PERBEDAAN PENGARUH PEMBELAJARAN REPETITION SPRINT DAN HOLLOW SPRINT TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN LARI 100 METER PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP MTA GEMOLONG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Wahyu Purnomo, Sarjoko Lelono

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh metode pembelajaran repetition sprint dan hollow sprint terhadap terhadap peningkatan kecepatan lari 100 meter siswa putra kelas VIII SMP MTA Gemolong; (2) Pengaruh yang lebih baik pengaruhnya antara metode pembelajaran repetition sprint dan hollow sprint terhadap peningkatan kecepatan lari 100 meter siswa putra kelas VIII SMP MTA Gemolong.

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra kelas VIII SMP MTA Gemolong tahun 2014 yang berjumlah 185 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling, dari jumlah populasi 185 diambil 30 siswa secara acak. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji perbedaan (uji t) dengan melalui uji persyaratan terlebih dahulu seperti uji reliabilitas, uji normalitas, dan uji homogenitas. Setelah melakukan penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Ada perbedaan pengaruh pembelajaran repetition sprint dan hollow sprint terhadap kecepatan lari sprint 100 meter pada siswa putra kelas VIII SMP MTA Gemolong tahun 2014, dengan thitung = 4,768 > ttabel = 2,145; (2) Metode pembelajaran repetition sprint lebih baik pengaruhnya dari pada latihan hollow sprint terhadap kemampuan kecepatan lari sprint 100 meter siswa putra SMP MTA Gemolong tahun 2014, dengan peningkatan repetition sprint = 5.003%> hollow sprint = 2.105%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Ada perbedaan pengaruh pembelajaran repetition sprint dan hollow sprint terhadap kecepatan lari sprint 100 meter pada siswa putra kelas VIII SMP MTA Gemolong tahun 2014, dengan thitung = 4,768 > ttabel = 2,145; (2) Metode pembelajaran repetition sprint lebih baik pengaruhnya dari pada latihan hollow sprint terhadap kemampuan kecepatan lari sprint 100 meter siswa putra SMP MTA Gemolong tahun 2014, dengan peningkatan repetition sprint = 5.003%> hollow sprint = 2.105%.

Full Text:

PDF

References

Adisasmita, M Yusuf dan Aip Syarifudin. 1996. Ilmu kepelatihan dasar. Jakarta:

Dedikbud. Dirjendirti.

Arikunto, S. 2003. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Bina

Aksara.

Bompa. 1999. Periodization Theory and Methodology Of Training. Kendall/Hant:

Human Kinetics.

__________, Tudor O. 1994. Theory and Methodology of Training. The Key Of

Athletik Performance,3th Edition. Kandall/Hunt: Publishing Company

Brooks, George A, and Fahey Thomas P. 1984. Exercise Physiology: Human

Bionergenetics and its Aplication, 1st Ed. New York: Jhon Willey & Sons. Inc.

B Rushall, FS Pyke. 1990. Training for Sport and Fitness. South Melbourne: Macmillan

Education.

FKIP UNS. 2012. Pedoman Penulisan Skripsi. Surakarta; UNS Press.

Fox, E.L. Bowers, R.W. & Foss, M.L. 1992. The Physiological Basis For Exercise and

Sport. Dubuque: WCB Brown Benchmark Publisher.

Fox, Marie L., Richard W, Bower and Merie L.Foss. 1993. The Physiological Basic Of

Physical Education and Athletics, 5th Edition. Dubuque: Wm. C. Brown

Communication, Inc.

Gerhardt Schmolinsky. 1977. Track and Field. First Edition. Berlin: Sportverlag.

Hamid, A. 2000. Teori dan Praktek Atletik. Surakarta: Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan Republik Indonesia UNS

Harre, D. 1982. Principles of sport training. Berlin: sportverlag.

Harsono. 1998. Coaching dan Aspek-aspek Psikologis Dalam Coaching. Jakarta:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan

Tinggi.

Hay, J.G. 1985. The Beomechanics of Sports Techniques. Prentice-Hall: University of

Iowa

H.J. Gino, Suwarni, Suripto, Maryanto dan Sutijan. 1998. Belajar dan Pembelajaran II.

Surakarta: UNS Press

IAAF. 1985. Scoring Tables For Mens And Womens: Combined Events Competitions,

London: International Amateur Federation, 3 Hand Crescent, London SW IX,

England

Jonath. U, Haag E & Krempel R. 1987. Atletik 1, Alih Bahasa Suparno. Jakarta: PT

Rosda Jaya Putra.

Kirkendal D.R. 1987. Measurement and Evaluation for Physical Education, Second

Edition, Champaign Illionis: Humans Kinetics Pubhlisers, Inc.

M. Sajoto. 1995. Pembinaan Kondisi Fisik Olahraga. Semarang: IKIP Semarang Press.

Mathew, D.K. & Fox, E.L. 1988. The Physiological Basis Of Physical Education and

Athletics. Philadelphia: W.B. Saunders Company.

Nossek, Josef. 1982. General Teori Of Training, (Terjemahan M. Furqon H. 1995)

Surakarta: Sebelas Maret University Press

Pyke F.S. Robert, A.D., Woodman, L.R., Telford, R.R. & Jarver, J. 1991. Better

Coaching. Australia: Australian Coaching Council Incorporated.

Rex Hazeldine. 1985. Fitness for Sport. Marlborough: The Crawford Press.

Rushall, B.S. & Pyke, F.S. 1992. Training For Sport and Fitness. Canberra: The

Macmillan Company of Australia PTY LTD.

Sagala. S. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

Shaver, L.G. 1981. Essentials of Exercise Physiologi. Minnesota: Burger Pubhlising

Company.

Soekarman. 1987. Dasar Olahraga untuk Pembina, Pelatih dan Atlet. Jakarta: Inti

Idayu Press.

Sugiyanto. 1998. Perkembangan dan Belajar Motorik. Jakarta: Departmen Pendidikan

dan kebudayaan, direktorat jendral pendidikan dasar dan menengah. Direktorat

pendidikan guru dan tenaga teknis bagian proyek penataran guru pendidikan

jasmani dan kesehatan SD setara DII

Suharno,H. P. 1993. Metodologi Pelatihan. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta

Sutikno, Sobri M. 2008 .

Smith, NJ. 1983. Sport Medicine. Illionis: American Academy of Pediatrics

Syarifudin, Aip. 1992. Atletik. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Www.Speedtraining.Mht. Training For Speed, Power And Strength.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.