PENERAPAN AKSARA JAWA PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA DAN OBJEK WISATA DI KAWASAN SUMBU FILOSOFI YOGYAKARTA

Agyl Fathu Rochim, Nur Hidayati, Ghis Nggar Dwiadmojo

Abstract

Aksara Jawa as one of the cultural heritages of the Javanese people is now increasingly rarely used in everyday life. This problem encourages the importance of preservation efforts, one of which is through utilization in public spaces, especially in the Yogyakarta philosophical axis area which is rich in cultural values. This study aims to examine the application of aksara Jawa in cultural heritage buildings and tourist attractions along the Yogyakarta philosophical axis, as well as to examine its relevance to values of Keyogyakartaan. The study uses a qualitative descriptive approach with field observation techniques, in-depth interviews, and visual documentation. The results of the study show that the use of aksara Jawa has been applied to nameplates, location markers, and decorative elements in historic buildings such as the Yogyakarta Palace, Tugu Pal Putih, Yogyakarta Station, and several points in Malioboro. However, its use still contains spelling errors and inconsistencies in the rules of aksara Jawa writing. These findings indicate that preservation has not been carried out optimally and tends to be only aesthetic. The values of Yogyakarta such as "pamenthanging gandewa, pamanthenging cipta" and "sawiji, greget, sengguh ora mingkuh" can be used as a basis for strengthening more meaningful preservation. The conclusion of this study is the need for standardization of aksara Jawa writing in public spaces as part of educative and representative cultural preservation. It is recommended that the government, academics, communities and society collaborate in compiling standard guidelines and increasing cultural literacy through strategic spaces.

Keywords

aksara Jawa; cultural preservation; Yogyakarta philosophical axis; Yogyakarta values

References

Candani, N. K. W., Afrian, M. W., & Dewi, N. P. M. L. (2024). Inovasi Teknologi untuk Mempertahankan Identitas Budaya Lokal dalam Menyongsong Indonesia Emas. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR), 4(1), 11-16.

Fakhruddin, D., Sachari, A., & Haswanto, N. (2019). Pengembangan Desain Informasi dan Pembelajaran Aksara Jawa melalui Media Website. ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 5(01), 1–23. https://doi.org/10.33633/andharu pa.v5i01.1990

Hartina, R. R., Azis, D. A., Puti, I., Kusumaningsih, S. A., Utomo, D. B., & Verrysaputro, E. A. (2024). Pengajaran Aksara Jawa melalui Games Based Learning di SD Negeri 1 Grendeng. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 8(3), 2709–2722.

Haryono, A. Y. (2020). Penanda Kawasan Sebagai Penguat Nilai Filosofis Sumbu Utama Kota Yogyakarta. ATRIUM: Jurnal Arsitektur, 1(2), 93–107. https://doi.org/10.21460/atrium.v1 i2.86

Jannah, R. R., Jamaludin, M., & Winarsih, P. (2024). Pelestarian Budaya Lokal melalui Pengembangan Modul Aksara Jawa untuk Masyarakat Pesantren. Jurnal Pendidikan Madrasah, 9(1), 157–165.

Jonathan, A., & Wasito, I. (2023). Perancangan Aplikasi Pengenalan Aksara Jawa Digital Menggunakan Convulotional Neural Network dan Computer Vision. Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 3(2), 364–377. https://doi.org/10.51454/decode.v 3i2.209.

Luthfi, A. D. (2016). Taman Edukasi Aksara Jawa di Yogyakarta dengan Pendekatan Metode Belajar SAVI (Somatik, Auditori, Visual, Intelektual). (Skripsi, Universitas Gadjah Mada).

Mansur, S., & Muhammad, A. (2024). Strategi Komunikasi dalam mempromosikan City Branding Yogyakarta Sebagai Kota Hanacaraka Suraya. JURNAL KOMUNIKASI PROFESIONAL, 8(2), 223–237.

Mekarisce, A. A. (2020). Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data pada Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan Masyarakat. JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145–151 https://doi.org/10.52022/jikm.v12i 3.102.

Nurfajriani, W., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Afgani, M. W., & Sirodj, R. A. (2024). Triangulasi Data dalam Analisis Data Kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 826-833. https://doi.org/10.5281/zenodo.13929272.

Permono, A. (2021). Sangkan Paraning Dumadi Sumbu Filosofi Yogyakarta: Dalam Lensa Fenomenologi-Hermeneutika. NUN: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara, 7(1), 163-208. https://doi.org/10.32495/nun.v7i1.233.

Pudjiastuti, S. R., Permatasari, A., Nandang, A., Kamila S, A., & Gunawan, I. (2023). Tantangan Dalam Menjaga Identitas Budaya Baduy Luar Dan Baduy Dalam Pada Era Perubahan. Jurnal Citizenship Virtues, 3(2), 630–637. https://doi.org/10.37640/jcv.v3i2.1876.

Puspitoningrum, E. (2018). Implementasi Literasi untuk Meningkatkan Motivasi Pembelajaran pada Materi Membaca Aksara Jawa Siswa SMA. Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 2(1), 35–45. https://doi.org/10.29407/jbsp.v2i1.12743.

Santosa, D. H. (2018). Pendampingan Pengembangan Potensi Bidang Bahasa, Seni Sastra, dan Seni Pertunjukan Jawa di Desa Beji Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul Menuju Desa Berbudaya Jawa. Bakti Budaya, 1(1), 18–29.

Saputra, R., Hasanah, N., Azis, M., Putra, M. A., & Armayadi, Y. (2024). Peran Seni dalam Mempertahankan Identitas Budaya Lokal di Era Modern. Besaung: Jurnal Seni, Desain dan Budaya, 9(2), 183–195. https://doi.org/10.36982/jsdb.v9i2.4044.

Setiawan, A. P., (2024) Perancangan Merchandise Dengan Tema “Belajar History Gaya Fungky” Untuk Yayasan Banjoemas Heritage History Community Banyumas Raya. (Tugas Akhir Diplom, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Yogyakarta)

Yusdiana, Rahmani, A., & Setiawati, E. (2024). Introduction History sebagai Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini melalui Cagar Budaya di Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang. Sebatik, 28(1), 73–79. https://doi.org/10.46984/sebatik.v28i1.1691

Refbacks

  • There are currently no refbacks.