Evaluasi tingkat maturitas smart governance di Kota Surakarta tahun 2018 - 2020

Salsabila Imtiyas, Muhammad Sani Roychansyah

Abstract

Smart city mengintegrasikan masyarakat, pemerintah dan teknologi untuk mengatasi permasalahan perkotaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Surakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang mengimplementasikan smart city, termasuk smart governance. Pada tahun 2017, tingkat maturitas smart city di Kota Surakarta berada pada tingkat scattering yang menunjukkan belum adanya integrasi dalam berbagai implementasi smart city. Identifikasi tingkat maturitas tiap dimensi smart city merupakan cerminan kualitas hidup, semakin matang implementasi tiap dimensi smart city maka semakin baik kualitas seluruh aspek kehidupan masyarakat di kota tersebut. Penelitian ini menjelaskan mengenai tingkat maturitas dimensi smart governance di Kota Surakarta dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat maturitas smart governance di Kota Surakarta. Sasaran penelitian pertama menggunakan data sekunder data instansi terkait dan studi literatur dengan teknik analisis data kualitatif pemaknaan data dan kuantitatif skoring. Sasaran penelitian kedua menggunakan data primer berupa penyebaran kuesioner kepada 17 instansi dengan teknik analisis skoring. Hasil penelitian menunjukkan tingkat maturitas dimensi smart governance di Kota Surakarta mengalami kenaikan tingkat maturitas scattered tahun 2018 menjadi integrated tahun 2019 hingga 2020. Faktor yang memiliki persentase pengaruh terbesar pada dimensi smart governance adalah faktor program-program yang berkelanjutan.

Full Text:

PDF

References

[1] Badan Pusat Statistik. Persentase Penduduk Daerah Perkotaan Hasil Proyeksi Penduduk menurut Provinsi, 2015 - 2035. Badan Pusat Statistik 2020.

[2] Djunaedi A, Permadi D, Nugroho LE, Widyawan, Rachmawati R, Hidayat A, et al. Membangun Kota dan Kabupaten Cerdas: Sebuah Panduan bagi Pemerintah Daerah. Yogyakarta: UGM Press; 2018.

[3] Giffinger R, Fertner C, Kramar H, Meijers E. City-ranking of European Medium-Sized Cities. 2007.

[4] Citiasia Center for Smart Nation. Smart Nation: Mastering Nation’s Advancement from Smart Readiness to Smart City 2016.

[5] Supangkat SH. Pengenalan & Pengembangan Smart City. Bandung: e-Indonesia Initiatives; 2015.

[6] Hapsari SA. Kesiapan Implementasi Smart City di Kota Surakarta. Universitas Gadjah Mada, 2017.

[7] Tim PSPPR UGM. Road Map Kota Yogyakarta Menuju Smart City. WORKING PAPER PSPPR 2016.

[8] Imtiyas S. Evaluasi Perkembangan Tingkat Maturitas Tiap Dimensi Smart City di Kota Surakarta Tahun 2018-2020. Universitas Gadjah Mada, 2022.

[9] Cohen B. Methodology For 2015 Smart Cities Benchmarking. Fast Company 2014. https://www.fastcompany.com/3038818/the-smartest-cities-in-the-world-2015-methodology.

[10] Bappenas/Kementrian PPN. Pengembangan Kota Cerdas di Indonesa. Konferensi e-Indonesia Initiative (eII) dan Smart Indonesia Initiatives (SII) Forum ke-1, Bandung: 2015.

[11] Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Surakarta. Laporan Survey Kepuasan Masyarakat 2020. Surakarta: 2021.

[12] Giffinger R. European Smart Cities: The Need For A Place Related Understanding. Edinburgh: Creating Smart Cities, Edinburgh Napier University, EU; 2011.

[13] Chourabi H, Nam T, Walker S, Gil-Garcia JR, Mellouli S, Nahon K, et al. Understanding Smart Cities: An Integrative Framework. 2012 45th Hawaii International Conference on System Sciences, IEEE; 2012, p. 2289–97. https://doi.org/10.1109/HICSS.2012.615.

[14] Widyaningsih D. Kota Surabaya Menuju Smart City. Universitas Gadjah Mada, 2013.

[15] Harms J. Critical Success Factors for a Smart City Strategy. In Proceedings of 25th Twente Student Conference on IT, 2016.

[16] IBI. Defining the cities of tomorrow 2017. http://www.ibigroup.com/new-smart-cities-landing-page/introduction-smart-cities.

[17] Zuhri S, Nurhikmah. Penyusunan Model Tingkat Kematangan (Maturity) Pada Smart City di Kota Besar di Indonesia dalam Bunga Rampai Infrastruktur TIK, Layanan Informasi dan Dinamika Sosial. Jakarta: Puslitbang Penyelenggaran Pos dan Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika; 2015.

[18] Supranto J. Statistik Teori dan Aplikasi, Edisi Lima. Jakarta: Erlangga; 2003.

[19] Herawati M, Djunaedi A. Ketersediaan Data dalam Mendukung Smart City Readiness di Kota Surakarta. Journal of Regional and Rural Development Planning 2020;4:63–73. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2020.4.1.63-73.

[20] Sharon D. Principles of Analysis Chemistry. New York: Harcourt Brace College Publisher; 1982.

[21] Karim R, Sumendap SS, Koagouw FVIA. Pentingnya Penggunaan Jaringan Wi-fi dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Pemustaka pada Kantor Perpustakaan dan Kearsiapan Daerah Kota Tidore Kepulauan. E-Journal Acta Diurna 2016;5.

[22] Nam T, Pardo TA. Conceptualizing smart city with dimensions of technology, people, and institutions. Proceedings of the 12th Annual International Digital Government Research Conference: Digital Government Innovation in Challenging Times, New York, NY, USA: ACM; 2011, p. 282–91. https://doi.org/10.1145/2037556.2037602.

[23] Widiyastuti I. Tata Kelola Institusi, Teknologi, dan Manusia: Bagaimana Pemerintah Daerah Menangani Komponen Smart City (Institutional, Technology, and Human Governance: How Local Governments Manage the Smart City’s Components). JURNAL IPTEKKOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi 2019;21:93. https://doi.org/10.33164/iptekkom.21.2.2019.93-108.

[24] Pemerintah Kota Surakarta. Masterplan Smart City Kota Surakarta Tahun 2018 2018.

[25] Pemerintah Kota Surakarta. Peraturan Daerah (PERDA) Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Surakarta Tahun 2016-2021. Data Base Peraturan BPK 2016.

[26] Pratama AB. Smart City Narrative in Indonesia: Comparing Policy Documents in Four Cities. Public Administration Issues 2018;0:65–83. https://doi.org/10.17323/1999-5431-2018-0-6-65-83.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.