297, 2017.

S. Setyaningih, “Pengelolaan sarana prasarana dalam implementasi kurikulum pendidikan guru sekolah dasar: Sebuah studi kasus di Universitas Negeri Semarang,” J. Manag. Pendidik., vol. 13, no. 1, pp. 62–71, 2018, doi: 10.23917/jmp.v13i2.6397.

T. A. M. R. Guritno, M. Masykuri, and Ashadi, “Pembelajaran Kimia Melalui Model Pemecahan Masalah Dan Inkuiri Terbimbing Ditinjau Dari Keterampilan Proses Sains (Kps) Dasar Dan Sikap Ilmiah Siswa,” Inkuiri, vol. 4, no. 2, pp. 1–9, 2016.

P. Medina, “Analisis Miskonsepsi Siswa kelas X pada Materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit serta Reaksi Oksidasi dan Reduksi dalam Pembelajaran Kimia di SMAN 10 Kota Padang,” J. Residu, vol. 1, no. 1, pp. 73–84, 2017.

M. Nofiana, S. Sajidan, and P. Puguh, “Pengembangan instrumen evaluasi two-tier multiple choice question untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi pada materi kingdom plantae,” J. Inkuiri, vol. 3, no. 2, pp. 60–74, 2014, doi: 10.20961/inkuiri.v3i2.9694.

A. S. Shidiq, M. Masykuri, and E. Susanti, “Analisis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Menggunakan Instrumen Two-Tier Multiple Choice Pada Materi Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Untuk Siswa Kelas Xi Sma N 1 Surakarta,” Pros. Semin. Nas. Pendidik. Sains, no. November, pp. 2015–159, 2015.

D. Septiana, Zulfiani, and M. F. Noor, “Identifikasi Miskonsepsi Siswa Pada Konsep Archaebacteria Dan Eubacteria Menggunakan Two-Tier Multiple Choice,” Edusains, vol. 6, no. 2, pp. 191–200, 2015, doi: 10.15408/es.v6i2.1151.

T. ysuuml; z Cengiz, “Development of two-tier diagnostic instrument and assess students’ understanding in chemistry,” Sci. Res. Essays, vol. 4, no. 6, pp. 626–631, 2009.

D. Kurniati, R. Harimukti, and N. A. Jamil, “KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP DI KABUPATEN JEMBER DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERSTANDAR PISA,” vol. 20, no. 2, 2016.

SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA XII (SN-KPK XII)

M. Hasyim and F. K. Andreina, “Analisis High Order Thinking Skill (Hots) Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Open Ended Matematika,” FIBONACCI J. Pendidik. Mat. dan Mat., vol. 5, no. 1, p. 55, 2019, doi: 10.24853/fbc.5.1.55-64.

W. Vogt, “fakor-Faktor Yang Mendorong Siswa MIA SMAN Mengikuti Bimbingan Belajar Luar Sekolah Di Kecamatan,” Dict. Stat. Methodol., vol. 2, no. 1, 2015, doi: 10.4135/9781412983907.n1534.

U. Pratiwi and E. F. Fasha, “Pengembangan Instrumen Penilaian Hots Berbasis Kurikulum 2013 Terhadap Sikap Disiplin,” J. Penelit. dan Pembelajaran IPA, vol. 1, no. 1, p. 123, 2015, doi: 10.30870/jppi.v1i1.330.

M. M. Singamurti, “Pengembangan Instrumen Penilaian Model Two-Tier Multiple Choice Question (TTMCQ) pada Materi Pancadharma,” INFERENSI J. Penelit. Sos. Keagamaan, vol. 14, no. 1, pp. 97–120, 2020, doi: 10.18326/infsl3.v14i1.97-120.

R. A. Girsang, W. Bunawan, and R. Juliani, “Development of Two-tier Multiple Choice Instrument to Measure Higher Order Thinking Skills,” vol. 397, no. Icliqe 2019, pp. 1038–1045, 2020, doi: 10.2991/aisteel-19.2019.94

R. Badjeber and J. P. Purwaningrum, “Pengembangan Higher Order Thinking Skills Dalam Pembelajaran Matematika Di SMP,” J. Pendidik. dan Pembelajaran, vol. 1, no. 1, pp. 36–43, 2018.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.