PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SERVIS KETINGGIAN NET TETAP DAN BERTAHAP TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS BOLAVOLI PADA PESERTA DIDIK PUTRA EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI MTS NEGERI 4 SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Muhammad Rochman Aji, Teguh Santosa, Ratna Kumala Setyaningrum

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Ada tidaknya perbedaan pengaruh antara latihan servis dengan ketinggian net tetap dan bertahap terhadap kemampuan servis atas bolavoli pada peserta didik putra ekstrakurikuler MTs Negeri 4 Sragen tahun pelajaran 2019/2020. (2) Latihan servis yang lebih baik pengaruhnya antara ketinggian net tetap dan bertahap terhadap kemampuan servis atas bolavoli pada peserta didik putra ekstrakurikuler MTs Negeri 4 Sragen tahun pelajaran 2019/2020.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan pretest-posttest design. Populasi dan sampel penelitian ini peserta didik putra ekstrakurikuler bolavoli MTs Negeri 4 Sragen tahun pelajaran 2019/2020 berjumlah 30 orang. Dari 30 peserta didik yang dijadikan sampel penelitian, dibagi menjadi dua kelompok dengan cara ordinal pairing. Kelompok 1 sebanyak 15 orang mendapat perlakuan latihan servis dengan ketinggian net tetap Kelompok 2 sebanyak 15 orang mendapat perlakuan latihan servis dengan ketinggian net bertahap. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan pengukuran kemampuan servis atas bolavoli dari dari Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Depdiknas. (2003: 11-12).). Teknik analisis data yang digunakan dengan uji t pada taraf signifikansi 5%.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan servis antara ketinggian net tetap dan bertahap terhadap kemampuan servis atas bolavoli pada peserta didik putra ekstrakurikuler bolavoli MTs Negeri 4 Sragen tahun pelajaran 2019/2020, dengan nilai perhitungan t hitung 4.349 lebih besar dari t tabel 2,145 pada taraf signifikasi 5%. (2) Latihan servis dengan ketinggian net bertahap lebih baik pengaruhnya daripada latihan servis dengan ketinggian tetap terhadap kemampuan servis atas bolavoli pada peserta didik putra ekstrakurikuler bolavoli MTs Negeri 4 Sragen tahun pelajaran 2019/2020. Kelompok 1 (latihan servis dengan ketinggian tetap) memiliki peningkatan kemampuan servis atas bolavoli sebesar 42.30%. Sedangkan kelompok 2 (latihan servis dengan ketinggian net bertahap) memiliki peningkatan  kemampuan servis atas bolavoli sebesar 58.60%.

 

Kata Kunci: Latihan Servis, Kemampuan Servis Atas Bolavoli.

Full Text:

PDF

References

Ahmad, Nuril. (2007). Panduan Olahraga Bolavoli. Surakarta: Era Pustaka Utama.

Amung Ma’mum & Toto Subroto. (2001). Pendekatan Keterampilan Taktis dalam Permainan Bolavoli Konsep & Metode Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Andi Suhendro. (2007). Dasar-Dasar Kepelatihan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Adnyana. (2010). Buku Ajar Perkembangan dan Belajar GerakMotor Development Milesatones. Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha.

Budiwanto, S (2004). Pengetahuan Dasar Melatih Olahraga. Malang: Jurusan Ilmu Keolahragaan FIP UM Universitas Negeri Malang.

Dieter Beutelstahl. (2005). Belajar Bermain Bolavolley. Bandung: CV. Pioner Jaya.

Dini Rosdiani. (2013). Perencanaan Pembelajaran dalam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Bandung: Alfabeta.

Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Petunjuk Tes Keterampilan Bolavoli Usia 13-15 Tahun. Jakarta: Pusat Pengambangan Kualitas Jasmani.

Dewan & Bidang Perwasitan PP.PBVSI. (2001-2004). Peraturan Permainan Bolavoli. Jakarta: PBVSI.

Dwi Hatmisari Ambarukmi. (2010). Pelatihan Olahraga Anak Usia Dini. Jakarta: ASDEP Pengembangan Tenaga dan Pembina Keolahragaan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi dan IPTEK Olahraga Kementerian Negra Pemuda dan Olahraga.

Herry Koesyanto. (2003). Bermain Bola Voli. Semarang. Aneka Ilmu.

H.J.S. Husdarta. (2009). Manajemen Pendidikan Jasmani. Bandung: Alfabeta.

Jurnal Ilmiah Spirit Bagus Kuncoro. 2010. Perbedaan Pengaruh Metode Latihan Berbeban Linier dan Non Linier terhadap Peningkatan Power Otot Lengan Ditinjau dari Kekuatan Otot Lengan. Surakarta: UTP.

LANKOR. 2007. Teori Kepelatihan Dasar (Materi untuk Kepelatihan Tingkat Dasar). Jakarta: Lembaga Akreditasi Nasional Keolahragaan (LANKOR).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.