Pendekatan partisipatif dalam pemetaan batas kampung dan potensi bahaya (Studi kasus: Kampung Cungkeng, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung)

Nana Putri Yanto, Sahid Sahid, Dessy Reza Saputri

Abstract

Pendekatan partisipatif menjadi strategi penting dalam pengelolaan wilayah dan mitigasi bencana. Penelitian ini mengkaji penerapan pendekatan partisipatif dalam pemetaan batas kampung dan potensi bahaya di Kampung Cungkeng, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung. Wilayah ini menghadapi permasalahan pengelolaan wilayah, sengketa batas tanah, serta potensi bencana seperti tsunami, banjir, dan abrasi pantai. Penelitian bertujuan melibatkan masyarakat dalam proses pemetaan batas wilayah dan identifikasi potensi bahaya sebagai dasar perencanaan pembangunan wilayah dan peningkatan kesiapsiagaan bencana. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Proses pemetaan dilakukan menggunakan instrumen Global Positioning System (GPS) dan perangkat lunak ArcGIS untuk menghasilkan peta digital yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan partisipatif mampu menghasilkan delineasi batas kampung yang lebih jelas serta mengidentifikasi potensi bahaya utama, yaitu tsunami dan banjir bandang. Pendekatan ini juga mendorong peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam memahami risiko bencana. Hal ini menegaskan bahwa pemetaan partisipatif dapat menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir yang berkelanjutan dan berbasis mitigasi bencana.

Keywords

Partisipatif; Pemetaan; Potensi Bahaya

Full Text:

PDF

References

[1]Hardilla D, Agung N, Kurniawan P, Sesunan MM. Kegiatan Peduli Kampung Pada Permukiman Bugis, Kampung Cungkeng, Bandar Lampung. Nemui Nyimah 2021;1.

[2]Hidayat R, Adhi W, Bachriadi D. Seri Panduan Pemetaan Partisipatif. Bandung: Garis Pergerakan 2005.

[3]Baharuddin B, Refki A, Fuady A. Pemetaan Partisipatif Untuk Percepatan Pembangunan Desa Dan Kawasan Di Desa Tambak Sarinah, Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut. Aquana 2020;1:52–60.

[4]Tallo AJ. Pemetaan partisipatif, solusi pembangunan Desa Kerengas secara berkelanjutan. Seminar Nasional Peran Geospasial dalam Membingkai NKRI, vol. 139, 2016, p. 139–48.

[5]Fortuna ED, Alif A, Hasby NA. Pemetaan Administrasi Desa Berbasis Partisipasi Masyarakat dan GIS: Studi Kasus Desa Salarri, Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka 2025;3:172–8.

[6]BNPB. Kajian Risiko Bencana Kota Bandar Lampung. Deputi Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan 2015.

[7]Probosiwi R. Manajemen Risiko Tsunami untuk penataan ruang di pesisir perkotaan Pacitan Jawa Timur. Jurnal Teknosains 2012;2.

[8]Sisik J, Wardana IMS, Zuhdi M, Syamsuddin S. Efektivitas Sistem Informasi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, Dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) 2023;4:26–31.

[9]Larasati E, Alfanda Y. Mitigasi Bencana Kota Semarang. Proceeding Science and Engineering National Seminar, vol. 8, 2023, p. 170–7.

[10]Zein AW, Sari D, Parinduri AR, Ningsih IWI, Nasution AH. Peran Pemerintah dalam Pengendalian Alih Fungsi Lahan dan Eskalasi Kerugian Ekonomi Akibat Banjir di Sumatra. Jurnal Akademik Ekonomi dan Manajemen 2025;2:834–41.

[11]Ginting N, Putra NP. Mitigasi Bencana Banjir Kawasan Wisata Berkelanjutan (Studi Kasus: Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat). Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE), vol. 2, 2019.

[12]Taufiq A, Hardisono U, Aziz MN, Khoiruddin M, Apriyadi F, Amalia N, et al. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masyarakat (Community-Based Disaster Risk Reduction) Di Desa Wukirharjo, Kecamatan Prambanan 2017.

[13]Zakina N, Pamungkas A. Penilaian Integrasi Manajemen Risiko Bencana ke dalam Proses Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Surabaya. Jurnal Teknik ITS 2019;7:C238–42.

[14]Fairuzzen MR, Merpaung VH, Putra AA, Malik AA. Peran Tata Ruang dalam Mitigasi Risiko Pembangunan dan Pencegahan Bencana Alam. Interdisciplinary Explorations in Research Journal 2024;2:1497–516.

[15]Hanif M, Dewi NLY, Hidajad A, Fikri A, Saleh F. Menguatkan Kembali Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat: Belajar dari Kearifan Lokal di Indonesia. Ijd-Demos 2022;4.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.