Analisis daya dukung air untuk pemenuhan kebutuhan air bersih pada Sistem Penyediaan Air Minum Regional Buleleng-Jembrana (SPAM Burana)

Komang Agus Aprianto, Putu Edi Yastika, I Nyoman Sudipa, I GD Yudha Partama

Abstract

Water carrying capacity is a crucial aspect in supporting sustainable regional development, particularly in ensuring the long-term preservation of water resources. Along with population growth, the demand for clean water in the Buleleng–Jembrana Regional Drinking Water Supply System (SPAM Burana), which serves the communities of Busungbiu, Seririt, Banjar, Gerokgak, and Melaya districts, has continued to increase. This increase is assessed through a comparison of water utilization, water availability, and water demand. The raw water source for SPAM Burana is the Titab–Ularan Dam, the largest dam on the island of Bali, with a storage capacity of up to 12 million cubic meters. This study adopts a quantitative approach, utilizing primary data collected directly from field surveys related to water availability and water demand, supported by secondary data such as rainfall and raw water supply. The objective of this research is to assess the status of water carrying capacity within the service area. The results indicate that Busungbiu Sub-district has a surplus water carrying capacity of 58,067,651.91 m³/year. Seririt Sub-district is projected to experience a water carrying capacity deficit over the next ten years, amounting to 111,962,158.70 m³/year. Banjar Sub-district shows a surplus water carrying capacity of 20,111,317.27 m³/year, while Gerokgak Sub-district faces a deficit of 3,557,397.91 m³/year. These findings suggest that although regional raw water availability is relatively sufficient, strategic regional development measures are required, including increasing household connection capacity, optimizing water distribution systems, and developing a comprehensive business plan for SPAM Burana to enhance the quality and sustainability of clean water services.

Keywords

Buleleng-Jembrana; Water Carrying Capacity; Water Supply System (SPAM)

Full Text:

PDF

References

[1]Kusmawati I. Analisa Daya Dukung Lahan dan Daya Tampung Air di Sungai Pudu Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Journal of Environmental Engineering and Waste Management 2016;1:35–45.

[2]Putra GAS, Diasa IW. Perencanaan jaringan transmisi air baku dari bak intake ke bak pengolahan pada Waduk Titab Kabupaten Buleleng (studi kasus: Waduk Titab Kabupaten Buleleng). Gradien 2018;10:82–95.

[3]Diasa IW, Ardana PDH, Widarmawa IK, Pamungkas TH. Analisis Kelayakan Investasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Jurnal Ilmiah Kurva Teknik 2022;11:1–9.

[4]Admadhani DN, Haji ATS, Susanawati LD. Analisis Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Untuk Daya Dukung Lingkungan (Studi Kasus Kota Malang). Jurnal Sumberdaya Alam Dan Lingkungan 2014;1:13–20.

[5]Bali SPP. Laporan Akhir Perencanaan dan Pendampingan Jakstrada Provinsi Bali. Satuan Kerja Pengembangan Air Minum dan Sanitasi Provinsi Bali; 2017.

[6]Arsana IGNK, Yekti MI, Astiti SPC. Keberlanjutan Pengelolaan Penyediaan Air Minum Perdesaan Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Lingkungan Wilayah (Studi Di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali). Jurnal Ketahanan Nasional 2024;30:66–86.

[7]Sudipa N, Mahendra MS, Adnyana WS, Pujaastawa IB. Daya Dukung Air di Kawasan Pariwisata Nusa Penida, Bali. Jurnal Sumberdaya Alam Dan Lingkungan 2020;7:117–23.

[8]Rosadi R, Purwanto MYJ, Sutjahyo SH, Pramudya B. Sistem Pengembangan Kelembagaan Agroindustri Padi Skala Kecil dan Menengah. Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum 2017;8.

[9]Nabila Y. Pengaruh Variasi Debit terhadap Penyisihan Kekeruhan Air Baku Artifisial Unit Sedimentasi Metode Continuous Discharge Flow (CDF). Universitas Andalas, 2022.

[10]Ridwan R, Afrianita R, Anggika R, Arya FD. Potensi Hilirisasi Instalasi Pengolahan Air dengan Unit Sedimentasi Metode Continous Discharges Flow. Jurnal Ilmu Lingkungan 2024;22:1537–44.

[11]Lu Y, Xu H, Wang Y, Yang Y. Evaluation of water environmental carrying capacity of city in Huaihe River Basin based on the AHP method: A case in Huai’an City. Water Resour Ind 2017;18:71–7.

[12]Sudipa N, Mahendra MS, Adnyana WS, Pujaastawa IB. Tourism impact on the environment in Nusa Penida tourism area. Journal of Environmental Management & Tourism 2020;11:113–24.

[13]Pramesty AR. Perhitungan daya dukung lingkungan berdasarkan ketersediaan air dan produktivitas lahan di Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah 2013;2.

[14]Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 Tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup Dalam Penataan Ruang Wilayah. Tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup Dalam Penataan Ruang Wilayah. Jakarta (Id): Klh 2009.

[15]Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005. Tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia, Jakarta 2005.

[16]Silangen MG, Tilaar S, Sembel A. Pemetaan masalah penyediaan air minum di perkotaan tobelo kabupaten halmahera. Spasial 2020;7:70–81.

[17]Novita MD, Marsono BD. Perencanaan Sistem Distribusi Air Minum Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Jurnal Teknik ITS 2019;8:D112–7.

[18]Swastomo AS, Iskandar DA. Keberlanjutan sistem penyediaan air minum pedesaan berbasis masyarakat. Jurnal Litbang Sukowati: Media Penelitian Dan Pengembangan 2021;4:14–27.

[19]Messakh JJ, Sabar A, Hadihardaja IK, Chalik AA. Kajian Pemenuhan Kebutuhan Air Minum Untuk Masyarakat Di Kawasan Semi-arid Indonesia (a Study on Fulfillment of Drinking Water Need of People in Semi-arid Areas in Indonesia). Jurnal Manusia Dan Lingkungan 2015;22:271–80.

[20]Nurhakim A, Firdaus M. Peluang Pemanfaatan Air Tanah Untuk Mendukung Keberlanjutan Sumber Daya Air di Kota Pare-Pare. Teknik Hidro 2022;15:30–6.

[21]Rifai M. Pengelolaan Terhadap Pemanfaatan Air Tanah di Kabupaten Demak. Matriks Teknik Sipil 2022;10:1–7.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.