Transformasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Sebagai Lembaga Superbody Dalam Pelanggaran HAM Berat Di Indonesia

Tauba Zaka Adkia, Agus Riewanto, Achmad Achmad

Abstract

Gross human rights violations in Indonesia have persistently faced structural obstacles, particularly due to the limited authority of the National Commission on Human Rights (Komnas HAM) and the dominant role of the Attorney General’s Office (Jaksa Agung). Although Komnas HAM is constitutionally mandated to conduct inquiries into gross human rights violations, its findings often fail to translate into effective prosecution, as evidenced by the practice of indicting only individual perpetrators while neglecting structural or command responsibility. This condition not only weakens inter-institutional coordination but also undermines accountability for gross human rights violations. This paper aims to analyze the institutional design governing Komnas HAM’s authority in handling gross human rights violations and to examine how the imbalance of power between Komnas HAM and the Attorney General’s Office (Jaksa Agung) affects the effectiveness of the human rights justice process. The study further seeks to formulate a model for strengthening Komnas HAM’s independence to ensure meaningful accountability. This research employs a normative juridical method with a statutory, conceptual, and case-based approach, focusing on Law No. 39 of 1999 on Human Rights and Law No. 26 of 2000 on Human Rights Courts, as well as selected gross human rights cases adjudicated in Indonesia. The findings indicate that Komnas HAM’s subordinate position in the criminal justice process contributes to fragmented prosecutions and the non-fulfillment of victims rights. Accordingly, this paper argues for institutional reform through the enhancement of Komnas HAM’s authority and procedural standing to strengthen accountability mechanisms for gross human rights violations in Indonesia.

Keywords

Gross Human Rights Violations; Superbody Institution; Komnas HAM; Human Rights.

Full Text:

PDF

References

Askana Fikri., Muhammad Ilham Munadi,. (2024). Kedudukan Kejaksaan Dalam Ketatanegaraan Dari Prespektif Hukum Tata Negara. Jurnal Sean Institute, 2(2), 100-106. https://doi.org/10.58471/dalihannatolu.v3i01.285

Abdul Munif Ashari, (2023). Kontestasi Aktor seputar Inisiasi Mekanisme Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu: Studi Sosio-Legal terhadap Tim PPHAM. The Indonesian Journal of Socio-Legal Studies, 3(1), 1-30. https://doi.org/10.54828/ijsls.2023v3n1.1

Farid Wajidi., Imran., (2021). Pelanggaran Hak Asasi Manusia dan Tanggung Jawab Negara Terhadap Korban. Jurnal Yudisial, 14(2), 239-246. https://.doi.org/10.29123/jy.v14i2.445

Febriansyah Ramadhan., Xavier Nugraha., & Patricia Inge Felany (2020). Penataan Ulang Kewenangan Penyidikan dan Penuntutan Dalam Penegakan Hukum Pelanggaran HAM Berat. Jurnal UNPAR, 6(1), 172-212. https://.doi.org/10.25123/vej.3514

Gabriel Timoti Maramis. (2025). Analisis Hukum Terhadap Kewenangan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Dalam Melakukan Penyelidikan Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat Di Indonesia, Jurnal Fakultas Hukum Unstrat, 15(5), 1-15.

Hidayat, R., Fatimah, S., & Alfarisi, M,. (2024). Penyelesaian Komnas Ham Dalam Penyelesaian Kasus-Kasus Pelanggaran Ham Di Indonesia. Indonesian Journal of Legality of Law, 7(1), 115-122. https://doi.org/10.35965/ijlf.v7i1.5427

Indah Susanti. (2018). Tatanan Teritorial Dalam Proses Transformasi Hunian. Jurnal Arsitektur Zonasi, 1(1), 27-37. https://doi.org/10.17509/jaz.v1i1.11542

Muhammad Arief. (2021). Re-Evaluasi Proses Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia. Jurnal Hukum Kalabbirang, 3(1), 59-69. https://doi.org/10.35877/454RI.kljv4i1

Nurrahman Aji Utomo. (2019). Dekonstruksi Kewenangan Investigatif dalam Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat. Jurnal Konstitusi, 16(4), 810-883. https://doi.org/10.31078/jk1647

Pramono., Agus Joko., & Hendy Hendharto,. (2017). Model Transformasi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Jurnal Tata Kelola & Akuntabilitas Keuangan Negara, 3(2), 91-111. https://doi.org/10.28986/jtaken.v3i2.105

Viddy Firmandiaz. (2020), Penyelesaian Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat Di Indonesia Oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Ditinjau Dari Kewenangannya (Studi Kasus Timor-Timur), Res Republica, 4(1) 92-105. https://doi.org/10.20961/respublica.v4i1.45695

Abdullah, Rozali. (2002). Perkembangan Hak Asasi Manusia Dan Keberadaan Peradilan Hak Asasi Manusia Di Indonesia. Ghalia Indonesia.

David Cohen. (2003). Intended to fail: The trials Before the Ad Hoc Human Rights Court in Jakarta. International Center For Transitional Justice.

Enny Soeprapto. (2011). Meninjau Ulang UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. PUSHAM UII.

Franz Magnis-suseno. (2021). Demokrasi, Agama, Pancasila: Catatan sekitar Perpolitikan Indonesia Now. Kompas Penerbit Buku

Muladi. (2002). Demokratisasi, Hak Asasi Manusia, dan Reformasi Hukum di Indonesia. Habibie Center.

Ni'matul Huda. (2007). Lembaga Negara dalam Masa Transisi Demokrasi, UII Press.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang HAK Asasi Manusia

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM

Badan Pembinaan Hukum Nasional. Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Tahun.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.