Perencanaan sistem drainase berwawasan lingkungan di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru

Rony Riduan, Dewi Astuti Sri Devi Kurniawan

Abstract

Kecamatan Liang Anggang masih mengalami sejumlah titik genangan akibat keterbatasan kapasitas saluran drainase dalam menampung debit banjir rencana periode ulang lima tahunan. Kondisi ini menunjukkan perlunya perencanaan sistem drainase yang berwawasan lingkungan untuk mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem drainase berbasis ekodrainase melalui penerapan sumur resapan sebagai upaya pengurangan limpasan air hujan.Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi dan hidrolika dengan memanfaatkan data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun (2013–2022). Pemodelan limpasan sebelum dan sesudah penerapan sumur resapan dilakukan menggunakan perangkat lunak Storm Water Management Model (SWMM) dengan fitur Low Impact Development (LID). Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebelum penerapan sumur resapan terdapat 94 titik saluran drainase yang mengalami luapan. Penerapan sebanyak 3.750 unit sumur resapan dengan diameter 1 meter dan kedalaman 3 meter mampu mengurangi jumlah saluran yang meluap secara signifikan. Selain itu, total volume limpasan di Kecamatan Liang Anggang mengalami penurunan sebesar 29%, dari 585,03 × 10⁶ liter menjadi 415,34 × 10⁶ liter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem drainase berwawasan lingkungan efektif dalam mengurangi genangan dan mendukung pembangunan infrastruktur drainase perkotaan yang berkelanjutan.

Keywords

Drainase; Ekodrainase; Limpasan; Sumur Resapan; SWMM

Full Text:

PDF

References

[1]ULM D, Riduan R, Annisa N. Evaluasi Dimensi Saluran Drainase Terhadap Peristiwa Genangan Di Ruas Jalan Ahmad Yani Km. 24 Banjarbaru. Jernih J Tugas Akhir Mhs 2021;4:13–22. https://doi.org/10.20527/jernih.v4i2.958.

[2]Ilfan F, Nurdin A, Tristhayanti N. Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase Sekunder di Jalan Kapten Pattimura Telanaipura Kota Jambi Menggunakan Software Hec-Ras. J Talent Sipil 2023;6:44. https://doi.org/10.33087/talentasipil.v6i1.213.

[3]Afrian R, Masril M, Susanti Yusman A. Tinjauan Perencanaan Drainase Jalan Raya Simpang Empat - Air Balam Kabupaten Pasaman Barat. Ensiklopedia Res Community Serv Rev 2022;1:129–33. https://doi.org/10.33559/err.v1i3.1247.

[4]Syarifudin A. Buku Referensi Drainase Perkotaan. 2017.

[5]Badan Pusat Statistik Kota Banjarbaru. Kecamatan Liang Anggang Dalam Angka. Banjarbaru: 2022.

[6]Dinas PUPR Kota Banjarbaru. Masterplan Drainase Jalan Lingkungan Kota Banjarbaru 2021.

[7]Riduan R, Jamiyaturrasyidah J, Khair RM, Abdi C. Sosialiasi Lokasi Peta Rawan Genangan Kota Banjarbaru Menggunakan Teknologi Pengindraan Jauh di PUPR Banjarbaru. J Pengabdi ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) 2022;1:143–56. https://doi.org/10.20527/ilung.v1i3.4771.

[8]Amirul C, Rahman A. Analisis Limpasan Permukaan (Runoff) Pada Daerah Aliran Sungai Jenelata Kabupaten Gowa. Universitas Muhammadiyah Makassar, 2021.

[9]Bahunta L, Waspodo RSB. Rancangan Sumur Resapan Air Hujan sebagai Upaya Pengurangan Limpasan di Kampung Babakan, Cibinong, Kabupaten Bogor. J Tek Sipil Dan Lingkung 2019;4:37–48. https://doi.org/10.29244/jsil.4.1.37-48.

[10]Tumpu M, Tamim T, Ahmad SN, Sriwati M, Safar A, Ismail MS, et al. Sumur Resapan. Makassar: CV. Tohar Media; 2022.

[11]Fahma MD, Noerhayati E, Rokhmawati A. Studi Evaluasi Saluran Drainase Stadion 17 Mei Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan Menggunakan EPA SWMM 5.1. J Rekayasa Sipil 2023;13:238–46.

[12]Farrossandy AI, Widiarti WY, Badriani RE. Evaluasi Saluran Drainase Jalan Manggis Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. J Tek Pengair 2022;13:141–58. https://doi.org/10.21776/ub.pengairan.2022.013.02.02.

[13]Aditya NF, Suharyanto, Suripin. Banjir dan Model Pembangunan Berdampak Rendah Di Sungai Sringin Menggunakan SWMM. Siklus J Tek Sipil 2023;9:66–81. https://doi.org/10.31849/siklus.v9i1.13202.

[14]Bustiawan N, Purwanto A. Penerapan Low Impact Development (LID) dalam Mendukung Kebijakan Zero Delta Q di Kabupaten Karawang. J Ilm Karawang 2023;1:11–25.

[15]Samiono R. Implementasi Sistem Tata Air Dengan Pendekatan Zero Runoff (Studi Kasus : Kawasan Pengembangan Rumah Sakit Eka Hospital Depok). C-Line 2022;12:21–9.

[16]Brilliant SA, Saves F. Perencanaan Kebutuhan Sumur Resapan Sebagai Alternatif Pengendali Banjir Di Wilayah Petemon Surabaya. De’Teksi J Tek Sipil 2023;8.

[17]Joleha, Bochari, Malik A, Suprasman, Elianora. Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Penerapan Drainase Berwawasan Lingkungan (Eco Drain). J Serambi Eng 2023;8:4564–71.

[18]Rurung MA, Riogilang H, Hendratta LA. Perencanaan sistem drainase berwawasan lingkungan dengan sumur resapan di lahan Perumahan Wenwin–Sea Tumpengan Kabupaten Minahasa. J Sipil Statik 2019;7:189–200.

[19]Kamila PN, Sejati W. Perencanaan Drainase Dengan Konsep Zero Delta Run Off Pada Perumahan Permata Puri Cibubur. Technomedia J 2023;8:1–17. https://doi.org/10.33050/tmj.v8i1SP.1989.

[20]Riduan R, Abdi C. Perencanaan Sistem Drainase Perumahan Bumi Datarlaga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Jernih J Tugas Akhir Mhs 2022;5:1–8.

[21]Badan Standarisasi Nasional. SNI 03-2453-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Teknik Sumur Resapan Air Hujan untuk Lahan Pekarangan. 2002.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.