Dampak rencana operasi Pangkalan Udara Gatot Subroto Way Kanan menjadi bandar udara komersial ditinjau dari aspek spasial

Zulman Haridan, Rahayu Sulistiyorini, Muhammad Irfan Affandi

Abstract

Bandar udara memiliki peran sebagai pintu gerbang kegiatan perekonomian dalam upaya pemerataan pembangunan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, serta keselarasan pembangunan nasional dan pembangunan daerah. Salah satu isu  penentuan tujuan perencanaan Kabupaten Way Kanan dalam RTRW Provinsi Lampung adalah peluang pendayagunaan Pangkalan Udara TNI Angkatan Darat Gatot Subroto sebagai bandara komersial untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas sipil yang cepat, nyaman, dan ekonomis. Namun, pemanfaatan peluang tersebut memiliki limitasi berupa keterbatasan kapasitas untuk penggunaan lahan sebagai bandara komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan kawasan Bandar Udara Gatot Subroto dalam mendukung pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Metode penelitian yang digunakan, yaitu analisis deskriptif kuantitatif dengan alat analisis Satuan Kemampuan Lahan (SKL) untuk mengetahui daya dukung agar tindak perencanaan berada dalam kapasitas optimal keberlanjutan ekosistem Analisis SWOT serta QSPM juga digunakan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan Kawasan Bandara Gatot Subroto. Hasil analisis SKL menunjukkan tiga klasifikasi kemampuan lahan di kawasan tersebut dengan persentasi terbesar, yaitu 86,28% kemampuan lahan baik, 8,54% dengan kemampuan cukup baik, dan 5,18% dengan kemampuan sangat baik. Strategi pengembangan Bandara Gatot Subroto yang direkomendasikan adalah penguatan aspek kelembagaan untuk menunjang fasilitas layanan pendukung yang dapat memudahkan  pengguna bandara dan melakukan pengembangan potensi pariwisata Kabupaten Way Kanan sebagai daya tarik untuk wisatawan.

Keywords

perencanaan transportasi

Full Text:

PDF

References

[1] Adisasmita SA, Hamzah S, Ramli I. Simposium I Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Infrastruktur Indonesia. Inov. dalam Rangka Percepatan Pembang. Infrastruktur Indones., Surabaya: University Network for Indonesia Infrastructure Development; 2016.

[2] Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Peraturan Daerah Kabupaten Way Kanan Nomor 11 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Way Kanan Tahun 2011-2031 2011.

[3] Pemerintah Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan 2009.

[4] David FR. Manajemen Strategis. Jakarta: Salemba Empat; 2006.

[5] Ridha R, Vipriyanti NU, Wiswasta IA. Analisis Daya Dukung Lahan sebagai Pengembangan Fasilitas Perkotaan Kecamatan Mpunda Kota Bima Tahun 2015–2035. J Wil Dan Lingkung 2016;4:65–80. https://doi.org/10.14710/jwl.4.1.65-80.

[6] Fitri AZ, Haryanti N. Metodologi Pendidikan: Kuantitatif, Kualitatif, Mixed Method, dan Research and Development. Malang: Madani Media; 2020.

[7] Ramadhan B. Strategi Pengendalian Pemanfaatan Lahan di Kawasan Jalan Kelok 18 Ruas Parangtritis-Girijati. Plano Madani J Perenc Wil Dan Kota 2018;7:69–80. https://doi.org/10.24252/planomadani.v7i1a7.

[8] Yuliana D, Subekti S. Strategi Pengembangan Bandara Soekarno Hatta dalam Mendukung Destinasi Pariwisata Prioritas Tanjung Lesung-Pandeglang dan Sekitarnya. J Transp Multimoda 2016;14:177–92.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.